This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 September 2018

Kebudayaan Bali

KEBUDAYAAN BALI – Pada kesempatan kali ini kita akan sedikit melihat dan sedikit berkenalan dengan yang namanya kebudayaan bali. Diantara kalian siapa sih yang kenal dengan bali? Tentunya pada kenal dong yah dengan Pulau Bali ini? Ya, saya memang sangat kenal sekali dengan Pulau Dewata Bali ini.
Pulau Bali merupakan salah satu pulau yang ada di Indonesia yang menyediakan beberapa tempat wisata yang sangat unik dan indah, tentunya bagi kalian yang sudah pernah berkunjung ke Pulau Bali ini pasti mengetahui apa saja tempat-tempat wisata yang ada di Pulau Bali tersebut.
Yang perlu kalian tahu, di Pulau Bali ini bukan hanya menawarkan keindahan-keindahan tempat wisata saja loh, tetapi pulau bali ini menawarkan Kebudayaan Bali yang sangat banyak sekali kategori nya.
Diantara kalian pasti ada aja dong yang belum mengetahui tentang apa saja sih isi dari Kebudayaan Bali ini?
Nah, maka dari itu pada kesempatan kali ini saya akan sedikit membahas tentang kebudayaan bali yang insha allah pembahasan ini dapat bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan kita tentang kebudayaan.

Kebudayaan Bali

kebudayaan bali
trevelsia.com
Kebudayaan dan kesenian yang ada pada Pulau Bali ini menjadikan Pulau Bali ini memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi para wisata-wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.
Para wisata-wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali ini bukan hanya sekedar menikmati suasana wisata alamnya saja, tetapi kebanyakan dari wisata-wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut untuk menikmati kebudayaan bali.
Apabila pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang kebudayaan dari suku lain, maka pada kali ini kita akan membahas tentang kebudayaan bali, dan berkenalan dengan rumah adat, pakaian adat, tarian daerah, dan adat istiadat. Berikut lah ulasannya.

Rumah Adat Bali

kebudayaan bali
lihat.co.id
Salah satu dari contoh rumah adat bali disebut dengan Gapura Candi Bentar. Gapura Candi Bentar ini adalah puntu masuk menuju istana raja yang merupakan rumah adat bali juga, Gapura Candi Bentar dibuat dari batu yang berwarna merah dan diukir oleh batu cadas.
Balai Benggong posisinya terletak di sisi kanan dan Balai Wantikan ini posisinya terletak pada sisi sebelah kiri. Apa sih Balai Benggo itu? Balai Benggo ialah tempat peristirahatan raja dan keluarganya, lalu dengan Balai Wantikan? Balai Wantikan ini ialah tempat pagelaran kesenian.
Secara umumnya, rumah adat bali ini dipenuhi dengan hiasan pernak-pernik, ukiran-ukiran dengan warna yang alami kemudian patung-patung simbol ritual. Bangunan rumah adat bali ini terpisah-pisah sehingga bangunan rumah adat bali ini menjadi banyak bangunan-bangunan kecil dalam satu wilayah.


Pakaian Tradisional Bali

kebudayaan bali
senibudayaku.com
Pakaian tradisional bali laki-laki berbentuk destra (ikat kepala), kain songket, saput, dan dilengkapi dengan sebilah keris yang diselipkan didaerah pinggang bagian belakang.
Sedangkan dengan pakaian adat bali wanita ini menggunakan dua helai kaing songket, setagen songket dan selendang, selain menggunakan dua helai kain songket dan lain sebagainya, pakaian adat bali untuk wanita ini dilengkapi dengan hiasan-hiasan bunga emas dan hiasan bunga kamboja diatas tepat pada kepala.
Perhiasan-perhiasan untuk menghias pakaian adat bali khusus wanita ini adalah seperti kalung, subang, dan gelang.

Tarian Tradisional Bali

kebudayaan bali
wordpress.com
Selain dari pakaian adat, rumah adat, senjata tradisional, kebudayaan-kebudayaan bali, dan lain sebagainya, Pulau bali ini memiliki beberapa macam tarian-tarian tradisional yang sangat unik, biasanya tarian tradisional ini akan diselenggarakan ketika adanya suatu acara-acara besar.
Berikut dibawah ini akan ada penjelasan tentang berbagai macam tarian tradisional bali:

1. Tari Panji Semirang

kebudayaan bali
goresantintaedy.blogspot.co.id
Tarian tradisional ini namanya Tari Panji Semirang. Tari Panji Semirang ini dimainkan oleh wanita, Tari Panji Semirang ini ialah tarian yang melambangkan seorang putri raja yang bernama Galuh Cadrakirana, yang mana putri raja itu menyamar menjadi seorang laki-laki sesudah kehilangan suaminya
Didalam lambangnya ia mengganti namanya menjadi Raden Panji, maka dari itulah tarian tersebut disebut dengan Tari Panji Semirang

2. Tari Pendet

 

kebudayaan bali
indonesiakaya.com
Tari tradisional bali ini diberi nama dengan sebutan Tari Pendet, yang mana Tari Pendet ini dimainkan untuk penyambutan kedatangan para tamu-tamu undangan dengan menaburkan bunga-bunga, Tari Pendet dimainkan oleh seorang wanita, dan penari-penari Tari Pendet ini memiliki senyuman yang sangat manis.
Awal mulanya tarian ini hanya digunakan ketika adanya acara-acara ibadah di pura sebagai bentuk penyambutan-penyambutan kepada dewa yang turun kedalam bumi.

3. Tari Kecak

kebudayaan bali
infokebali.com
Tari kecak, tari kecak ini adalah tarian yang sangat terpopuler di daerah Pulau Bali. Tarian ini dimainkan oleh puluhan anggota dari kalangan laki-laki, yang mana tarian ini dimainkan sambil duduk dan melingkar.
Tari Kecak ini menceritakan tentang kisah cerita Ramayana ketika barisan seekor kera membantu Rama untuk melawan Rahwana.
Lagu yang mengiringi tari kecak ini diambil dari ritual-ritual tarian sanghyang, yang mana sanghyang ini tradisi tarian dan penari-nya itu akan berada dibawah alam sadar (Tidak Sadar), melakukan hubungan komunikasi dengan tuhan atau dengan roh (Arwah) para leluhurnya, lalu menyampaikan harapan-harapan yang di inginkan-nya kepada masyarakat.

Senjata Tradisional Bali – Keris Bali

kebudayaan bali
duniapusakagallerykeris.blogspot.co.id
Pada setiap masing-masing daerah pasti memiliki yang namanya dengan senjata tradisional, yang mana senjata tradisional itu ketika zaman dahulu dipergunakan dengan baik untuk berperang melawan musuh-musuh yang menyerang diri kita, berburu atau sebagai alat pelengkap ketika adanya kegiatan resmi.
Menurut kisah cerita, keris bali ini merupakan salah satu peninggalan  dai kekuasan Kerajaan Majapahit. Konon katanya, keris ini kebudayaan Majapahit yang sangat kuat, sehingga alat pertempuran seperti keris ini diangkat oleh kerajaan-kerajaan di Pulau Bali atau bisa disebut dengan Pulau Dewata.
Menurut filosofi, keris bali ini dilihat sebagai simbol dari nilai ajaran-ajaran tentang kehidupan agama Hindu. Bahkan, mereka mempunyai hari-hari tertentu untuk beribadah ketika akan merawat kesucian keris pusaka yang dimiliki olehnya.
Keris ini dijadikan sebagai peralatan perang penduduk Bali, kegunaannya selain untuk melindungi diri, keris ini bisa mewakili seseorang didalam suatu undangan pernikahan/perkawinan.
Menurut dari kepercayaan-kepercayaan penduduk Bali, apabila keris pusaka ini direndam didalam air putih maka akan bisa menyembuhkan anggota keluarga dari gigitan-gigitan binatang yang memiliki bisa.

Adat Istiadat Bali

kebudayaan bali
sipitfatimah.blogspot.co.id
Negara Indonesia mempunyai berbagai macam suku, budaya, agama, ras, dan berbagai adat istiadat dengan seperti itu penduduk setempat pasti memiliki perbedaan. Nah, hal seperti inilah yang menjadi keunikan budaya bangsa di tanah air ini, sehingga perbedaan-perbedaan ini menciptakan warna yang begitu indah dalam satu kesatuan bangsa.
Didaerah Bali terdapat beberapa kebiasaan yang unik pada masyarakat yang ada kaitannya dengan Agama Hindu dan adat istiadat yang terlahir pada dirinya masing-masing. Pulau Bali ini mempunyai banyak sekali warisan-warisan dari nenek moyang atau leluhur mereka, yang mana warisan-warisan budaya tersebut sampai saat ini maih tertanam dan melekat.
Selain dari warisan-warisan peninggalan dari nenek moyang mereka, masyarakat atau penduduk yang asli terlahir di Pulau Bali ini mempunyai suatu kebiasaan yang sangat unik sekali, yang mana kebiasan-kebiasaan unik tersebut hingga saat ini masih dipegang dengan teguh oleh penduduk-penduduk setempat.
Adanya budaya dan tradisi mempunyai ciri khas sendiri pada setiap masing-masig daerahnya, desa ataupun lingkungan kampung yang ada didaerah Bali. Mempunyai berbagai macam kebudayaan dan budaya tentunya sudah menjadi tugas para penduduk setempat untuk melestarikan dari budaya tersebut, dan tidak pernah tergeser dengan adanya budaya-budaya modern seperti saat ini.
Tentu saja semua ini sangat dipengaruhi oleh adat dan istiadarm keyakinan atau beragama yang sangat kental, dan kepercayaan pada mistis.

Kebiasaan Masyarakat Bali

kebudayaan bali
wp.com
Masyarakat atau penduduk Bali pada umumnya memiliki sifat yang sangat ramah sekali, dengan memiliki pola hidup seperti Bhineka dan sangat sedikit sekali dengan aturan-aturan ataupun terlalu fanatik dengan suatu hal, mempunyai adat dan istiadat yang selalu dipegang teguh didalam kehidupan sehari-sehari mereka.
Kegunaan dalam berpegang teguh adat dan istiadat didalam kehidupan sehari-hari ialah untuk menghindari dari segala masalah, atau untuk merasakan yang namanya hidup dengan kedamaian.
Sebenernya masyarakat Bali ini memiliki berbagai macam kebiasaan yang sering digunakan pada kehidupannya masing-masing, mungkin para teman-teman semua yang pernah berkunjung ke Pulau Bali entah itu untuk liburan, atau ada study tour dari kampus atau sekolah, atau sedang ada pertemuan dengan keluarga pasti mengetahui tentang kebiasaan masyarakat bali dalam menjalani kehidupan.

Bahasa Daerah Bali

kebudayaan bali
livewithoutinformationsystem.blogspot.co.id
Negara Indonesia ini terdiri dari berbagai macam daerah, dan pada setiap daerah tersebut memiliki budaya dan bahasa daerah masing-masing. Contoh misal daerah Bali, Bali adalah pulau yang memiliki kekayaan budaya dan nuansa alam yang sangat indah, selain itu Bali juga terdiri dari 3 bahasa, yakni bahasa kasar, halus, dan madya.
Misal kita ambil kata “makan” untuk dijadikan salah satu contoh dari bahasa bali, kata makan apabila diartikan oleh basa bali adalah Ngajeng, Medar, dan Ngiunan. Ketiga bahasa tersebut dimulai dari bahasa yang kasar, halus, dan madya.
Dari ketiga bahasa Bali tersebut adalah aspek atay faktor penting yang membedakan antar satu kasta dengan kasta-kasta yang lainnya. Karena, bahasa bali yang alus biasanya digunakan oleh para kaum Brahmana, kemudian bahasa madya digunakan oleh para Ksatria dan Waisya, dan bahasa bali kasar pada umumnya digunakan oleh kaum-kaum sudra.

Agama di Bali

kebudayaan bali
chrlhdyhxxx.blogspot.co.id
Penduduk yang memang asli kelahiran dari Bali dulunya merupakan penganut kepercayaan-kepercayaan yang mana dulunya mereka percaya kepada alam, tetapi sesudah melewati proses-proses adaptasi dari penduduk keterunan kerajaan Majapahit, umumnya masyarakat yang tinggal di Bali menganut kepada agama Hindu.
Tetapi pada zaman sekarang ini sudah banyak penduduk Bali yang menganut agama lain selain dari agama hindu. Kepercayaan agama Hindu di Bali ini ada sedikit perbedaan dibandingkan dengan kepercayaan agama Hindu yang berasal dari kerajaan Majapahit, yang mana asal mulanya berasal dari Negara India, karena kebudayaan di Bali telah melewati proses-proses adaptasi atau penyesuaian dari dua macam penduduk tersebut.

Upacara Adat Bali

kebudayaan bali
plesiryuk.com
Di daerah Bali ini bukan hanya objek wisatanya menarik saja yang dapat kalian nikmari ketika sedang berliburan ke Pulau Bali bersama keluarga, teman, dan lain sebagainya. Namun, dibali juga memiliki budaya hidangan budaya masyarakat bisa kalian jadikan hal menarik untuk kalian nikmati, dan memiliki kesan yang indah, damai dan unik.
Misalkan seperti sedang menyaksikan sejumlah upacara adat di daerah Bali, masyarakat-masyarakat semuanya ikut berbaur dalam upacara adat tersebut semuanya mengenakan pakaian adat Bali, dan pakaian-pakaian adat bali lainnya yang digunakan tergantung pada upacara adat Bali tersebut.
Jadi apabila kalian sedang berwisata atau berlibur kedaerah Bali ini bukan hanya menikmati tempat-tempat yang menarik dan indah saja, tetapi banyak hal yang unik dan indah yang tidak akan membuat jenuh pada suasana.
Upacara adat di Bali ini memang ada kaitannya dengan kehidupan-kehidupan beragama pada masyarakat setempat. Berikut ini adalah salah satu upacara adat bali yang perlu kalian ketahui, yuk langsung saja kita simak pembahasan tentang upacara adat bali:

Upacara Ngaben

kebudayaan bali
upacara ngaben
Upacara Ngaben ialah suatu upacara pembakaran mayat atau jenazah yang dilakukan oleh umat Hindu di daerah bali, upacara adat ini dilakukan untuk mensucikan roh-roh leluhur orang yang telah meninggal dunia dan menuju kepada tempat peristirahatannya dengan melaksanakan pembakaran zenazah.
Ngaben ini memiliki pengertian atau penjelasan lain dengan semua tujuannya mengarahkan mengenai adanya pelepasan terakhir kehidupan seseorang atau kehidupan manusia. Didalam ajaran agama Hindu Dewa Brahma memiliki beberapa macam ujud selain sebagai Dewa pencipta, Dewa Brahma dipercaya juga memiliki ujud sebagai Dewa Api.
Jadi upacara adat Ngaben ini ialah proses pensucian roh-roh dengan melakukan cara dibakan menggunakan api supaya dapat kembali kepada sang pencipta, api menurut dari orang-orang yang beragama hindu bali adalah penjelemaan dari Dewa Brahma yang dapat membakar semua kotoran-kotoran yang terdapat pada mayat dan roh orang yang telah meninggal dunia.

Wisata di Bali

kebudayaan bali
reyginawisataindonesia.blogspot.com
Sebuah pulau yang letaknya terletak di wilayah timur Pulau Jawa. Ya Bali namanya, Bali merupakan salah satu pulau yang sangat populer sekali dikalangan wisata-wistawan dalam maupun wisata-wisatawan asing. Pulau Bali ini selain terkenal dengan keindahan alamnya, Pulau Dewata ini juga terkenal dengan aneka ragam seni dan budaya yang mana budaya mereka ini dapat menarik perhatian banyak orang.
Pulau Bali ini merupakan salah satu tempat yang dijadikan sebagai landasan atau tujuan tempat wisata yang sangat lengkap dengan berbagai macam wisata didalamnya, dan terpercaya mempunyai banyak sekali obyek wisata yang sangat menarik, penasaras? Berikut dibawah ini akan ada pembahasan tentang tempat wisata di Pulau Bali.

Pantai Kuta Bali

kebudayaan bali
liburanku.co.id
Pantai Kuta ialah obyek wisata di Pulau Bali yang sangat amat populer dikalangan wisata-wisatawan dan juga obyek wisata pantai kuta ini paling banyak didatangi oleh wisatawan karena letak lokasi pantai tersebut dekat dengan kebaradaan bandara, nuansa pantainya yang indah, biaya yang cukup murah, dan ombak yang sangat cocok untuk peselancar pemula.
Selain dari itu, Pantai Kuta juga sangat populer dengan pemandangan matahari tenggelamnya yang sangat mana pemandangan matahari tenggelamnya itu sangat indah dan membuat daya tarik yang sangat tinggi sekali. Dahulu Pantai Kuta ini merupakan salah satu pelabuhan besar, dan pusat perdagangan di Pulau Bali.
Dengan di lengkapi oleh pasir putih dan laut birunya, kemudian juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung yang sangat lengkap, Pantai Kuta ini menjadi primadona salah satu tempat wisata Bali.
___________________________
Demikianlah artikel yang membahas tentang kebudayaan bali yang didalamnya banyak sekali pelajaran-pelajaran tentang sejarah yang bisa kita ambil sebagai tambahan wawasan tentang kebudayaan untuk kita semua. Terimakasih telah membaca dan jangan lupa di share juga ya biar bisa bermanfaat untuk orang lain juga.

Kebudayaan Suku Minangkabau

Kebudayaan Suku Minangkabau dari Sumatera Barat

Suku Minangkabau atau biasa disebut dengan suku Minang merupakan salah satu suku bangsa Indonesia yang mendiami wilayah Sumatera Barat. Bagi masyarakat Indonesia ikon suku Minang yang populer adalah jam Gadang, rumah Gadang, atau masakan Minang yang lebih biasa disebut sebagai masakan Padang. Selain hal-hal yang sudah populer tersebut, ternyata suku Minang masih menyimpan banyak hal yang tidak kalah unik dan menarik.

Meskipun demikian, tradisi dan kebudayaan Suku Minangkabau yang berkembang hari ini merupakan hasil dari sebuah revolusi budaya. Revolusi budaya pada masyarakat suku Minang terjadi pasca terjadinya perang Padri pada tahun 1837. Pada awal mulanya, masyarakat Minang menganut kebudayaan yang bercorak animisme dan dinamisme. Namun, semenjak para pedagang dari Timur Tengah mulai memasuki wilayah Sumatera, sejak saat itu budaya Minang banyak dipengaruhi oleh nilai Islam. Puncaknya, pada abad 19 setelah perang Padri berakhir dibuatlah sebuah adagium adat yang akhirnya merombak keseluruhan tradisi suku Minang. Inilah beberapa adat kebudayaan suku Minang hasil dari revolusi budaya tersebut :

Filosofis Adat

Sejarah adagium atau kesepakatan perjanjian di buat di Bukit Marapalam yang menghadirkan para alim ulama, tokoh adat tradisional serta para cerdik pandai (cendekiawan). Mereka membangun kesepakatan bahwa semenjak saat itu maka adat budaya Minang didasarkan pada syariat Islam. Isi kesepakatan dituangkan dalam kalimat kesepakatan yang berbunyi “Adat basandi syarak (adat bersendi syariat), syarak basandi kitabullah (syariat bersendi kitab Allah). Syarak mangato adat mamakai (syariat melandasi adat)” .Maknanya bahwa adat Minang bersendikan syariat, dan syariat bersendikan kitab Al Quran. Maka sejak saat itu pondasi budaya Minang dibangun diatas pilar agama Islam.
Namun, jauh ke belakang sebelum terjadinya puncak kesepakatan tersebut, suku Minang mengalami beberapa fase perombakan pondasi adat, yaitu :
  • Adat basandi alua jo patuik dan syarak basandi dalil. Pada fase ini masyarakat Minang menjalankan adat dan syariat secara berbeda. Adat dan syariat memiliki rel-nya masing-masing tanpa saling mengganggu. Agama bagi masyarakat Minang hanya sekadar ibadah saja, sedangkan dalam sistem sosial mereka menggunakan adat tradisional.
  • Adat basandi syarak dan syarak basandi adat. Pada fase ini masyarakat Minang mulai mengintegrasikan dan menyandingkan antara adat dan syariat. Dalam penataan sistem sosial, syariat agama mulai dijadikan salah satu sumber membangun aturan dan syariat tidak lagi hanya sekadar ibadah saja.
  • Adat basandi syarak dan syarak basandi Kitabullah, syarak mangato adat mamakai. Ini adalah puncak pengintegrasian syariat Islam dengan nilai adat. Hal ini sebagaimana kesepakatan yang dilakukan di Bukit Marapalam. Dengan ini, adat Minang melebur pada syariat Islam.

Adat Matrilineal

Meskipun sudah menjadikan Islam sebagai landasan adat. Namun adat matrilineal masih sangat dipegang teguh oleh suku Minang. Adat matrilineal ini menyandarkan segala garis keturunan pada ibu (pihak perempuan). Hal ini tentu berbeda dengan Islam yang lebih menyandarkan garis keturunannya pada sang ayah (pihak laki-laki). Akibat dari adat matrilinel ini sistem pewarisan dan pengaturan kerumahtanggaan pun juga kemudian lebih berat pada sisi perempuan dibandingkan laki-laki. Beberapa konsekuensi dari budaya matrilineal ini diantaranya :
  • Keturunan didasarkan pada garis keturunan ibu, sehingga seorang anak akan dimasukkan kedalam suku yang sama dengan suku ibunya berasal
  • Seorang laki-laki Minang tidak dapat mewarisi sukunya, sehingga bila terdapat suku yang tidak memiliki anak perempuan dalam sukunya maka suku tersebut sudah dianggap sama dengan punah.
  • Setiap orang harus menikah dengan orang diluar sukunya, bila tidak maka ia akan dikenai sanksi dengan dikucilkan.
  • Perempuan merupakan pemegang seluruh kekayaan keluarga dan seluruh harta pusaka keluarga, namun dalam hal penentuan keputusan, laki-laki masih memiliki hak mengambil putusan.
  • Dalam hal perkawinan menganut sistem matrilokal yakni suami mengunjungi rumah istrinya
  • Hak-hak pusaka diwariskan kepada anak perempuan.

Budaya Merantau

Merantau merupakan kebiasaan yang selalu dijalankan oleh laki-laki dari suku Minang. Kebudayaan suku Minangkabau untuk merantau adalah akibat dari adanya adat matrilineal, maka pada dasarnya laki-laki suku Minang tidak memiliki modal harta sama sekali. Oleh sebab itu, kebanyakan laki-laki Minang ketika sudah dewasa selalu pergi dari kampungnya untuk pergi merantau. Tujuannya adalah untuk bekerja dan mencari harta kekayaan.
Merantau juga merupakan bagian konsekuensi dari tuntutan laki-laki Minang untuk mencari pasangan yang diluar dari sukunya. Dengan merantau ini maka laki-laki Minang bisa berpotensi untuk mengenal perempuan dari suku lain. Pada awal mulanya makna merantau sendiri adalah pergi keluar dari suku dan bergaul sosial dengan suku lain yang masih dalam etnis Minang. Namun dalam perkembangannya merantau kemudian menjadi kebiasaan untuk keluar dari tanah kelahiran dan bermata pencaharian di tanah lain.
Oleh sebab itu, bila kita melihat pada kehidupan hari ini, banyak sekali orang-orang Minang yang mendiami kota-kota besar di tanah Jawa. Biasanya mereka membuka berbagai macam bentuk usaha sebagai mata pencaharian. Dan usaha yang paling banyak biasanya adalah dengan membuka restaurant atau rumah makan Padang.

Adat Pernikahan

Dalam melangsungkan pernikahan, orang suku Minang harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu :
  1. Kedua calon harus sama-sama beragama Islam
  2. Kedua calon tidak berasal dari suku yang sama
  3. Kedua calon dapat saling menghormati dan menghargai orang tua dan keluarga besar kedua belah pihak
  4. Calon suami telah memiliki sumber penghasilan untuk menghidupi keluarga
Setelah itu, bila semua syarat sudah terpenuhi maka terdapat beberapa tradisi yang dilakukan oleh suku Minang, diantaranya :
  • Maresek
Pada tahap ini pihak keluarga wanita akan mendatangi pihak keluarga pria dengan membawa sejumlah buah tangan. Tujuan dari Maresek adalah pihak keluarga wanita akan mencari tahu kecocokan calon mempelai pria dengan calon mempelai wanita.
  • Maminang/ Batimbang Tando
Pada tahap ini keluarga wanita akan mendatangi calon keluarga pria untuk meminang. Bila dalam proses peminangan ini pihak pria menerima, maka akan diteruskan dengan tahap Batimbang Tando sebagai simbol perjanjian dan kesepakatan antar kedua belah pihak. Kedua keluarga akan saling menukarkan benda-benda pusaka yang dimilikinya, seperti keris, kain adat atau barang-barang lain yang dianggap berharga oleh keluarga.
  • Mahanta Siriah
Calon mempelai pria dan calon mempelai wanita akan mengabarkan kabar pernikahan kepada para mamak (sebutan untuk laki-laki tertua dalam keluarga) dan seluruh kerabat keluarga. Proses mahanta Siriah ini biasanya dilakukan dengan tradisi membawa tembakau untuk calon mempelai pria dan sementara untuk calon mempelai wanita dengan membawa sirih lengkap. Biasanya keluarga yang didatangi akan ikut membantu pembiayaan pernikahan.
  • Babako-babaki
Bako adalah sebutan bagi pihak keluarga ayah dari calon mempelai wanita. Tradisi ini biasa dilangsungkan beberapa hari sebelum akad nikah. Calon mempelai wanita akan dijemput oleh keluarga ayah dan dibawa kerumah. Kemudian para tetua dan sesepuh akan memberikan nasihat. Keesokan harinya, calon wanita akan diantarkan pulang kembali dengan membawa beberapa barang pemberian seperti seperangkat busana, perhiasan emas, maupun beberapa bahan pangan baik yang sudah matang atau masih mentah.
  • Malam Bainai
Kegiatan ini dilakukan pada malam akad nikah berlangsung. Tradisi ini berupa memandikan calon mempelai wanita dengan air kembang sebagai simbol membersihkan diri. Setelah itu, calon mempelai wanita akan dihias kuku dan tangannya dengan daun pacar sebagai simbol keindahan.
  • Manjapuik Marapulai
Prosesi ini merupakan puncak tradisi dimana calon mempelai pria akan dijemput untuk diantar ke rumah calon mempelai wanita. Akad nikah akan dilangsungkan di rumah calon mempelai wanita. Keluarga calon mempelai wanita yang datang menjemput membawa perlengkapan lengkap seperti pakaian pengantin pria lengkap, sirih, nasi dan lauk dan beberapa hantaran lain. Setelah menyampaikan maksud kedatangan, maka mempelai pria akan langsung diarak menuju rumah calon mempelai wanita.


  • Penyambutan di rumah anak Daro
Sesampainya calon mempelai pria dirumah calon mempelai wanita, maka calon mempelai pria akan disambut dengan meriah. Terdapat beberapa pemuda berpakaian silat (baca juga : silat harimau minangkabau dan asal usul pencak silat) yang akan menyambut dengan tari gelombang adat timbal balik yang diiringi musik khas Minang. Tari gelombang adat timbal balik ini adalah khas untuk menyambut mempelai pria (baca juga : tarian tradisional Indonesia dan tarian tradisional sumatera barat).
Selanjutnya terdapat para dara yang akan menyambut dengan perlengkapan sirih. Para sesepuh wanita kemudian menaburi calon mempelai pria dengan beras kuning. Kemudian kaki calon mempelai pria akan dibasuh dengan air sebagai simbol pensucian sebelum menuju ke tempat akan nikah.
  • Prosesi akad Nikah
Akad nikah dilakukan sesuai dengan syariat Islam dengan didahului pembacaan ayat Al Quran. Setelah itu dilakukan ijab qabul yang disaksikan oleh para saksi. Kemudian ditutup dengan do’a dan nasihat dari para tetua.
  • Basandiang di Pelaminan
Kedua mempelai akan bersanding di rumah anak Daro (mempelai wanita). Kedua mempelai kemudian duduk bersandingan untuk menerima para tamu yang hadir dan biasanya terdapat hiburan musik di halaman rumah untuk memeriahkan acara.
  • Tradisi Pasca Akad Nikah
Setelah akad nikah selesai, terdapat beberapa tradisi yang dilakukan oleh Suku Minang, diantaranya :
  1. Mamulangkan Tando, mengembalikan tanda yang dipertukarkan pada tahap Maminang.
  2. Malewakan Gala Marapulai, yakni memberikan nama dan gelar baru bagi pengantin pria sebagai simbol kedewasaan.
  3. Balantuang Kaniang, menyentuhkan kening kedua pengantin pria dan wanita.
  4. Mangaruak Nasi Kuniang, tradisi berebut daging ayam yang disembunyikan di dalam nasi kuning. Dilakukan oleh kedua pengantin sebagai simbol kerjasama antara suami dan istri.
  5. Bamain Coki, melakukan permainan tradisional Minang semacam catur sebagai simbol mempererat kekeluargaan.


Harta Pusaka Tinggi

Yang dimaksud harta pusaka tinggi adalah harta pusaka yang dimiliki oleh satu kaum atau suku. Bukan harta yang bersifat personal atau pribadi. Biasanya berupa tanah atau barang yang memiliki nilai jual tinggi. Harta pusaka tinggi hanya bisa dimanfaatkan dan tidak boleh diperjual belikan. Harta ini diturunkan secara turun temurun (waris) kepada anak perempuan dalam suatu suku atau keluarga besar. Kaum laki-laki tidak memiliki hak terhadap harta pusaka ini.
Meskipun demikian, terdapat beberapa kondisi dimana dalam hukum adat Minang, harta pusaka tinggi boleh untuk digadaikan. Penggadaian harta pusaka tinggi harus disebabkan oleh salah satu dari beberapa alasan yang diperbolehkan untuk penggadaian, yaitu :
  • Maik Tabuju Ateh Rumah (mayat terbujur diatas rumah), tidak adanya biaya untuk mengurus jenazah keluarga yang meninggal.
  • Gadih atau Rando indak balaki (gadis atau janda tidak bersuami), seorang wanita yang tidak memiliki seorang suami bagi suku Minang adalah sebuah aib. Oleh karenanya, apabila terdapat seorang gadis yang sudah berumur namun belum bersuami atau seorang janda yang tidak bersuami, maka diperbolehkan menggunakan harta pusaka yang tergadai untuk membayar laki-laki yang mau menikahinya.
  • Rumah Gadang katirisan (Rumah Gadang mengalami kerusakan). Apabila rumah gadang yang ditempati mengalami rusak berat, maka diperbolehkan menggadaikan untuk melakukan perbaikan rumah agar rumah tidak runtuh/roboh.
  • Mambangkik batang tarandam, apabila sebuah suku tidak memiliki penghulu adat, maka diwajibkan untuk melakukan upacara pengangkatan penghulu adat yang pembiayaannya dari penggadaian harta pusaka.
Itulah beberapa kebudayaan suku Minangkabau yang merupakan hasil integrasi antara adat dan syariat. Untuk mempelajari tentang kesenian, masakan dan lain sebagainya bisa dibaca artikel tentang kebudayaan Minangkabau.

Mengenal Budaya Jawa

Mengenal Budaya Jawa – Aset Penting Negeri Nusantara

Keberagaman Indonesia akan suku dan budayanya mengingatkan saya akan kekayaan negara kita yang begitu menakjubkan. Ada lebih dari 250 suku tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu suku dan budaya terbesar adalah Jawa. Jawa merupakan tempat saya dilahirkan dan dibesarkan.
Jawa mendiami mendiami wilayah Tengah dan Timur Jawa. Pada bagian barat, didiami suku Sunda. Menjadi salah satu suku terbesar di Indonesia, tentu saja Jawa juga memiliki kebudayaan yang beragam, dan sebagian budaya itu masih ada hingga sekarang.

Mengenal Budaya Jawa

Menurut kamus KBBI, Budaya diartikan sebagai pikiran, akal budi, atau adat istiadat. Menurut Koentjaraningrat sebagaimana dikutip Budiono K, menegaskan bahwa, “menurut antropologi, kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar”.
Budaya Jawa adalah budaya yang berasal dari Jawa dan dianut oleh masyarakat Jawa, khususnya di Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Budaya secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 yaitu budaya Banyumasan, Budaya Jawa Tengah – DIY, dan Budaya Jawa Timur.
Selain suku bangsa, terdapat juga sub sukunya dari Jawa. Yaitu suku osing dan suku tengger. Budaya Jawa memiliki nilai-nilai sarat dengan nilai etika dan estetika. Budaya Jawa mengutamakan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian dalam kehidupan sehari-hari. Juga sangat menjunjung tinggi kesopanan dan kesederhanaan.

7 Kebudayaan dari Suku Jawa yang diwariskan hingga sekarang

  1. Bahasa Jawa
Orang Jawa menggunakan bahasa Jawa dalam bertutur kata sehari-hari. Bahasa Jawa memiliki aturan perbedaan kosa kata dan intonasi berdasarkan hubungan antara pembicara dan lawan bicara, yang dikenal dengan unggah – ungguh. Aspek kebahasaan ini  memiliki pengaruh sosial yang kuat dalam budaya Jawa, dan secara tidak langsung membentuk kesadaran yang kuat akan status sosialnya di masyarakat.
Bahasa Jawa dibagi dalam 3 golongan berdasarkan unggah-ungguh nya. 3 golongan itu adalah
  • Bahasa Jawa Ngoko, bahasa jawa ngoko dibagi menjadi 2 yaitu ngoko lugu dan ngoko Andhap
  • Bahasa Jawa Madya, bahasa jawa madya dibagi menjadi 3 macam yaitu Madya Ngoko, Madyantara, dan Madya Krama
  • Basa Jawa Krama, dibagi menjadi 6 macam yaitu Krama Lugu, Mudha Krama, Wredha Krama, Krama Inggil, Krama Desa, dan Basa Kedathon
Meski keseluruhan menggunakan bahasa Jawa, tapi dialek setiap daerah di Jawa berbeda – beda.
  1. Filosofi
Orang Jawa sangat lekat dengan filosofi kehidupan, terutama dari para tokoh besar Jawa seperti Sunan Kalijaga. Sunan Kalijogo meninggalkan sebuah filosofi hidup yang hingga kini masih melekat di masyarakat Jawa. Filosofi tersebut termuat dalam Dasa Pitutur.
  1. Kepercayaan
Masyarakat Jawa dulu menganut agama hindu, budha, dan Kejawen sebagai piandel/pegangan. Meski sekarang sebagian besar orang Jawa beragama Islam, namun kepercayaan mereka terhadap Kejawen tetaplah menjadi sebuah pegangan mereka. Hal ini disebabkan karena penyebaran agama islam dilakukan oleh para Wali Songo dengan metode pendekatan tradisi Jawa.
Dan Kejawen itu sendiri juga tidak menyimpang dari agama islam. Kepercayaan Kejawen berisikan tentang seni, budaya, tradisi, ritual, sikap, dan juga filosofi – filosofi orang Jawa.
  1. Kesenian
Kesenian Tradisional Jawa sangatlah beragam, secara umum kesenian Jawa dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu, Banyumasan (Ebeg), Jawa Tengah, dan Jawa Timur (Ludruk atau Reog).
Adapula kesenian musik Jawa dan Tarian Jawa. Seni tari Jawa juga sangat beragam macamnya, antara lain. Dari Jawa Timur ada Tari Reog, Tari Gandrung (Banyuwangi) dan Tari Remo. Dari Jawa Tengah ada Tari Brambang Cakil, Tari Emprak, Tari Kridhajati (Jepara), Tari Sintren, Tari Kuda Lumping dan Tari Ebeg (Banyumas). Dari DIY ada Tari Angguk dan Tari Golek Menak.
Seni musik jawa meliputi Langgam Jawa yang merupakan bentuk adaptasi musik keroncong kedalam musik tradisional Jawa, khusunya gamelan.
  1. Kalender Jawa
Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang merupakan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa, dan Budaya Eropa. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua yaitu siklus mingguan terdiri dari 7 hari (Senin – Minggu), dan siklus pekan Pancawara (pasaran) yang terdiri dari 5 hari (Pahing, Pon, Wage, Kliwon dan Legi).
Dalam hitungan bulan, kalender Jawa memiliki 12 bulan yaitu Sura, Supar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadil awal, Jumadilakir, Rajab, Ruwah, Pasa, Sawal, Sela, dan Besar.
  1. Hitungan Jawa
Hitungan Jawa merupakan sistem perhitungan masyarakat Jawa dalam membuat keputusan-keputusan penting, dimana diyakini bila kita sembarangan memilih waktu bisa jadi itu akan menimbulkan keburukan.
Sistem perhitungan ini biasa disebut Neptu yang terdiri dari angka perhitungan hari, hari pasaran (pancawara), bulan, dan tahun Jawa. Hari, pasaran, bulan dan Tahun memiliki nilai yang berbeda-beda. Dari nilai perhitungan totalnya itulah nantinya akan diketahui baik buruknya keputusan yang akan diambil.
  1. Rumah Joglo
Rumah Joglo juga merupakan salah satu budaya jawa yang memiliki nilai sarat dan estetika. Sruktur bangunan tradisional Jawa mencerminkan komposisi ruang bangunan khas seperti : pendhapa, pringgitan, dalem, dapur, atau gandri ghandok.
Hubungan antara struktur ini sangat dipengaruhi oleh mitologi proses manifestasi dan kosmologi Jawa. Ini berarti bahwa rumah jawa tidak hanya sebuah tempat berlindung, tetapi juga dipahami sebagai manifestasi dari cita-cita dan pandangan hidup atau fungsi simbolis.
Salah satu nilai kearifan lokal ditemukan dalam rumah tradisional Jawa. Jawa memiliki berbagai keindahan budaya dan seni yang terintegrasi dengan kehidupan masyarakatnya. Berbagai seni tradisi dan budaya tertuang dalam karya karya pusaka masyarakat Jawa, seperti batik, rumah joglo, keris, dan gamelan. Joglo sebenarnya hanya merupakan salah satu bentuk rumah tradisional Jawa, tetapi joglo merupakan tipe rumah Jawa yang paling lengkap susunannya sehingga nilai kearifan yang terkandung dalam rumah ini pun juga tidak habis diuraikan hingga sekarang.
  1. Ilmu Spiritual
Masyarakat Indonesia khususnya Jawa sangat kental dengan hal – hal spiritual. Masyarakat jawa mengenal banyak sekali ilmu spiritual yang dirangkum dalam ilmu kejawen. Kepercayaan kejawen menciptakan sebuah filosofi, budaya dan ritual-ritual jawa yang ditujukan kepada Sang pencipta dengan tujuan untuk mendapatkan berbagai solusi dalam menyelesaikan suatu permasalahan serta menjadi sarat tertentu untuk kegiatan-kegiatan penting Dari kepercayan kejawen itulah sekarang disebut sebagai ilmu kejawen.
Sebagai orang jawa yang ahli spiritual, ilmu kejawen telah diturunkan oleh mbah saya kepada saya. Setelah sukses membimbing ilmu kejawen kepada klien-klien saya, menjadikan saya seorang pakar kejawen.
Ada 5 ilmu Kejawen yang saya ajarkan, antara lain;
  1. Aji Bala Sewu
  2. Aji Brajamusti
  3. Aji Gembala Geni
  4. Aji Lembu Sekilan
  5. Aji Rajah Kalacakra
Jika Anda ingin lebih memahami tentang ilmu kejawen, silahkan kunjungi situsnya disini.
Penjelasan diatas merupakan kumpulan budaya hanya dari satu Suku yang Ada di Nusantara kita. Tidak bisa terbayangkan berapa jumlah semua budaya yang ada di negara kita tercinta ini. Sungguh besar dan kaya negara kita ini, karena itulah tercipta Bhineka Tunggal Ika sebagai pemersatu bangsa kita.
Jangan lupa untuk bagikan artikel ini ke media sosial favorit Anda

Kebudayaan Betawi

KEBUDAYAAN BETAWI


Betawi? pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan kata Betawi, baik dari daerahnya, keseniannya ataupun makanan khasnya. Seperti yang kalian ketahui bahwa suku Betawi adalah penduduk Indonesia yang bertempat tinggal di Jakarta, tapi apakah kalian tau bahwa suku Betawi mendapatkan banyak pengaruh dari suku lain baik dari bahasa yang digunakan, pakaian adat dan lain lainnya? Yuk kita bahas kebudayaan Betawi lebih dalam lagi.
Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Melayu, Jawa, Bali, Bugis, Makassar dan Ambon, serta suku-suku pendatang, seperti Arab, India, Tionghoa dan Eropa.
Jika kalian mendengar kata Betawi pasti kalian teringat dengan ‘Ondel-Ondel’ yang telah menjadi ikon kota Jakarta. Ondel-ondel adalah bentuk pertunjukan rakyat Betawi yang sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat. Ondel-ondel yang berupa boneka besar itu tingginya sekitar 2,5 meter dengan diameter ± 80 cm, dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan sedemikian rupa sehingga mudah dipikul dari dalamnya. Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya dicat dengan warna merah dan menggunakan kostum berwarna gelap, sedangkan yang perempuan dicat dengan warna putih dan menggunakan kostum berwarna terang.
  • BAHASA
Bahasa Betawi adalah anak dari bahasa melayu yang ditambah dengan unsur-unsur bahasa SundaBali, Cina Selatan (terutama bahasa Hokkian), Arab, serta bahasa dari Eropa, terutama Belanda dan Portugis. Karena berkembang secara alami, tidak ada struktur baku yang jelas dari bahasa ini yang membedakannya dengan bahasa Melayu, meskipun ada beberapa unsur linguistik penciri yang dapat dipakai, misalnya dari peluruhan awalan me-, penggunaan akhiran –in (pengaruh bahasa Bali), serta peralihan bunyi /a/ terbuka di akhir kata menjadi /e/ atau /ɛ/ pada beberapa dialek lokal. Seperti contohnya: gimane (bagaimana), siape/sape (siapa), engkong (kakek), Nyai (nenek), bupet (laci), ponten (nilai).
  • PAKAIAN ADAT
Dalam adat Betawi dikenal beberapa jenis model pakaian adat yang banyak mendapatkan pengaruh dari kebudayaan atau adat lainnya seperti budaya Arab, China dan Melayu. Berbagai pengaruh tersebut dapat dijumpai pada pakaian pengantin dan pakaian keseharian masyarakat Betawi.
1. Pakaian Keseharian
Pakaian-Adat-Betawi-002
Pakaian adat yang digunakan oleh pria Betawi dalam kegiatan sehari-hari yaitu berupa baju koko berwarna polos atau disebut juga sadariah yang dipadukan dengan celana kolor panjang bermotif batik dan sebagai pelengkap ditambahkan pula penggunaan kain pelekat berupa sarung atau selendang yang diselempangkan di pundak, serta peci warna hitam dari bahan beludru.
Sedangkan wanita Betawi mengPakaian-Adat-Betawi-003.jpggunakan baju kurung dengan warna mencolok yang dipadukan kain sarung batik bercorak geometri dengan warna-warna yang cerah. Sebagai pelengkap ditambahkan pula penggunaan tutup kepala berupa kerudung atau selendang dengan warna senada sesuai baju yang dikenakan.
2. Pakaian Pengantin
Pakaian-Adat-Betawi-005
Pakaian pengantin adat Betawi sangat kental pembauran budaya Tionghoa, Arab dan Barat. Busana yang dikenakan oleh pengantin pria dalam adat Betawi disebut dengan ‘Dandanan Care Haji’. Busana ini terdiri dari jubah berwarna cerah yang terbuat dari bahan beludru dengan bagian dalam berupa kain berwarna putih yang halus. Sebagai pelengkap ditambahkan penggunaan tutup kepala dari sorban yang disebut dengan nama Alpie, selendang bermotif benang emas atau manik-manik yang berwarna cerah, serta alas kaki berupa sepatu pantofel agar tampak lebih serasi.
Sedangkan busana yang dikenakan oleh pengantin wanita dalam adat Betawi disebut ‘Dandanan Care None Pengantin Cine’. Busana ini terdiri dari blus bergaya Cina yang terbuat dari bahan satin berwarna cerah yang dipadukan dengan bawahan berupa rok model putri duyung berwarna gelap (hitam atau merah hati) atau disebut dengan nama Kun. Sebagai pelengkap kepala ditambahkan penggunaan sanggul palsu yang dihiasi dengan kembang goyang motif burung hong, bunga melati yang dibentuk roonje dan sisir, serta pemakaian cadar di bagian wajah. Perhiasan lain yang dipergunakan diantaranya berupa kalung lebar, gelang listring, dan hiasan teratai manik-manik yang dikalungkan di bagian dada, serta alas kaki berupa selop dengan model perahu.
  • TARI TRADISIONAL
Betawi memiliki cukup banyak tarian tradisional. Tarian Betawi terbentuk dari proses asimilasi berbagai kebudayaan. Tarian Betawi juga mempunyai ciri khas sendiri, yaitu penggunaan suara musik pengiring yang riang serta gerakan-gerakan tari yang dinamis. Dibawah ini adalah jenis tarian Betawi:
  1. Tari Topeng Betawi
tari_topeng_betawi-810x539.jpg
Tari Topeng Betawi merupakan paduan aspek tari, musik dan teater. Penggunaan topeng dalam tarian ini didasarkan atas kepercayaan dahulu masyarakat Betawi bahwa topeng mempunyai kekuatan magis yang dapat menolak bala, bahkan menghilangkan rasa duka. Oleh karenanya, Tari Topeng biasanya dipentaskan untuk memeriahkan pesta-pesta penting, misalnya pada acara pernikahan dan khitan. Tari Topeng Betawi lebih bersifat teatrikal dan komunikatif lewat gerakan.
2. Tari Yapong
4._Sama_halnya_dengan_tari_muda-mudi_lainnya,_tari_yapong_juga_menggambarkan_suasana_pergaulan_di_kalangan_muda-mudi_.jpg
Tari Yapong pertama kali diperkenalkan pada tahun 1977 dalam rangka mempersiapkan acara ulang tahun kota Jakarta ke-450. Tari Yapong telah diciptakan oleh Bagong Kussudiarjo. Tari ini merupakan tari yang gembira dengan gerakan yang dinamis dan eksotis. Dalam gerakan tari Yapong diperlihatkan suasana yang gembira sehingga sering dipentaskan dalam acara-a
cara sambutan. Nama tari ini berasal dari bunyi nyanyian lagunya “ya ya ya ya” dan alunan musik yang berbunyi “pong pong pong”. Sehingga lahirlah nama Yapong.
3. Tari Cokek
cokek.jpg
Tari Cokek adalah salah satu tarian klasik masyarakat Betawi di Jakarta. Tarian khas Betawi ini ditarikan berpasangan dan sangat kental dengan budaya etnik Cina. Kata cokek sendiri berasal dari bahasa Cina (cukin) yang berarti selendang, yang dipakai para penari wanitanya guna menarik pasangannya. Tarian Cokek ini diiringi oleh musik Gambang Kromong dan ciri khasnya adalah goyangan pinggul yang dinamis.
4. Tari Lenggang Nyai
Tari-lenggang-nyai-foto.okezone.com_.jpg
Tari Lenggang Nyai juga sering disebut sebagai tari Lenggang Betawi. Tarian ini telah diciptakan oleh Wiwik Widiastuti pada tahun 1998 hingga tarian ini bisa dianggap masih baru. Tarian ini didasarkan pada cerita rakyat setempat, yakni tentang Nyai Dasimah yang telah berhasil keluar dari perkawinan yang merenggut kebebasannya. Seperti Tari Cekok, Tari Lenggang Nyai juga banyak dipengaruhi oleh budaya Cina. Sekelompok gadis belia berjumlah 4 atau sampai 6 orang biasanya yang membawakan tarian ini dan sering dipentaskan pada acara-acara resmi penyambutan tamu penting atau pernikahan.
5. Tari Japin
zapin
Tarian ini merupakan adaptasi dari Tari Zapin yang dipengaruhi oleh budaya Arab dan Melayu. Konon, pengubahan kata zapin menjadi japin dikarenakan kebiasaan masyarakat Betawi menyebut kata Z dengan huruf J. Tari Japin diiringi oleh musik dan lagu Betawi, yang terdiri dari alat musik gambus dan marwas. Keunikan Tari Japin Betawi ini dilihat dari kelincahan para penarinya yang melompat-lompat dan biasanya ditarikan secara berpasangan.
  • ALAT MUSIK
Masyarakat Betawi sangat mencintai seni musik, hal ini dapat dilhat dari keberagaman musik yang berkembang di daerah ini seperti musik tanjidor, marawis, keroncong dan gambus.
  1. Tanjidor
    tanjidor.gif
Tanjidor merupakan salah satu musik Betawi yang mendapat pengaruh kuat dari musik Eropa. Tanjidor bisa dikatakan sejenis orkes rakyat Betawi karena selain menggunakan alat-alat berat, alat-alatnyapun dibuat dari barang bekas yang sudah usang. Alat musik yang dimainkan dalam tanjidor kebanyakan adalah alat musik tiup diantaranya adalah clarinet, piston, trombone, terompet dan lain sebagainya.
2. Marawis
marawis.jpeg
Marawis adalah salah satu jenis band tepok dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Nama Marawis diambil dari nama alat yang dipergunakan dalam kesenian ini. Lagu-lagu dalam musik marawis biasanya berirama gambus dan padang pasir. Lagu yang dinyanyikan diiringi oleh jenis pukulan tertentu seperti zapin, sarah dan zahefah. Pukulan Zapin untuk mengiringi lagu-lagu gembira. Pukulan Sarah dipakai untuk mengarak penganten dan Zahefah mengiringi lagu-lagu di Majelis. Pemain musik ini biasanya terdiri dari 10 orang.
3. Keroncong
Keroncong-Tugu-14.jpg
Kesenian musik keroncong pada awalnya diperkenalkan oleh bangsa Portugis. Masyarakat Betawi memiliki keroncong Tugu dan keroncong Kemayoran. Musik Keroncong Kemayoran dimainkan untuk memeriahkan pesta. Alat musik Keroncong Kemayoran berupa biola, keroncong, melodi, ukulele, gitar, bass, rebana, seruling dan cello.
4. Gambus
gambus
Gambus merupakan seni musik yang bercorak Islami. Musik Gambus biasa ditampilkan dalam berbagai acara, dari pesta perkawinan hingga acara adat.Peralatan musik Gambus bervariasi, namun yang baku pada umumnya terdiri dari gambus, biola, dumbuk, suling, organ, accordion dan marawis. Selain sebagai musik mandiri, musik Gambus dipergunakan pula untuk mengiringi tarian Japin yang biasa ditarikan oleh pria berpasang-pasangan.
  • MAKANAN & MINUMAN KHAS BETAWI
-Makanan
Makanan Khas Betawi dipengaruhi oleh budaya Cina, Eropa, dan Arab. Citarasa gurih dan sedap merupakan ciri khas makanan Betawi. Sebenarnya, Betawi memiliki banyak makanan khas yang lezat. Namun, seiring perkembangan pesat kota Metropolitan Jakarta yang sekaligus ibukota negara Indonesia ini, Makanan Khas Betawi sudah banyak yang langka bahkan nyaris punah. Dibawah ini adalah beberapa makanan khas Betawi:
  1. Asinan Betawi
  2. Soto Betawi
  3. Ayam sampyok
    Hidangan mewah asal betawi dengan sentuhan cita rasa cina yang menyelimuti daging ayam.
  1. Sayur babanci
    Salah satu kuliner ikonik khas Betawi yang kini mulai langka. Kelangkaan ini disebabkan karena bahan dan rempah-rempah untuk membuat sayur ini sudah sulit ditemukan di Jakarta, sehingga masyarakat Betawi hanya menyajikan sayur ini saat hari-hari besar keagamaan seperti Idul Adha dan Idul Fitri. Dinamakan Sayur Babanci karena sayur ini tidak jelas jenisnya, bahkan tidak bisa dikategorikan sebagai sayur karena tidak ada campuran sayur.
  2. Soto tangkar
    Makanan khas yang satu ini lahir pada masa penjajahan Belanda. Pada saat itu, orang Betawi hanya mampu membeli iga sapi yang sedikit dagingnya (tangkar). Kemudian, orang Betawi menyulapnya menjadi soto yang enak. Kini, soto tangkar ditambah dengan daging dan jeroan. Soto tangkar berkuah santan tetapi rasanya tidak terlalu ‘berat’.
  1. Bandeng pesmol
  2. Nasi ulam
    Nasi ulam merupakan makanan khas Betawi yang mendapat pengaruh dari budaya kuliner Cina. Nasi ulam biasanya memakai nasi pera yang disiram dengan semur kentang/ semur tahu/ semur telur. Nasi ulam juga ditambah dengan cumi asin goreng, bihun goreng, telur dadar iris, dan perkedel kentang. Nasi ulam bertambah nikmat dengan tambahan daun kemangi, sambal, bawang goreng, dan taburan kacang tanah tumbuk.
  1. Nasi Kebuli
-Minuman
  1. Bir Pletok
    Minuman penyegar yang dibuat dari campuran beberapa rempah, yaitu jahe, daun pandan wangi, dan serai. Agar warnanya lebih menarik, orang Betawi biasanya menggunakan tambahan kayu secang, yang akan memberikan warna merah bila diseduh dengan air panas. Walaupun mengandung kata bir, bir pletok tidak mengandung alkohol. Minuman ini berkhasiat untuk memperlancar edaran darah. Masyarakat Betawi banyak mengonsumsinya pada malam hari sebagai penghangat.
  1. Es goyang
  2. Es selendang mayang
    Minuman ini sekarang jarang ditemukan karena dikalangan masyarakat Betawi sendiri minuman ini dianggap minuman kuno. Di acara-acara tertentu seperti Lebaran Betawi, minuman ini disajikan dan sering disertai dengan label “minuman Betawi jadul”. Selain menyegarkan, minuman ini dapat mengurangi rasa lapar karena dibuat dengan bahan dasar tepung beras. Beberapa penjual di kota tua membuat minuman ini dengan bahan dasar tepung hunkwe dengan alasan lebih mudah dan efisien.
-Kue/Makan ringan
  1. Kue cucur
    Di daerah Jakarta (Betawi) makanan ini termasuk makanan adat, artinya pada upacara-upacara adat budaya Betawi, cucur wajib dihidangkan. Rasanya manis, gurih, empuk di tengah dan renyah di bagian pinggirnya. Cara membuat kue ini cukup di goreng.
  1. Kue talam
  2. Kerak telor
    Kerak telor merupakan makanan khas Betawi yang sangat terkenal terutama pada saat acara Pekan Raya Jakarta. Kerak telor hampir mirip dengan martabak, perbedaanya terletak pada isi dan cara memuatnya. Isi kerak telor adalah ketan dan ubi. Cara memasak kerak telor, yaitu dengan dipanaskan di atas tungku arang.
  1. Kue kembang goyang
    Nama kembang goyang berasal dari bentuknya yang menyerupai kelopak bunga atau kembang dan proses membuatnya digoyang-goyang hingga adonan terlepas dari cetakan.
  1. Putu Mayang
    kue tradisional Betawi yang dibuat dari tepung kanji atau tepung beras, santan kelapa, dan gula merah. Memakan kue ini dapat dilakukan dengan menyiram gula merah dan santan, atau memberi tambahan sedikit taburan kelapa pada gula putu mayang tersebut.
  1. Sagon
  2. Kue ape
  3. Kue dongkal
    Dongkal terbuat dari beras yang ditumbuk halus hingga menghasilkan tepung. Kemudian tepung beras yang telah halus diisikan gula aren dan dikukus. Dongkal biasanya disajikan diatas daun pisang dan ditaburi parutan kelapa diatasnya.
  1. Dodol Betawi
  2. Roti buaya
    Hidangan Betawi berupa roti manis berbentuk buaya. Roti buaya senantiasa hadir dalam upacara pernikahan dan kenduri tradisional Betawi.
  1. Sengkulun
    Kue mirip kue keranjang dengan permukaan berbintil kasar, tekstur lunak, kenyal, dan lembut. Kue ini dibuat dengan bahan baku utama tepung ketan. Penggunaan gula merah membuatnya berwarna coklat, walaupun ada juga variasi pewarna lain di berbagai daerah. Santan kental menambahkan rasa gurih.
Dengan semakin besarnya jumlah orang yang masuk Indonesia sejak kemerdekaan, masyarakat asli Betawipun terdorong ke area terpencil, kebanyakan ke Jakarta Barat dan Selatan.
Di atas lahan seluas 289 hektar di Setu Babakan dibangun perkampungan Budaya Betawi, dimana masyarakat dapat berkunjung dan berjalan-jalan di tempat yang mempertahankan gaya Betawi, baik dari arsitekturnya maupun tata letaknya.
Setu-Babakan1_0.jpg
Setiap bulan Juli, Festival Budaya Betawi berlangsung di tempat ini, yaitu seperti upacara perkawinan, pesta sunatan, ritual nujuh bulanan kehamilan dan lainnya. Para pengunjung juga dapat memancing ikan dan menikmati berbagai makanan khas setempat di pondok-pondok yang menjual makanan maupun restoran.