This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 14 September 2018

Candi Jawi

Candi Jawi


Jawi_Jatim_1_sigit.jpg
Candi Jawi terletak di kaki G. Welirang, tepatnya di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, sekitar 31 km dari kota Pasuruan. Bangunan candi dapat dikatakan masih utuh karena telah berkali-kali mengalami pemugaran. Candi Jawi dipugar untuk kedua kalinya tahun 1938-1941 dari kondisinya yang sudah runtuh. Akan tetapi, pemugaran tidak dapat dituntaskan karena banyak batu yang hilang dan baru disempurnakan pada tahun 1975-1980.
Jawi_Jatim_3_sigit.jpg
Dalam Negarakertagama pupuh 56 disebutkan bahwa Candi Jawi didirikan atas perintah raja terakhir Kerajaan Singasari, Kertanegara, untuk tempat beribadah bagi umat beragama Syiwa-Buddha. Raja Kartanegara adalah seorang penganut ajaran Syiwa Buddha. Selain sebagai tempat ibadah, Candi Jawi juga merupakan tempat penyimpanan abu jenazah Kertanegara. Hal ini memang agak mengherankan, karena letak Candi Jawi cukup jauh dari pusat Kerajaan Singasari. Diduga hal itu disebabkan karena rakyat di daerah ini sangat setia kepada raja dan banyak yang menganut ajaran Syiwa-Buddha. Dugaan tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa saat Raden Wijaya, menantu Raja Kertanegara, melarikan diri setelah Kertanegara dijatuhkan oleh Raja Jayakatwang dari Gelang-gelang (daerah Kediri), ia sempat bersembunyi di daerah ini, sebelum akhirnya mengungsi ke Madura.Candi Jawi menempati lahan yang cukup luas, sekitar 40 x 60 m2, yang dikelilingi oleh pagar bata setinggi 2 m. Bangunan candi dikelilingi oleh parit yang saat ini dihiasi oleh bunga teratai. Ketinggian candi ini sekitar 24,5 meter dengan panjang 14,2 m dan lebar 9,5 m. Bentuknya tinggi ramping seperti Candi Prambanan di Jawa Tengah dengan atap yang bentuknya merupakan paduan antara stupa dan kubus bersusun yang meruncing pada puncaknya. Posisi Candi Jawi yang menghadap ke timur, membelakangi Gunung Pananggungan, menguatkan dugaan sebagian ahli bahwa candi ini bukan tempat pemujaan, karena candi untuk peribadatan umumnya menghadap ke arah gunung, tempat bersemayam kepada Dewa. Sebagian ahli lain tetap meyakini bahwa Candi Jawi berfungsi sebagai tempat pemujaan. Posisi pintu yang tidak menghadap ke gunung dianggap sebagai akibat pengaruh ajaran Buddha.
Salah satu keunikan Candi Jawi adalah batu yang dipakai sebagai bahan bangunannya terdiri dari dua jenis. Dari Kaki sampai selasar candi dibangun menggunakan batu berwarna gelap, tubuh candi menggunakan batu putih, sedangkan atap candi menggunakan campuran batu berwarna gelap dan putih. Diduga candi ini dibangun dalam dua masa pembangunan. Kitab Negarakertagama menyebutkan bahwa pada tahun 1253 Saka (candrasengkala: Api Memanah Hari) Candi Jawi disambar petir. Dalam kejadian itu arca Maha Aksobaya menghilang. Hilangnya arca tersebut sempat membuat sedih Raja Hayam Wuruk ketika baginda mengunjungi Candi Jawi. Setahun setelah disambar petir, Candi Jawi dibangun kembali. Pada masa inilah diperkirakan mulai digunakannya batu putih. Penggunaan batu putih tersebut juga mengundang pertanyaan, karena yang terdapat di kawasan G. Welirang kebanyakan adalah batu berwarna gelap. Kemungkinan batu-batu tersebut didatangkan dari pesisir utara Jawa atau Madura.
Jawi_Jatim_4_a_sigit.jpgJawi_Jatim_4_b_sigit.jpgJawi_Jatim_4_c_sigit.jpg
Kaki candi berdiri di atas batur (kaki candi) setinggi sekitar 2 m dengan pahatan relief yang memuat kisah tentang seorang pertapa wanita. Tangga naik yang tidak terlalu lebar terdapat tepat di hadapan pintu masuk ke garba grha (ruang dalam tubuh candi). Pahatan yang rumit memenuhi pipi kiri dan kanan tangga menuju selasar. Sedangkan pipi tangga dari selasar menuju ke lantai candi dihiasi sepasang arca binatang bertelinga panjang.Di sekeliling tubuh candi terdapat selasar yang cukup lebar. Bingkai pintunya polos tanpa pahatan, namun di atas ambang pintu terdapat pahatan kalamakara, lengkap dengan sepasang taring, rahang bawah, serta hiasan di rambutnya, memenuhi ruang antara puncak pintu dan dasar atap. Di kiri dan pintu terdapat relung kecil tempat meletakkan arca. Di atas ambang masing-masing relung terdapat pahatan kepala makhluk bertaring dan bertanduk.
Ruangan dalam tubuh candi saat ini dalam keadaan kosong. Tampaknya semula terdapat arca di dalamnya. Negarakertagama menyebutkan bahwa di dalam bilik candi terdapat arca Syiwa dengan Aksobaya di mahkotanya. Selain itu disebutkan juga adanya sejumlah arca dewa-dewa dalam kepercayaan Syiwa, seperti arca Mahakala dan Nandiswara, Durga, Ganesha, Nandi, dan Brahma. Tak satupun dari arca-arca tersebut yang masih berada di tempatnya. Konon arca Durga kini disimpan di Museum Empu Tantular, Surabaya.
Dinding luar tubuh candi dihiasi dengan relief yang sampai saat masih belum ada yang berhasil membacanya. Mungkin karena pahatannya yang terlalu tipis. Mungkin juga karena kurangnya informasi pendukung, seperti dari prasasti atau naskah. Kitab Negarakertagama yang menceritakan candi ini secara cukup rincipun sama sekali tidak menyinggung soal relief tersebut. Menurut juru kunci candi, relief itu harus dibaca menggunakan teknik prasawiya (berlawanan dengan arah jarum jam), seperti yang digunakan dalam membaca relief di Candi Kidal. Masih menurut juru kunci candi, relief yang terpahat di tepi barat dinding utara menggambarkan peta areal candi dan wilayah di sekitarnya.
Jawi_Jatim_5_sigit.jpg
Antara pelataran belakang candi yang cukup luas dan tertata rapi dengan perkampungan penduduk dibatasi oleh sebuah sungai kecil. Di sudut selatan pelataran terdapat reruntuhan bangunan yang terbuat dari bata merah. Sepertinya bangunan tersebut tadinya adalah sebuah gapura, namun tidak ada keterangan yang bisa didapat mengenai bentuk dan fungsinya semula.

Candi Mendut

Candi Mendut


Candi Mendut merupakan salah satu candi dari tiga serangkai candi di Magelang yaitu Candi Borobudur, Pawon dan Mendut. Candi ini bercorak Buddha yang terlihat dari adanya stupa - stupa di atap Candi Mendut yang berjumlah 48. Candi mendut didirikan oleh dinasti Syailendra. Mendut sendiri didirikan pada 824M sesuai prasasti - prasasti yang ada di sekitar Desa Karangtengah. Dari prasasti tersebut disebutkan bahwa seorang raja yang bernama Raja Indra membangun bangunan suci yang bernama Venu Vana Mandira yang berarti candi ditengah rumpun bambu.

Candi Mendut dibangun menggunakan batu bata dengan campuran batu andesit sehingga sangat kokoh dengan ketinggian sekitar 26,4 meter serta berdiri diatas sebuah batur setinggi 2 meter yang permukaannya di dilengkapi dengan langkan. Candi Mendut hanya ada satu candi, candi ini menghadap ke barat. Di dalam Candi Mendut terdapat tiga buah arca Buddha serta sebuah patung Buddha Sakyamuni berposisi duduk.

Sejarah Candi Mendut
Belum bisa dipastikan kapan candi Mendut dibangun karena memang sumbernya belum akurat. Namun ada rujukan dari beberapa peneliti mengenai pembangunan candi mendut yaitu pada 824 M. Angka 824 M ini didapat oleh J.G. De Casparis atas dasar penemuan prasasti yang ditemukan di Karang Tengah yang menyebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama Venuwana.

Casparis menyebutkan bahwa Venuwana berarti hutan bambu sedangkan daerah Candi Mendut sendiri dahulu adalah hutan bambu maka dapat disimpulkan bangunan suci tersebut adalah Candi Mendut. Diperkirakan candi mendut berusia lebih tua dari pada Candi Borobudur.


Penemuan Candi Mendut
Candi mendut ditemukan pada tahun 1836 dan pada saat itu juga dilakukan penggalian namun pada saat penggalian pertama, atap Candi Mendut tidak diketemukan. Pada saat pemugaran pertama pada tahun 1897-1904  bertujuan untuk merekonstruksi bentuk dari Candi Mendut namun bagian atap masih belum ada dan bangunan belum sepenuhnya sempurna. Selanjutnya pada pemugaran kedua pada tahun 1908 oleh Theodor Van Erp difokuskan pada perbaikan dan penyempurnaan bangunan candi hingga pengembalian stupa - stupa. Pemugaran kedua ini mengalami kendala biaya sehingga terkendala masalah dan pada akhirnya dilanjutkan pada tahun 1925 sampa selesai

Candi Prambanan Secara Singkat


Sejarah Candi Prambanan Secara Singkat

Sejarah Candi Prambanan 


Candi Prambanan merupakan candi tercantik di dunia, peninggalan Hindu terbesar di Indonesia yang terletak di kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kurang lebih berjarak 17-20 kilometer di sebelah timur Yogyakarta. Candi induk pada kompleks candi Prambanan mengarah ke timur, dengan tinggi candi mencapai 47 meter. Candi Prambanan sering juga disebut dengan nama candi Roro Jonggrang.
Berdasarkan Prasasti Siwagrha, sejarah candi Prambanan dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh raja-raja dari Dinasti Sanjaya tepatnya oleh Rakai Pikatan yang kemudian diperluas oleh Balitung Maha Sambu pada masa kerajaan Medang Mataram. Pembangunannya ditujukan untuk memberi pernghormatan pada Tri-Murti yakni tiga dewa utama dalam agama Hindu. Agama Hindu mengenal Tri-Murti, yang terdiri dari Dewa Brahmana sebagai Dewa Pencipta, Siwa sebagai Dewa Pemusnah dan Wishnu sebagai Dewa Pemelihara.
Dalam Prasasti Siwagrha terdapat uraian mengenai peristiwa sejarah peperangan antara Balaputeradewa dari Dinasti Sailendra melawan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya. Balaputeradewa yang kalah melarikan diri ke Sumatera. Konsolidasi Dinasti Sanjaya inilah yang menjadi permulaan dari masa pemerintahan baru yang diresmikan dengan pembangunan gugusan candi Prambanan.
Terjadinya beberapa kali bencana alam seperti gempa bumi dan meletusnya gunung Merapi serta adanya perpindahan pusat pemerintahan Dinasti Sanjaya ke Jawa Timur telah menghancurkan kompleks candi Prambanan. Candi Prambanan dikenal kembali saat seorang Belanda bernama C.A.Lons mengunjungi pulau Jawa pada tahun 1733 dan melaporkan tentang adanya reruntuhan candi yang ditumbuhi semak belukar.

Pemugaran Kompleks Candi Prambanan

Pada tahun 1885 dilakukan usaha pertama kali untuk menyelamatkan candi Prambanan oleh Ijzerman dengan membersihkan bilik-bilik candi dari reruntuhan batu. Pada tahun 1902, Van Erp memimpin pekerjaan pembinaan terhadap candi Siwa, candi Wisnu dan candi Brahma. Perhatian terhadap candi Prambanan terus berkembang. Pada tahun 1933 berhasil disusun kembali candi Brahma dan Wisnu. Selanjutnya pemugaran diselesaikan oleh Pemerintah Indonesia. Pada tanggal 23 Desember 1953 candi Siwa selesai dipugar dan secara resmi dinyatakan selesai oleh Presiden Sukarno.
Pemerintah secara continue melakukan pemugaran candi di wilayah Prambanan, diantaranya yaitu pemugaran candi Brahma dan candi Wisnu. Pada tahun 1977 dimulai pemugaran candi Brahma. Pada tanggal 23 Maret 1987 selesai dipugar dan diresmikan oleh Prof Dr. Haryati Soebandio. Selanjutnya, Candi Wisnu mulai dipugar pada tahun 1982 dan selesai tanggal 27 April 1991 dengan diresmikan oleh Presiden Soeharto. Kegiatan pemugaran berikutnya dilakukan terhadap 3 buah candi yang berada di depan candi Siwa, Wisnu dan Brahma beserta 4 candi kelir dan 4 candi disudut.

Bentuk Kompleks Candi Prambanan

Bagian atau bilik utama dari kompleks Prambanan ditempati oleh Dewa Siwa sebagai Dewa Utama atau Mahadewa. Dari sini bisa disimpulkan bahwa Candi Prambanan merupakan Candi untuk pemujaan Dewa Siwa. Candi Siwa ini juga sering disebut sebagai candi Roro Jonggrang. Terdapat sebuah legenda di masyarakat yang bercerita tentang seorang putri yang jangkung atau jonggrang. Roro Jonggrang merupakan putri dari Raja Boko, yang konon memerintah kerajaan diatas bukit sebelah Selatan kompleks candi Prambanan. Sedangkan candi Brahma dan candi Wishnu masing-masing memiliki 1 buah bilik yang ditempati oleh patung dewa-dewa yang bersangkutan.

Bagian tepi candi dihiasi oleh pahatan relief cerita Ramayana yang dapat dinikmati jika kita berjalan mengelilingi candi dengan pusat candi selalu di sebelah kanan kita, melalui lorong itu. Cerita itu berlanjut pada candi Brahma yang terletak di sebelah selatan candi utama. Sedang pada pagar candi Wishnu yang terletak di sebelah utara candi utama, terpahat relief cerita Kresnadipayana yang menggambarkan kisah masa kecil Prabu Kresna sebagai penjelmaan Dewa Wishnu dalam membasmi kejahatan di dunia.
Masyarakat umum, berdasar legenda, mengganggap bagian candi utama yang menghadap ke utara berisi patung Roro Jonggrang. Walaupun sebenarnya itu adalah patung Dewi Durga, permaisuri Dewa Shiwa. Legenda menceritakan bahwa patung Roro Jonggrang itu sebelumnya adalah tubuh hidup dari putri Raja Boko, yang dikutuk oleh ksatria Bandung Bondowoso.
Terdapat enam buah candi, 2 kelompok candi saling berhadapan yang terletak pada sebuah halaman berbentuk bujur sangkar dengan panjang sisi 110 meter. Terdapat tiga buah candi yang berisi kendaraan ketiga Dewa Tri-Murti dihadapan ketiga candi. Ketiganya telah dipugar dan hanya candi yang didepan candi Siwa yang masih berisi patung kendaraan Dewa Siwa, seekor lembu yang bernama Nandi. Patung angsa kendaraan Dewa Brahma serta patung garuda kendaraan Dewa Wishnu yang menghuni kedua bilik lainnya, kini telah dipugar.
Didalam kompleks Prambanan masih berdiri candi-candi lain, yaitu 2 buah candi pengapit dengan ketinggian 16 meter yang saling berhadapan, yang sebuah berdiri di sebelah utara dan yang lain di sebelah selatan, 4 buah candi kelir dan 4 buah candi sudut. Halaman dalam yang dianggap masyarakat Hindu sebagai halaman paling sakral, terletak di halaman tengah yang mempunyai sisi 222 meter, yang pada mulanya berisi candi-candi perwara sebanyak 224 buah berderet-deret mengelilingi halaman dalam 3 baris. Diluar halaman tengah ini masih terdapat halaman luar yang berbentuk segi empat dengan sisi sepanjang 390 meter.

Semoga bermanfaat ya,..

Candi Borobudur lengkap

Sejarah candi Borobudur lengkap


 Sejarah candi Borobudur lengkap – Candi Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di kota Magelang, provinsi Jawa Tengah. Candi Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Karena kemegahan dan keagungannya, candi yang dibangun pada abad ke-8 ini sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan kebudayaan dunia (world heritage).
Candi Borobudur dibangun pada masa pemerintahan dinasti Syailendra. berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Sejarah berdirinya Candi Borobudur dibangun pada abad ke-8.
Asal usul candi Borobudur pun masih diliputi misteri, mengenai siapa pendiri candi Borobudur dan apa tujuan awalnya membangun candi ini. Banyak cerita dan kisah candi Borobudur beredar yang kini dikenal sebagai dongeng rakyat setempat.

Letak Candi Borobudur

Candi Borobudur terletak di kota Magelang, provinsi Jawa Tengah. Alamat Candi Borobudur lengkapnya ada di Jl. Badrawati, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi Candi Borobudur berada sekitar 100 km dari Semarang, 86 km dari Surakarta dan 40 km dari DI Yogyakarta.

Sejarah Candi Borobudur

Bagaimana sejarah Borobudur di awal pembangunan? Bagaimana sejarah berdirinya candi Borobudur dari dulu sampai sekarang? Kali ini akan dibahas mengenai sejarah candi Borobudur singkat dari awal mula berdiri, penemuan kembali dan proses pemugaran candi.

Asal Usul Candi Borobudur

Terdapat sejarah panjang dalam berdirinya candi Borobudur. Sampai saat ini tidak ditemukan bukti tertulis yang menjelaskan siapa yang membangun Borobudur dan apa tujuan membangun candi ini. Diperkirakan candi Borobudur dibangun pada tahun 800 Masehi.
Perkiraan waktu pembangunan candi didasarkan pada perbandingan antara jenis aksara yang tertulis di kaki tertutup Karmawibhangga dengan jenis aksara yang umumnya digunakan pada prasasti kerajaan abad ke-8 dan ke-9. Candi borobudur dibangun pada masa kerajaan dinasti Syailendra di Jawa Tengah yang bertepatan antara kurun waktu 760 sampai 830 Masehi.

Pendiri Candi Borobudur

Siapa yang membangun candi Borobudur? Sampai saat ini masih belum diketahui siapa yang membangun candi Borobudur. Yang jelas candi Borobudur dibangun saat kejayaan dinasti Syailendra. Selain itu juga sempat ada ketidakjelasan candi Borobudur peninggalan agama apa, apakah agama Buddha atau Hindu.
Diketahui bahwa warga dinasti Syailendra adalah penganut agama Buddha aliran Mahayana yang taat. Namun berdasarkan temuan prasasti Sojomerto menunjukkan bahwa awalnya mereka mungkin beragama Hindu Siwa. Di era banyak dibangun berbagai candi Hindu dan Buddha di dataran Kedu. Ada juga candi suci Shiwalingga di dekat kawasan Borobudur yang merupakan candi Hindu.
Meski begitu umumnya disepakati candi Borobudur peninggalan kerajaan Buddha. Candi Borobudur sendiri dibangun pada kurun waktu yang hampir bersamaan dengan candi-candi di Dataran Prambanan, meskipun Borobudurlebih dahulu selesai sekitar tahun 825 M.

Proses Pembangunan Candi Borobudur

Awal mula candi Borobudur adalah berupa rancangan stupa tunggal yang sangat besar memahkotai puncaknya. Karena stupa yang terlalu besar dan berat dianggap bisa membahayakan, maka kemudian stupa tersebut dibongkar dan diganti menjadi tiga barisan stupa kecil dan satu stupa induk seperti sekarang
Berikut adalah perkiraan tahapan pembangunan Borobudur:

Tahap pertama
Tahap pertama pembangunan candi Borobudur dilakukan dengan meletakkan fondai dasar candi. Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti dan diperkirakan dimulai pada tahun 750 Masehi. Borobudur dibangun di atas bukit alami, bagian atas bukit diratakan dan pelataran datar diperluas. Borobudur terbuat dari batu andesit, tapi tidak seluruhnya.
Bagian bukit tanah dipadatkan dan ditutup struktur batu sehingga menyerupai cangkang yang membungkus bukit tanah. Sisa bagian bukit ditutup struktur batu lapis demi lapis. Awalnya Borobudur dibangun dengan tingkatan bersusun seperti rancangan piramida. Namun susunan tersebut diubah dan sebagai gantinya dibangun tiga undakan pertama yang menutup struktur asli piramida yang diubah.

Tahap kedua
Pada tahap kedua pembangunan tidak banyak proses pembangunan dilakukan. Yang ada hanya dilakukan penambahan dua undakan persegi, pagar langkan dan satu undak melingkar. Di atasnya langsung dibangun sebuah stupa tunggal yang sangat besar.

Tahap ketiga
Pada tahap ketiga pembangunan terjadi perubahan rancangan bangunan. Undak atas lingkaran dengan stupa tunggal induk besar dibongkar dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa yang lebih kecil dibangun berbaris melingkar pada pelataran undak-undak ini dengan satu stupa induk yang besar berada di bagian tengahnya.
Fondasi candi juga agak diperlebar dan kemudian dibangun kaki tambahan yang membungkus kaki asli sekaligus menutup relief Karmawibhangga. Perubahan stupa besar dikarenakan stupa tersebut terlalu besar dan berat sehingga diganti tiga stupa kecil dan satu stupa induk.

Tahap keempat
Pada tahap keempat atau tahap terakhir pembangunan dilakukan sedikit perubahan kecil dan finishing. Perubahan kecil yang meliputi penyempurnaan relief, penambahan pagar langkan terluar, perubahan tangga dan pelengkung atas gawang pintu serta pelebaran ujung kaki.
Setelah perubahan kecil selesai, maka candi Borobudur pun selesai dibangun. Pada akhirnya Candi Borobudur diperkirakan rampung secara total pada sekitar tahun 850 Masehi.


Penemuan Candi Borobudur

 Candi Borobudur sempat tersembunyi dan telantar selama berabad-abad. Borobudur terkubur di bawah lapisan tanah dan debu vulkanik yang kemudian ditumbuhi pohon dan semak belukar sehingga Borobudur saat itu benar-benar menyerupai bukit.

Tidak diketahui kenapa Borobudur ditinggalkan dan dibiarkan tidak terawat. Diperkirakan antara tahun 928 sampai 1006 Masehi ketika Raja Mpu Sindok memindahkan ibu kota kerajaan Medang ke kawasan Jawa Timur karena adanya letusan gunung berapi menjadi faktor kenapa Borobudur ditinggalkan, meski hal ini juga belum pasti.

Masuknya kerajaan Islam di abad ke 15 juga membuat Borobudur kian dilupakan. Baru pada tahun 1814 Masehi, candi Borobudur kembali ditemukan lagi. Saat itu pulau Jawa ada di bawah pemerintahan Inggris yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles selaku gubernur jenderal. Raffles memiliki ketertarikan pada sejarah dan kebudayaan Jawa.

Saat melakukan inspeksi ke Semarang, Raffles mendengar kabar adanya monumen besar yang letaknya tersembunyi di dalam hutan dekat desa Bumisegoro. Ia kemudian mengutus H. C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki keberadaan bangunan besar ini.

Dalam 2 bulan, Cornelius beserta 200 bawahannya menebang pepohonan dan semak belukar yang tumbuh di bukit Borobudur dan membersihkan lapisan tanah yang mengubur candi ini. Ia melaporkan temuan ini dan memberi sketsa candi Borobudur pada Raffles. Raffles pun dianggap berjasa atas penemuan kembali Candi Borobudur dan mulai menarik perhatian dunia atas keberadaan monumen yang pernah hilang ini.

Hartmann, seorang pejabat pemerintah Hindia Belanda di Keresidenan Kedu meneruskan kerja Cornelius. Pada tahun 1835 Masehi, akhirnya seluruh bagian bangunan candi telah tergali dan bisa terlihat. Pemerintah Hindia Belanda menugaskan F. C. Wilsen, seorang insinyur pejabat Belanda bidang teknik untuk mempelajari monumen ini.

Setelah itu terus dilakukan penelitian terkait candi Borobudur oleh Pemerintah Hindia Belanda. Borobudur pun kian terkenal hingga mengundang kolektor candi untuk berkunjung. Borobudur juga sempat menjadi target pencuri artefak candi untuk kemudian dijual mahal.

Pada 1882, kepala inspektur artefak budaya menyarankan agar Borobudur dibongkar seluruhnya dan reliefnya dipindahkan ke museum akibat kondisi yang tidak stabil, ketidakpastian dan pencurian yang marak di monumen. Namun seorang arkeolog bernama Groenveldt yang ditunjuk pemerintah menggelar penyelidikan menyeluruh atas situs dan kemudian menyarankan agar bangunan ini dibiarkan utuh dan tidak dibongkar untuk dipindahkan.

Pemugaran Candi Borobudur

Sejarah berdirinya Candi Borobudur berlanjut dengan proses pemugaran. Pada tahun 1900 Masehi, pemerintah Hindia Belanda mengambil langkah menjaga kelestarian monumen ini. Dibentuklah komisi yang terdiri atas tiga pejabat untuk meneliti monumen ini yang terdiri dari seorang sejarawan seni bernama Brandes, seorang insinyur dan tentara Belanda bernama Theodoor van Erp dan insinyur ahli konstruksi bangunan Departemen Pekerjaan Umum bernama Van de Kamer.
Pemugaran candi dilakukan dengan memperhatikan banyak hal. Hal-hal yang dilakukan antara lain adalah perbaikan sistem drainase, pengaturan sudut bangunan, pemindahan batu yang membahayakan, penguatan pagar langkan pertama dan pemugaran beberapa relung, gerbang, stupa dan stupa utama.
Hal lain yang harus ditambahkan adalah pembuatan pagar halaman candi dan pembersihan kawasan. Proses pemugaran candi Borobudur dilakukan pada kurun 1907 sampai 1911 Masehi. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah pun beberapa kali melakukan pemugaran meski berskala kecil.
Pada akhir 1960an, pemerintah Indonesia telah mengajukan permintaan kepada masyarakat internasional untuk pemugaran besar-besaran demi melindungi monumen ini. Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan UNESCO mengambil langkah untuk perbaikan menyeluruh candi dalam suatu proyek besar yang dimulai sejak tahun 1975 sampai tahun 1982.
Setelah renovasi, tepatnya pada tahun 1991, UNESCO kemudian memasukkan Candi Borobudur ke dalam daftar Situs Warisan Dunia dan masuk dalam kriteria Budaya.
Nah itulah penjelasan mengenai sejarah singkat candi Borobudur dan asal usul candi Borobudur secara lengkap. Saat ini wisata candi Borobudur menjadi salah satu tempat wisata paling banyak dikunjungi di Indonesia. Candi Borobudur mampu menarik turis lokal dan asing selaku salah satu warisan budaya dunia yang terkenak. Sekian referensi sejarah candi Borobudur kali ini.

Semoga bermanfaat ya,..

Sejarah Penjajahan Inggris di Indonesia

 
 Sejarah Penjajahan Inggris di Indonesia – Blog ini akan mencoba menyajikan artikel tentang sejarah penjajahan Inggris di Indonesia. Seperti tercatat dalam sejarah, Indonesia pernah berada dalam jajahan Inggris. Inggris secara resmi menjajah Indonesia lewat perjanjian Tuntang (1811) dimana perjanjian Tuntang memuat tentang kekuasaan belanda atas Indonesia diserahkan oleh Janssens (gubernur Jenderal Hindia Belanda) kepada Inggris.
Namun sebelum perjanjian Tuntang ini, sebenarnya Inggris telah datang ke Indonesia jauh sebelumnya. Perhatian terhadap Indonesia dimulai sewaktu penjelajah F. Drake singgah di Ternate pada tahun 1579. Selanjutnya ekspedisi lainnya dikirim pada akhir abad ke-16 melalui kongsi dagang yang diberi nama East Indies Company (EIC). EIC mengemban misi untuk hubungan dagang dengan Indonesia. Pada tahun 1602, armada Inggris sampai di Banten dan berhasil mendirikan Loji disana. Pada tahun 1904, Inggris mengadakan perdagangan dengan Ambon dan Banda, tahun 1909 mendirikan pos di Sukadana Kalimantan, tahun 1613 berdagang dengan Makassar (kerajaan Gowa), dan pada tahun 1614 mendirikan loji di Batavia (jakarta). Dalam usaha perdagangan itu, Inggris mendapat perlawanan kuat dari Belanda. Belanda tidak segan-segan menggunakan kekerasan untuk mengusir orang Inggris dari Indonesia. Setelah terjadi tragedi Ambon Massacre, EIC mengundurkan diri dari Indonesia dan mengarahkan perhatiannya ke daerah lainnya di Asia tenggara, seperti Singapura,  Malaysia, dan Brunei Darussalam sampai memperoleh kesuksesan. Inggris kembali memperoleh kekuasaan di Indonesia melalui keberhasilannya memenangkan perjanjian Tuntang pada tahun 1811. Selama lima tahun (1811 – 1816), Inggris memegang kendali pemerintahan dan kekuasaanya di Indonesia.
Indonesia mulai tahun 1811 berada dibawah kekuasaan Inggris. Inggris menunjuk Thomas Stanford Raffles sebagai Letnan Gubernur jenderal di Indonesia. Beberapa kebijakan Raffles yang dilakukan di Indonesia antara lain:
  • Jenis penyerahan wajib pajak dan rodi harus dihapuskan;
  • Rakyat diberi kebebasan untuk menentukan tanaman yang ditanam;
  • Tanah merupakan milik pemerintah dan petani dianggap sebagai penggarap tanah tersebut;
  • Bupati diangkat sebagai pegawai pemerintah.
Akibat dari kebijakan diatas, maka penggarap tanah harus membayar pajak kepada pemerintah sebagai ganti uang sewa. Sistem tersebut disebut Lnadrent atau sewa tanah. Sistem tersebut memiliki ketentuan, antara lain:
  1. Petani harusmenyewa tanah meskipun dia adalah pemilik tanah tersebut;
  2. Harga sewa tanah tergantung kepada kondisi tanah;
  3. Pembayaran sewa tanah dilakukan dengan uang tunai;
  4. Bagi yang tidak memiliki tanah dikenakan pajak kepala.
Sistem landrent ini diberlakukan terhadap daerah-daerah di Pulau jawa, kecuali daerah-daerah sekitar Batavia dan parahyangan. Hal itu disebabkan daerah-daerah Batavia pada umumnya telah menjadi milik swasta dan daerah-daerah sekitar Parahyangan merupakan daerah wajib tanam kopi yang memberikan keuntungan yang besar kepada pemerintah. Selama sistem tersebut dijalankan, kekuasaan Bupati sebagai pejabat tradisional semakin tersisihkan karena trgantikan oleh pejabat berbangsa Eropa yang semakin banyak berdatangan.
Raffles berkuasa dalam waktu yang cukup singkat. Sebab sejak tahun 1816 kerajaan Belanda kembali berkuasa di Indonesia. Pada tahun 1813, terjadi prang Lipzig antar Inggris melawan Prancis. Perang itu dimenangkan oleh Inggris dan kekaisaran Napoleon di Prancis jatuh pada tahun 1814. Kekalahan Prancis itu membawa dampak pada pemerintahan di negeri Belanda yaitu dengan berakhirnya pemerintahan Louis Napoleon di negeri Belanda. Pada tahun itu juga terjadi perundingan perdamaian antara Inggris dan Belanda.  Perundingan itu menghasilkan Konvensi London atau Perjanjian London (1814), yang isinya antara lain menyepakati bahwa semua daerah di Indonesia yang pernah dikuasai Belanda harus dikembalikan lagi oleh Inggris kepada Belanda, kecuali daerah Bangka, Belitung dan Bengkulu yang diterima Inggris dari Sultan Najamuddin. Penyerahan daerah kekuasaan di antara kedua negeri itu dilaksanakan pada tahun 1816. Dengan demikian mulai tahun 1816, Pemerintah Hindia-Belanda dapat kembali berkuasa di Indonesia.
Demikianlah artikel Sejarah penjajahan Inggris di Indonesia, semoga artikel sederhana ini dapat memberikan wawasan kesejarahan bagi kita semua.

Penjajahan Bangsa Portugis di Indonesia

Penjajahan Bangsa Portugis di Indonesia

Pada 1453 M, Konstantinopel yang dulu menjadi pasar rempah - rempah bagi orang - orang Eropa, dikuasai oleh orang - orang Turki Utsmani. Rempah - rempah ini sangat penting bagi orang - orang Eropa sebagai penghangat tubuh disaat musim dingin. Berabad - abad orang arab memperdagangkan rempah - rempah sebagai komoditi dagangan mereka tanpa menceritakan dari mana asal rempah - rempah ini kepada orang - orang Eropa. Dikuasainya Konstantinopel secara tidak langsung menuntut orang - orang eropa mencari jalan sendiri untuk mendapatkan rempah - rempah. Pada saat itu masih ada mitos bahwa bumi itu bagaikan sebuah meja yang memiliki ujung dimana mitos tersebut masih sangat dipercayai oleh para nelayan yang seakan menghambat mereka mengeksplore bumi melalui pelayaran.
Perlu di catat bahwa pada masa - masa awal pelayaran oleh bangsa Eropa, mereka tidak secanggih orang - orang arab dalam mengarungi lautan. Orang arab lebih berpengalaman dalam hal navigasi pelayaran mereka yaitu dengan melakukan perdagangan Arab, India, Nusantara dan Cina.

Portugis memiliki rival tetangga negaranya yaitu bangsa Spanyol yang bebatasan langsung dengan Portugis. Keduanya menginginkan melakukan penjelajahan samudera untuk menemukan rempah - rempah. Keduanya sama - sama tunduk pada vatikan sebagai induk yang menaungi agama mereka. Oleh karena itu vatikan membagi dua jalur perdagangan melalui perjanjian Thordesillas pada 7 Juni 1494 di Tordesillas. Isi dari perjanjian ini yaitu membagi dua wilayah dunia di luar Eropa yang dimulai dari kepulauan Tanjung Verde.

Untuk wilayah timur nantinya akan dikuasai Portugis dan sebelah barat dikuasai oleh Spanyol. Perjanjian ini disahkan oleh kedua negara pada waktu yang berbeda yakni Spanyol mengesahkan pada 2 Juli dan Portugis pada 5 September 1494. Perjanjian ini merupakan langkah awal penjelajahan Eropa untuk mengelilingi dunia dan menemukan wilayah - wilayah baru. Pada waktu itu Spanyol dan Portugis merupakan kerajaan yang kuat dengan armada laut, teknologi navigasi hingga perlengkapan kapal yang maju apabila dibandingkan dengan negara Eropa lainnya. Keadaan ini menimbulkan persaingan terutama dalam hal perluasan wilayah dan perdagangan.

Tujuan Portugis Datang ke Indonesia
Tujuan pelayaran Portugis ke Indonesia dikenal dengan 3G yaitu Gold, Glory, dan Gospel.
  1. Gold (Emas), Tujaun pertama yaitu mendapatkan keuntungan yang besar atau dilambangkan dengan emas. Keuntungan tersebut diambil dari perdagangan rempah - rempah, dengan mengambil rempah - rempah dengan harga yang murah di Maluku kemudian menjual dengan harga yang tinggi di Eropa.
  2. Glory (Kejayaan), Kejayaan disini diartikan sebagai perluasan wilayah yang dilakukan oleh para pelaut Eropa. Kejayaan juga dapat diartikan sebagai pencarian daerah jajahan di wilayah Asia Tenggara yang kaya akan rempah - rempah
  3. Gospel (Penyebaran agama), Portugis merupakan negara dengan agama Nasrani yang kuat, maka dari itu misi pelayaran Portugis ke daerah - daerah singgahan juga disertai misi penyebaran agama. Hal ini terlihat di daerah Maluku yang pada saat itu dipengaruhi agama Nasrani.

1. Pelayaran Bartholomeus Diaz
Setelah dikelurkannya perjanjian Thordesillas, pelaut portugis dibawah pimpinan Bartholomeus Diaz mencoba mencari jalan sendiri untuk mencapai dunia timur yang mereka anggap sebagai asal dari rempah - rempah. Namun pelayaran Bartholomeus Diaz cuma sampai di ujung Afrika Selatan tepatnya di Tanjung Harapan pada 1496 M. Hal ini disebabkan karena ombak yang terlalu besar dan kapal - kapal yang dibawa Bartholomeus Diaz tidak mampu melewatinya. Tempat tersebut kemudian dinamakan Tanjung Harapan atau Cape og Good Hope.

Pada awalnya Dias menamakan Tanjung Harapan sebagai Tanjung Badai atau Cabo das Tormentas, namun Raja John II dari Portugal mengganti dengan Tanjung Harapan atau Cabo da Boa Esperanca karena dari pelayaran ini mewakili pembukaan rute menuju ke timur.

2.  Pelayaran Vasco da Gama
Keberhasilan Bartolomeus Dias mencapai Tanjung Harapan membuat pencapaian baru pada pelayaran Portugis. Pelayaran ini kemudian dilanjutkan oleh Vasco da Gama yang ditugaskan oleh Raja Manuel I untuk menyebarkan agama Kristen serta serta mendapatkan akses ke benua timur meneruskan pendahulunya yaitu Bartolomeus Diaz. Raja Manuel I mengira bahwa India merupakan Kerajaan Kristen dari Prester John.

Dengan berbekal arahan dari pendahulunya Bartholomeus Diaz dan tugas yang diberikan Raja Manuel I, Vasco da Gama memulai pelayarannya hingga sampai ke India dan memungkinkan melakukan kegiatan perdagangan tanpa melalui jalur sutera yang dianggap mahal dan tidak aman. Pertaruhan di lakukan Vasco da Gama bermodalkan 170 kelasi dan 4 kapal, namun saat kembali ke Portugis pada 1499 menyisakan 54 kelasi dan 2 kapal saja. Namun, pelayaran yang dilakukan Vasco da Gama menghasilkan era dominasi negara - negara Eropa di Asia. Hal ini membuka jalan bagi negara Eropa untuk memperluas wilayahnya di daerah Asia dengan kolonialisme. Bahkan selama 450 tahun, Portugis menjajah India dengan mengeruk kekayaan serta kekuasaan bagi Portugis.

Rombongan Vasco da Gama tiba di india pada 20 Meri 1498 dimana pada saat itu terjadi adanya perundingan dengan penguasa setempat (Zamorin) yang kemudian menghasilkan Wyatt Enourato dalam perlawanan dari pedagang arab. Pada akhirnya pihak Portugis mendapatkan konsesi berisi hak melakukan perdagangan dengan syarat Vasco da Gama meninggalkan tempat tersebut dan sebagai jaminannya Vasco da Gama menyerahkan semua barangnya sebagai jaminan. Vasco da Gama mempertahankan barangnya, namun ia meninggalkan beberapa awak kapal untuk memulai mendirikan pos perdagangan di India untuk kemudian kembali ke Portugis.

3. Pelayaran Alfonso d'Albuquerque
Dari persinggahan orang - orang Portugis di India, mereka mendengar bahwa India bukanlah tempat penghasil rempah - rempah. Mereka mengetahui dari pedagang yang ada di India bahwa terdapat pusat perdagangan rempah - rempah di daerah yang bernama Malaka. Oleh karena itu, dipersiapkan adanya ekspedisi lanjutan untuk menemukan Malaka. Armada lengkap di bawah pimpinan Alfonso d'Albuquerque pun di persiapkan untuk menguasai Malaka. Pada 1511 M Portugis mampu menguasai Malaka. Dari pendudukan ini, mereka menyadari bahwa Nusantara merupakan surga rempah - rempah, terlebih daerah Kepulauan Maluku. Pada 1512 M Portugis sudah samapi di Maluku di bawah pimpinan Francisco Serro dan menguasai Maluku.

Dikuasainya Malaka dan Maluku oleh Portugis membuat para pedagang arab semakin terdesak. Para pedagang arab tidak bisa leluasa melewati selat Malaka sebagai satu - satunya jalur menuju Cina serta sebagai pusat perdagangan rempah - rempah dengan adanya monopoli perdagangan oleh Portugis. Tindakan Monopoli ini berlaku juga untuk pribumi, hingga terjadi perlawanan - perlawanan. Seperti pada tahun 1512 M, seorang pemuka masyarakat bernama Pate Kadir melancarkan perlawanan terhadap Portugis di Malaka. Dari perlawanan ini, ia bersekutu dengan Hang Nadim da menyerang pusat kota. Namun penyerangan ini tidak berhasil dan mengharuskan ia melarikan diri ke Jepara dan selajutnya ke Demak.

Demak sebagai kerajaan yang berdiri di Jawa menyiapkan perlawanan kepada Portugis yang menduduki Malaka. Pasukan penyerangan terhadap Portugis dipimpin oleh Pati Unus yang bergabung dengan Pate Kadir beserta pasukannya. Dengan 100 perahu pada 1513, ribuan prajurit menyerang Malaka. Namun kekuatan Demak dan Kadir belum bisa menandingi Portugis dan mengalami kegagalan. Dari kegagalan penyerangan ini memperkokoh posisi Portugis di Nusantara. Kemudian Portugis memperluas monopolinya hingga ke bagian kepulauan - kepulauan Nusantara.

Pada 1513 bangsa Portugis tiba di Ambon yang merupakan penghasil cengkeh dan membangun benteng pertahanan serta membentuk peraturan dan menyebarkan agama Kristen di Ambon.Tanpa diketahui, Spanyol juga sampai di Maluku tepatnya di Tidore, sebelumnya di daerah Maluku terdapat dua kerajaan yaitu Ternate dan Tidore. Ternate berada pada pengaruh Portugis dan Tidore berada di bawah pengaruh Spanyol. Pada 1522, Portugis berhasil mengusir Spanyol dari Tidore dan kemudian memonopoli rempah - rempah di Ternate dan kemudian muncullah perlawanan - perlawanan terhadap Portugis.

Pengaruh Portugis di Nusantara
Portugis sebagai bangsa yang menjajah Indonesia mempunyai pengaruh tersendiri bagi bangsa Indonesia, diantaranya :
  1. Berkembangnya agama Kristen terutama di daerah Maluku
  2. Berkembangnya aliran musik kroncong
  3. Peninggalan berupa benteng - benteng Portugis
  4. Adanya nama - nama Indonesia yang menggunakan nama Portugis
  5. Peninggalan berupa meriam
 Selama berada di Maluku, bangsa Portugis memperngaruhi kebudayaan mereka dengan adanya balada keroncong romantis yang berasal dari iringan gitar. Selain itu kosakata bahasa Indonesia juga mendapat pengaruh dari Portugis, seperti kata pesta, sabun, bendera, meja, Minggu dan lain - lain. Pengaruh bahasa Portugis ini seakan menjadi pelengkap bahasa Melayu sebagai lingua franca di Nusantara. Bahkan di daerah Ambon, banyak nama - nama yang berbau Portugis seperti da Costa, Mandoza, da Silva dan lain - lain.

Kebijakan Kerajaan Portugis di Indonesia
Portugis menjajah Indonesia dari tahun 1512 M hingga 1641 M. Beberapa kebijakan diterapkan di Indonesia terutama di daerah Maluku. Kebijakan tersebut diantaranya :
  1. Menanamkan kekuasaan di Maluku
  2. Menyebarkan agama Katolik 
  3. Mengembangkan bahasa dan musik keroncong
  4. Memonopoli perdagangan
Kebijakan yang dilakukan Portugis ini sangat merugikan petani terutama adanya sistem monopoli perdagangan karena Portugislah yang mematok harga dari rempah - rempah tersebut. Petani juga tidak leluasa menjual rempah - rempahnya ke pihak lain selain Portugis. Dengan adanya sistem monopoli ini membuat Portugis mendapat keuntungan yang sangat besar.  Berikut ini merupakan dampak dari adanya kebijakan - kebijakan yang diberlakukan oleh Portugis :
  1. Terganggunya sistem perdagangan
  2. Agama Katolik mulai menyebar di daerah yang diduduki Portugis
  3. Rakyat menjadi miskin dan menderita
  4. Munculnya rasa persatuan untuk melawan Portugis di Maluku
  5. Bahasa Portugis bercampur dan memperkaya perbendaharaan kata, serta mempengaruhi nama - nama keluarga di daerah Maluku
  6. Berkembangnya seni musik keroncong

Periode Kejayaan Portugis di Nusantara
Berikut ini adalah periode kejayaan bangsa Portugis yang menduduki kawasan Nusantara :
  • Periode 1511 sampai 1526 Portugis selama kurang lebih 15 tahun menjadi kerajaan yang menguasai sebagian dari Sumatera, Jawa, Banda dan Maluku
  • Pada 1511 Portugis mengalahkan dan menguasai wilayah Malaka
  • Pada 1512 Potugis mengadakan perjanjian dagang yang merupakan monopoli lada pada kerajaan Sunda
Berbagai Perlawanan di Daerah Terhadap Penjajahan Portugis
Berikut ini adalah perlawanan - perlawanan di beberapa daerah terhadap pendudukan Portugis di Indonesia :
1.  Perlawanan Kesultanan Ternate
Perlawanan Ternate terjadi karena adanya tindakan bangsa Portugis yang sewenang - wenang serta merugikan rakyat. Perlawanan ini dipimpin oleh Sultan Hairun dari Ternate. Seluruh rakyat di Nusantara dari Irian hingga Jawa diserukan untuk melakukan perlawanan terhadap Portugis. Namun, Portugis mampu melakukan tipu muslihat dan akhirnya Sultan Hairun meninggal pada 1570 M. Pada perlawanan berikutnya oleh Sultan Baabullah, Portugis berhasil di usir dari Maluku pada 1575 M dan selanjutnya menyingkir ke daerah Timor Timur.

2. Perlawanan Kesultanan Demak
Dominasi Portugis di Malaka membuat perdagangan yang semula dilakukan oleh pedagang arab maupun orang - orang Islam di Nusantara menjadi terhambat. Oleh karena itu, Kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam yang ada di Nusantara melakukan perlawanan dengan mengirim pasukan di bawah pimpinan Pati Unus untuk menyerang Malaka. Serangan Kerajaan Demak berlangsung selama dua tahun yaitu pada 1512 M dan 1513 M. Serangan ini tidak berhasil, hingga kemudian pada 1527 M serangan kepada Portugis yang telah menguasai Sunda Kelapa akhirnya dimenangkan oleh Demak dan mengusir Portugis dari Sunda Kelapa. Nama Sunda Kelapa kemudian dirubah menjadi Jayakarta.

3. Perlawana Kesultanan Aceh
Ketika masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada 1607 M hingga 1639 M, Aceh merencanakan sebuah penyerangan kepada Portugis yang menduduki Malaka. Dengan 800 prajurit Aceh menyerang Portugis pada 1629 M namun mengalami kegagalan.
Peninggalan Bangsa Portugis di Indonesia 
Peninggalan bangsa Portugis di Indonesia diantaranya :

1. Prasasti Padrao
Prasasti Padrao merupakan prasasti berupa tiang yang memuat gambar lambang Kerajaan Portugis sebagai lambang bahwa wilayah tersebut merupakanbagian dari wilayah Portugis pada masa penjelajahan setelah adanya perjanjian Tordesillas pada 1494 dan Zaragosa. Padrao berasal dari bahasa Portugis yang berarti batu. Di daerah Sunda Kelapa ditemukan Prasasti Padraoyang merupakan perjanjian dengan Kerajaan Sunda oleh kongsi dagang Portugis di bawah pimpinan Enrique Leme dan membawa barang - barang untuk Raja Samian atau Sanghyang Surawisesa. Prasasti ini ditemukan di daerah sudut Jalan Kali Besar Timur dan Jalan Cengkeh, Jakarta Barat pada 1918. Sekarang prasasti ini disimpan di Museum Nasional di Jakarta.


2. Benteng Portugis
Portugis meninggalkan banyak sekali benteng - benteng terutama di wilayah timur Indonesia. Hal ini dikarenakan Portugis lebih memilih daerah timur karena kaya akan rempah - rempah. Selain sebagai tempat pertahanan, benteng sekaligus dimanfaatkan sebagai tempat pengurusan administratif dan tempat penyimpanan rempah - rempah.

Penjajahan Bangsa Spanyol di Indonesia

Penjajahan Bangsa Spanyol di Indonesia

Seperti halnya penjajahan bangsa Portugis di Indonesia, Spanyol juga pernah menduduki wilayah Indonesia. Ekspedisi kerajaan Spanyol untuk menemukan sumber rempah - rempah mendapat dukungan dari kerajaannya untuk menyaingi Portugis yang sama - sama memiliki ambisi menemukan daerah - daerah baru penghasil rempah - rempah. Kedatangan bangsa Spanyol ke Indonesia juga memiliki tujuan yang sama dengan bangsa Portugis diantaranya, mencari daerah baru untuk dikuasai, menyebarkan agama, serta mencari daerah perdagangan rempah - rempah. Berikut ini merupakan pelayaran - pelayaran yang dilakukan bangsa Spanyol untuk mencapai Nusantara.

1. Pelayaran Cristhoper Columbus
Cristhoper Colombus atau terkadang ditulis Cristoforus Columbus lahir di Genoa, Italia pada tahun 1451. Ia merupakan nahkoda yang handal serta dikenal sebagai seorang penjelajah dan pedagang. Ketika gencar - gencarnya bangsa Eropa mencari jalan menuju Asia Timur, ia meyakini bahwa untuk menemukan daratan Asia Timur akan lebih cepat apabila berlayar ke arah barat melintasi Samudra Atlantik. Rencana ini terkendala dana, maka ia membujuk Ratu Isabella I untuk mendanai ekspedisi ini. Akhirnya disetujui dan Columbus berangkat pada 3 Agustus 1492 di Pelabuhan Paulus Spanyol. Ekspedisi ini berlabuh pertama kali di Kepulauan Canary, lepas pantai Afrika. Selanjutnya pada 6 September pelayaran dilanjutkan ke arah barat. Pelayaran ini beresiko sangat tinggi karena banyak awak kapal yang merasa ingin membatalkan keikutsertaan dalam ekspedisi ini. Namun, Columbus bersikukuh untuk melanjutkan ekspedisi ini. Dengan 120 pelaut dan tiga kapal selama 30 hari, akhirnya Columbus menemukan sebuah daratan yang mereka anggap sebagai India. Daerah tersebut adalah Kepulauan Salvador yang berada di Benua Amerika.

Perjalanan Pertama Chritoper Columbus
Ekspedisi pertama Columbus, ia membawa tiga kapal yaitu dua kapal kecil Nina dengan kapten Vicente Pinzon Yanez, Pinta dengan kapten Martin Alonzo Pinzon, serta satu kapal besar Santa Maria yang dikapteni oleh Columbus sendiri. Mereka berlayar dari Palos, Spanyol pada 3 Agustus 1492. Kemudian pada tanggal 11 Oktober 1492 mereka melihat pulau - pulau Karibia di tenggara Amerika Utara. Mereka kemudian singgah di Guanahani, dan kemudian Columbus menyebutnya sebagai San Salvador. Kedatangan awak kapal Columbus disambut baik oleh orang Indian Taino lokal, namun Columbus menangkap sebagian dari suku Indian untuk dijual sebagai budak. Columbus mengira bahwa ia sudah sampai di Asia dan kemudian mengeksplorasi pulau - pulau sekitar untuk menjarah emas, Columbus melanjutkan perjalanannya ke pulau - pulau Hispaniola yang kemudian menjadi Haiti, Kuba, serta pulau - pulau kecil lainnya. Ketika perjalanan kembali ke Spanyol, kapal Santa Maria rusak dan kapal Pinta berlayar sendiri untuk mencoba menyaingi Columbus. Akhirnya Cristhoper Columbus sampai di Spanyol pada 15 maret 1493.

Perjalanan Kedua Columbus
Perjalanan kedua Columbus yang dilakukan pada 25 September 1493 sampai 11 Juni 1496, Columbus berlayar bersama 17 kapal serta 1.200 hingga 1.500 orang awak kapal untuk menemukan emas dan menangkap orang - orang Indian sebagai budak. Columbus kemudian membuat pangkalan di Hispaniola serta melakukan pelayaran di sekitar Hispaniola dan sepanjang selatan Kuba. Selain itu ia juga menamai pulau Dominika pada 3 November 1493

Perjalanan Ketiga Columbus
Perjalanan ketiga diawali pada 30 Mei 1498 hingga Oktober 1500, Cristhoper Columbus meluaskan wilayah jelajahnya hingga ke daerah selatan benua Amerika yaitu Trinidad dan Venezuela. Tercatat Columbus merupakan orang Eropa pertama yang menginjakkan kaki di benua Amerika semenjak Viking Leif Ericsson.

Perjalanan Keempat Columbus
Ekspedisi terakhir Columbus dimulai pada 9 Mei 1502 hingga 7 November 1504, Columbus melakukan pelayaran hingga ke Meksiko, Honduras dan Panama (Amerika Tengah) serta Santiago (Jamaica).

2. Pelayaran Ferdinan Magelhaens
Magelhaens atau Magellan merupakan seorang keturunan Portugis yang telah lama bekerja di pemerintahan Spanyol. Ia memiliki ambisi untuk mencapai daerah penghasil rempah - rempah di Maluku. Pada 10 Agustus 1519, ia bersama lima kapal dan 165 orang berangkat dari Spanyol, kapal yang ditumpanginya dipimpin oleh Kapten Juan Sebastian del Cano. Di dalam kapal Magellhaens terdapat seorang penulis yang bernama Pigafetta dari Italia.

Perjalanan ini di tulis oleh Pigafetta yang kemudian menjadi acuan kisah perjalanan Magelhaens. Ekspedisi Magelhaens melanjutkan rute ekspedisi Columbus dengan melalui Samudera Atlantik dilanjutkan ke barat hingga ke pantai timur Amerika Selatan diteruskan ke ujung Benua Amerika.. Mereka melewati selat itu kemudian menamakannya dengan selat Magelhaens.

Tahun 1521, Magelhaens menyebrangi Samudera Pasifik hingga sampai di Kepulauan Massava. Kepulauan tersebut kemudian dikenal dengan nama Filipina yang diambil dari nama Raja Spanyol Philips III. Di Filipina, Magelhaens membuat tugu peringatan bahwa kepulauan tersebut merupakan wilayah Spanyol. Sama dengan Portugis, Spanyol juga menyebarkan agama di wilayah - wilayah persinggahannya. Penyebaran agama ini di sebagian daerah menimbulkan perlawanan - perlawanan, seperti perlawanan orang - orang Mactan yang mengakibatkan Magelhaens terbunuh. Pada akhirnya orang - orang Spanyol harus meninggalkan Filipina untuk pergi ke daerah selatan. Awak kapal yang tersisa akhirnya mendarat di Maluku, di tempat ini mereka menemukan rempah - rempah dan kapal yang tersisa hanya dua saja yaitu Victoria dan Trinidad.

Pada 1521 bangsa Spanyol sampai di Tidore (Maluku) yang kemudian singgah di Bacan dan Jailolo. Ekspedisi ini dilanjutkan oleh Kapten Del Cano yang memimpin ekspedisi Magelhaens dan kemudian disebut ekspedisi Magelhaens Del Cano berasal dari nama dua orang yang berbeda. Kedatangan bangsa Spanyol disambut baik oleh orang - orang Maluku karena pada saat itu orang - orang Maluku sedang melakukan perlawanan terhadap Portugis.

Kedatangan bangsa Spanyol di Maluku merupakan impian yang menjadi nyata bagi bangsa Spanyol yaitu sampai di daerah penghasil rempah - rempah. Orang - orang Spanyol kemudian melakukan perdagangan dengan orang - orang Maluku. Kedatangan dan perdagangan bangsa Spanyol di Maluku menimbulkan pertentangan oleh bangsa Portugis yang menganggap bahwa Spanyol melanggar hak monopoli Portugis.Selanjutnya terjadi persaingan dagang antara Portugis dan Spanyol. Persaingan ini juga sejalan dngan dua kerajaan yang sedang bersekutu di Maluku yaitu Kerajaan Ternate dan Tidore. Penyelesaian dari konflik ini yaitu dilakukannya perjanjian Saragoza (Spanyol) pada 1529. Perjanjian ini berisi :
  • Spanyol meninggalkan Maluku dan melakukan perdagangan di Filipina
  • Portugis tetap melakukan kegiatan perdagangan di Kepulauan Maluku. 
Setelah adanya perjanjian ini, Spanyol kemudian kembali ke negaranya melalui jalur barat hingga sampai di Tanjung Harapan dan sampai di Spanyol pada 1522. Ekspedisi ini memakan waktu 3 tahun dari 1519 sampai 1522 dan tersisa 17 orang. Ekspedisi ini dianggap sangat penting bagi sejarah manusia dan ilmu pengetahuan. Hal ini membuktikan bahwa dunia itu bulat, Magellan sebagai pelaut besar yang dikenal dalam sejarah pelayaran. Kemudian raja Spanyol memberikan penghormatan besar kepada pelayaran Magellan Del Cano dan memberikan tiruan bola bumi. Pada bola bumi ini terdapat lilitan tulisan dengan arti "Engkaulah yang pertama kali mengitari diriku".