KEBUDAYAAN BALI – Pada kesempatan kali ini kita akan
sedikit melihat dan sedikit berkenalan dengan yang namanya kebudayaan
bali. Diantara kalian siapa sih yang kenal dengan bali? Tentunya pada
kenal dong yah dengan Pulau Bali ini? Ya, saya memang sangat kenal
sekali dengan Pulau Dewata Bali ini.
Pulau Bali merupakan salah satu pulau yang ada di Indonesia yang
menyediakan beberapa tempat wisata yang sangat unik dan indah, tentunya
bagi kalian yang sudah pernah berkunjung ke Pulau Bali ini pasti
mengetahui apa saja tempat-tempat wisata yang ada di Pulau Bali
tersebut.
Yang perlu kalian tahu, di Pulau Bali ini bukan hanya menawarkan
keindahan-keindahan tempat wisata saja loh, tetapi pulau bali ini
menawarkan Kebudayaan Bali yang sangat banyak sekali kategori nya.
Diantara kalian pasti ada aja dong yang belum mengetahui tentang apa saja sih isi dari Kebudayaan Bali ini?
Nah, maka dari itu pada kesempatan kali ini saya akan sedikit
membahas tentang kebudayaan bali yang insha allah pembahasan ini dapat
bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan kita tentang kebudayaan.
trevelsia.com
Kebudayaan dan kesenian yang ada pada Pulau Bali ini menjadikan Pulau
Bali ini memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi para
wisata-wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.
Para wisata-wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali ini bukan hanya
sekedar menikmati suasana wisata alamnya saja, tetapi kebanyakan dari
wisata-wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut untuk menikmati
kebudayaan bali.
Apabila pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang
kebudayaan dari suku lain, maka pada kali ini kita akan membahas tentang
kebudayaan bali, dan berkenalan dengan rumah adat, pakaian adat, tarian
daerah, dan adat istiadat. Berikut lah ulasannya.
Rumah Adat Bali
lihat.co.id
Salah satu dari contoh rumah adat bali disebut dengan Gapura Candi
Bentar. Gapura Candi Bentar ini adalah puntu masuk menuju istana raja
yang merupakan rumah adat bali juga, Gapura Candi Bentar dibuat dari
batu yang berwarna merah dan diukir oleh batu cadas.
Balai Benggong posisinya terletak di sisi kanan dan Balai Wantikan
ini posisinya terletak pada sisi sebelah kiri. Apa sih Balai Benggo itu?
Balai Benggo ialah tempat peristirahatan raja dan keluarganya, lalu
dengan Balai Wantikan? Balai Wantikan ini ialah tempat pagelaran
kesenian.
Secara umumnya, rumah adat bali ini dipenuhi dengan hiasan
pernak-pernik, ukiran-ukiran dengan warna yang alami kemudian
patung-patung simbol ritual. Bangunan rumah adat bali ini terpisah-pisah
sehingga bangunan rumah adat bali ini menjadi banyak bangunan-bangunan
kecil dalam satu wilayah.
Pakaian Tradisional Bali
senibudayaku.com
Pakaian tradisional bali laki-laki berbentuk destra (ikat kepala),
kain songket, saput, dan dilengkapi dengan sebilah keris yang diselipkan
didaerah pinggang bagian belakang.
Sedangkan dengan pakaian adat bali wanita ini menggunakan dua helai
kaing songket, setagen songket dan selendang, selain menggunakan dua
helai kain songket dan lain sebagainya, pakaian adat bali untuk wanita
ini dilengkapi dengan hiasan-hiasan bunga emas dan hiasan bunga kamboja
diatas tepat pada kepala.
Perhiasan-perhiasan untuk menghias pakaian adat bali khusus wanita ini adalah seperti kalung, subang, dan gelang.
Tarian Tradisional Bali
wordpress.com
Selain dari pakaian adat, rumah adat, senjata tradisional,
kebudayaan-kebudayaan bali, dan lain sebagainya, Pulau bali ini memiliki
beberapa macam tarian-tarian tradisional yang sangat unik, biasanya
tarian tradisional ini akan diselenggarakan ketika adanya suatu
acara-acara besar.
Berikut dibawah ini akan ada penjelasan tentang berbagai macam tarian tradisional bali:
1. Tari Panji Semirang
goresantintaedy.blogspot.co.id
Tarian tradisional ini namanya Tari Panji Semirang. Tari Panji
Semirang ini dimainkan oleh wanita, Tari Panji Semirang ini ialah tarian
yang melambangkan seorang putri raja yang bernama Galuh Cadrakirana,
yang mana putri raja itu menyamar menjadi seorang laki-laki sesudah
kehilangan suaminya
Didalam lambangnya ia mengganti namanya menjadi Raden Panji, maka dari itulah tarian tersebut disebut dengan Tari Panji Semirang
2. Tari Pendet
indonesiakaya.com
Tari tradisional bali ini diberi nama dengan sebutan Tari Pendet,
yang mana Tari Pendet ini dimainkan untuk penyambutan kedatangan para
tamu-tamu undangan dengan menaburkan bunga-bunga, Tari Pendet dimainkan
oleh seorang wanita, dan penari-penari Tari Pendet ini memiliki senyuman
yang sangat manis.
Awal mulanya tarian ini hanya digunakan ketika adanya acara-acara
ibadah di pura sebagai bentuk penyambutan-penyambutan kepada dewa yang
turun kedalam bumi.
3. Tari Kecak
infokebali.com
Tari kecak, tari kecak ini adalah tarian yang sangat terpopuler di
daerah Pulau Bali. Tarian ini dimainkan oleh puluhan anggota dari
kalangan laki-laki, yang mana tarian ini dimainkan sambil duduk dan
melingkar.
Tari Kecak ini menceritakan tentang kisah cerita Ramayana ketika barisan seekor kera membantu Rama untuk melawan Rahwana.
Lagu yang mengiringi tari kecak ini diambil dari ritual-ritual tarian
sanghyang, yang mana sanghyang ini tradisi tarian dan penari-nya itu
akan berada dibawah alam sadar (Tidak Sadar), melakukan hubungan
komunikasi dengan tuhan atau dengan roh (Arwah) para leluhurnya, lalu
menyampaikan harapan-harapan yang di inginkan-nya kepada masyarakat.
Senjata Tradisional Bali – Keris Bali
duniapusakagallerykeris.blogspot.co.id
Pada setiap masing-masing daerah pasti memiliki yang namanya dengan
senjata tradisional, yang mana senjata tradisional itu ketika zaman
dahulu dipergunakan dengan baik untuk berperang melawan musuh-musuh yang
menyerang diri kita, berburu atau sebagai alat pelengkap ketika adanya
kegiatan resmi.
Menurut kisah cerita, keris bali ini merupakan salah satu peninggalan
dai kekuasan Kerajaan Majapahit. Konon katanya, keris ini kebudayaan
Majapahit yang sangat kuat, sehingga alat pertempuran seperti keris ini
diangkat oleh kerajaan-kerajaan di Pulau Bali atau bisa disebut dengan
Pulau Dewata.
Menurut filosofi, keris bali ini dilihat sebagai simbol dari nilai
ajaran-ajaran tentang kehidupan agama Hindu. Bahkan, mereka mempunyai
hari-hari tertentu untuk beribadah ketika akan merawat kesucian keris
pusaka yang dimiliki olehnya.
Keris ini dijadikan sebagai peralatan perang penduduk Bali,
kegunaannya selain untuk melindungi diri, keris ini bisa mewakili
seseorang didalam suatu undangan pernikahan/perkawinan.
Menurut dari kepercayaan-kepercayaan penduduk Bali, apabila keris
pusaka ini direndam didalam air putih maka akan bisa menyembuhkan
anggota keluarga dari gigitan-gigitan binatang yang memiliki bisa.
Adat Istiadat Bali
sipitfatimah.blogspot.co.id
Negara Indonesia mempunyai berbagai macam suku, budaya, agama, ras,
dan berbagai adat istiadat dengan seperti itu penduduk setempat pasti
memiliki perbedaan. Nah, hal seperti inilah yang menjadi keunikan budaya
bangsa di tanah air ini, sehingga perbedaan-perbedaan ini menciptakan
warna yang begitu indah dalam satu kesatuan bangsa.
Didaerah Bali terdapat beberapa kebiasaan yang unik pada masyarakat
yang ada kaitannya dengan Agama Hindu dan adat istiadat yang terlahir
pada dirinya masing-masing. Pulau Bali ini mempunyai banyak sekali
warisan-warisan dari nenek moyang atau leluhur mereka, yang mana
warisan-warisan budaya tersebut sampai saat ini maih tertanam dan
melekat.
Selain dari warisan-warisan peninggalan dari nenek moyang mereka,
masyarakat atau penduduk yang asli terlahir di Pulau Bali ini mempunyai
suatu kebiasaan yang sangat unik sekali, yang mana kebiasan-kebiasaan
unik tersebut hingga saat ini masih dipegang dengan teguh oleh
penduduk-penduduk setempat.
Adanya budaya dan tradisi mempunyai ciri khas sendiri pada setiap
masing-masig daerahnya, desa ataupun lingkungan kampung yang ada
didaerah Bali. Mempunyai berbagai macam kebudayaan dan budaya tentunya
sudah menjadi tugas para penduduk setempat untuk melestarikan dari
budaya tersebut, dan tidak pernah tergeser dengan adanya budaya-budaya
modern seperti saat ini.
Tentu saja semua ini sangat dipengaruhi oleh adat dan istiadarm
keyakinan atau beragama yang sangat kental, dan kepercayaan pada mistis.
Kebiasaan Masyarakat Bali
wp.com
Masyarakat atau penduduk Bali pada umumnya memiliki sifat yang sangat
ramah sekali, dengan memiliki pola hidup seperti Bhineka dan sangat
sedikit sekali dengan aturan-aturan ataupun terlalu fanatik dengan suatu
hal, mempunyai adat dan istiadat yang selalu dipegang teguh didalam
kehidupan sehari-sehari mereka.
Kegunaan dalam berpegang teguh adat dan istiadat didalam kehidupan
sehari-hari ialah untuk menghindari dari segala masalah, atau untuk
merasakan yang namanya hidup dengan kedamaian.
Sebenernya masyarakat Bali ini memiliki berbagai macam kebiasaan yang
sering digunakan pada kehidupannya masing-masing, mungkin
para teman-teman semua yang pernah berkunjung ke Pulau Bali entah itu
untuk liburan, atau ada study tour dari kampus atau sekolah, atau sedang
ada pertemuan dengan keluarga pasti mengetahui tentang kebiasaan
masyarakat bali dalam menjalani kehidupan.
Bahasa Daerah Bali
livewithoutinformationsystem.blogspot.co.id
Negara Indonesia ini terdiri dari berbagai macam daerah, dan pada
setiap daerah tersebut memiliki budaya dan bahasa daerah masing-masing.
Contoh misal daerah Bali, Bali adalah pulau yang memiliki kekayaan
budaya dan nuansa alam yang sangat indah, selain itu Bali juga terdiri
dari 3 bahasa, yakni bahasa kasar, halus, dan madya.
Misal kita ambil kata “makan” untuk dijadikan salah satu contoh dari
bahasa bali, kata makan apabila diartikan oleh basa bali adalah Ngajeng,
Medar, dan Ngiunan. Ketiga bahasa tersebut dimulai dari bahasa yang
kasar, halus, dan madya.
Dari ketiga bahasa Bali tersebut adalah aspek atay faktor penting
yang membedakan antar satu kasta dengan kasta-kasta yang lainnya.
Karena, bahasa bali yang alus biasanya digunakan oleh para kaum
Brahmana, kemudian bahasa madya digunakan oleh para Ksatria dan Waisya,
dan bahasa bali kasar pada umumnya digunakan oleh kaum-kaum sudra.
Agama di Bali
chrlhdyhxxx.blogspot.co.id
Penduduk yang memang asli kelahiran dari Bali dulunya merupakan
penganut kepercayaan-kepercayaan yang mana dulunya mereka percaya kepada
alam, tetapi sesudah melewati proses-proses adaptasi dari penduduk
keterunan kerajaan Majapahit, umumnya masyarakat yang tinggal di Bali
menganut kepada agama Hindu.
Tetapi pada zaman sekarang ini sudah banyak penduduk Bali yang
menganut agama lain selain dari agama hindu. Kepercayaan agama Hindu di
Bali ini ada sedikit perbedaan dibandingkan dengan kepercayaan agama
Hindu yang berasal dari kerajaan Majapahit, yang mana asal mulanya
berasal dari Negara India, karena kebudayaan di Bali telah melewati
proses-proses adaptasi atau penyesuaian dari dua macam penduduk
tersebut.
Upacara Adat Bali
plesiryuk.com
Di daerah Bali ini bukan hanya objek wisatanya menarik saja yang
dapat kalian nikmari ketika sedang berliburan ke Pulau Bali bersama
keluarga, teman, dan lain sebagainya. Namun, dibali juga memiliki budaya
hidangan budaya masyarakat bisa kalian jadikan hal menarik untuk kalian
nikmati, dan memiliki kesan yang indah, damai dan unik.
Misalkan seperti sedang menyaksikan sejumlah upacara adat di daerah
Bali, masyarakat-masyarakat semuanya ikut berbaur dalam upacara adat
tersebut semuanya mengenakan pakaian adat Bali, dan pakaian-pakaian adat
bali lainnya yang digunakan tergantung pada upacara adat Bali tersebut.
Jadi apabila kalian sedang berwisata atau berlibur kedaerah Bali ini
bukan hanya menikmati tempat-tempat yang menarik dan indah saja, tetapi
banyak hal yang unik dan indah yang tidak akan membuat jenuh pada
suasana.
Upacara adat di Bali ini memang ada kaitannya dengan
kehidupan-kehidupan beragama pada masyarakat setempat. Berikut ini
adalah salah satu upacara adat bali yang perlu kalian ketahui, yuk
langsung saja kita simak pembahasan tentang upacara adat bali:
Upacara Ngaben
upacara ngaben
Upacara Ngaben ialah suatu upacara pembakaran mayat atau jenazah yang
dilakukan oleh umat Hindu di daerah bali, upacara adat ini dilakukan
untuk mensucikan roh-roh leluhur orang yang telah meninggal dunia dan
menuju kepada tempat peristirahatannya dengan melaksanakan pembakaran
zenazah.
Ngaben ini memiliki pengertian atau penjelasan lain dengan semua
tujuannya mengarahkan mengenai adanya pelepasan terakhir kehidupan
seseorang atau kehidupan manusia. Didalam ajaran agama Hindu Dewa Brahma
memiliki beberapa macam ujud selain sebagai Dewa pencipta, Dewa Brahma
dipercaya juga memiliki ujud sebagai Dewa Api.
Jadi upacara adat Ngaben
ini ialah proses pensucian roh-roh dengan melakukan cara dibakan
menggunakan api supaya dapat kembali kepada sang pencipta, api menurut
dari orang-orang yang beragama hindu bali adalah penjelemaan dari Dewa
Brahma yang dapat membakar semua kotoran-kotoran yang terdapat pada
mayat dan roh orang yang telah meninggal dunia.
Wisata di Bali
reyginawisataindonesia.blogspot.com
Sebuah pulau yang letaknya terletak di wilayah timur Pulau Jawa. Ya
Bali namanya, Bali merupakan salah satu pulau yang sangat populer sekali
dikalangan wisata-wistawan dalam maupun wisata-wisatawan asing. Pulau
Bali ini selain terkenal dengan keindahan alamnya, Pulau Dewata ini juga
terkenal dengan aneka ragam seni dan budaya yang mana budaya mereka ini
dapat menarik perhatian banyak orang.
Pulau Bali ini merupakan salah satu tempat yang dijadikan sebagai
landasan atau tujuan tempat wisata yang sangat lengkap dengan berbagai
macam wisata didalamnya, dan terpercaya mempunyai banyak sekali obyek
wisata yang sangat menarik, penasaras? Berikut dibawah ini akan ada
pembahasan tentang tempat wisata di Pulau Bali.
Pantai Kuta Bali
liburanku.co.id
Pantai Kuta ialah obyek wisata di Pulau Bali yang sangat amat populer
dikalangan wisata-wisatawan dan juga obyek wisata pantai kuta ini
paling banyak didatangi oleh wisatawan karena letak lokasi pantai
tersebut dekat dengan kebaradaan bandara, nuansa pantainya yang indah,
biaya yang cukup murah, dan ombak yang sangat cocok untuk peselancar
pemula.
Selain dari itu, Pantai Kuta juga sangat populer dengan pemandangan
matahari tenggelamnya yang sangat mana pemandangan matahari tenggelamnya
itu sangat indah dan membuat daya tarik yang sangat tinggi sekali.
Dahulu Pantai Kuta ini merupakan salah satu pelabuhan besar, dan pusat
perdagangan di Pulau Bali.
Dengan di lengkapi oleh pasir putih dan laut birunya, kemudian juga
dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung yang sangat lengkap,
Pantai Kuta ini menjadi primadona salah satu tempat wisata Bali.
___________________________
Demikianlah artikel yang membahas tentang kebudayaan bali yang
didalamnya banyak sekali pelajaran-pelajaran tentang sejarah yang bisa
kita ambil sebagai tambahan wawasan tentang kebudayaan untuk kita semua.
Terimakasih telah membaca dan jangan lupa di share juga ya biar bisa
bermanfaat untuk orang lain juga.
Suku Minangkabau atau biasa disebut dengan suku Minang
merupakan salah satu suku bangsa Indonesia yang mendiami wilayah
Sumatera Barat. Bagi masyarakat Indonesia ikon suku Minang yang populer
adalah jam Gadang, rumah Gadang, atau masakan Minang yang lebih biasa
disebut sebagai masakan Padang. Selain hal-hal yang sudah populer
tersebut, ternyata suku Minang masih menyimpan banyak hal yang tidak
kalah unik dan menarik.
Meskipun demikian, tradisi dan kebudayaan Suku Minangkabau
yang berkembang hari ini merupakan hasil dari sebuah revolusi budaya.
Revolusi budaya pada masyarakat suku Minang terjadi pasca terjadinya
perang Padri pada tahun 1837. Pada awal mulanya, masyarakat Minang
menganut kebudayaan yang bercorak animisme dan dinamisme. Namun,
semenjak para pedagang dari Timur Tengah mulai memasuki wilayah
Sumatera, sejak saat itu budaya Minang banyak dipengaruhi oleh nilai
Islam. Puncaknya, pada abad 19 setelah perang Padri berakhir dibuatlah
sebuah adagium adat yang akhirnya merombak keseluruhan tradisi
suku Minang. Inilah beberapa adat kebudayaan suku Minang hasil dari
revolusi budaya tersebut :
Filosofis Adat
Sejarah adagium atau kesepakatan perjanjian di buat di Bukit
Marapalam yang menghadirkan para alim ulama, tokoh adat tradisional
serta para cerdik pandai (cendekiawan). Mereka membangun kesepakatan
bahwa semenjak saat itu maka adat budaya Minang didasarkan pada syariat
Islam. Isi kesepakatan dituangkan dalam kalimat kesepakatan yang
berbunyi “Adat basandi syarak (adat bersendi syariat), syarak
basandi kitabullah (syariat bersendi kitab Allah). Syarak mangato adat
mamakai (syariat melandasi adat)” .Maknanya bahwa adat Minang
bersendikan syariat, dan syariat bersendikan kitab Al Quran. Maka sejak
saat itu pondasi budaya Minang dibangun diatas pilar agama Islam.
Namun, jauh ke belakang sebelum terjadinya puncak kesepakatan
tersebut, suku Minang mengalami beberapa fase perombakan pondasi adat,
yaitu :
Adat basandi alua jo patuik dan syarak basandi dalil. Pada
fase ini masyarakat Minang menjalankan adat dan syariat secara berbeda.
Adat dan syariat memiliki rel-nya masing-masing tanpa saling mengganggu.
Agama bagi masyarakat Minang hanya sekadar ibadah saja, sedangkan dalam
sistem sosial mereka menggunakan adat tradisional.
Adat basandi syarak dan syarak basandi adat. Pada fase ini
masyarakat Minang mulai mengintegrasikan dan menyandingkan antara adat
dan syariat. Dalam penataan sistem sosial, syariat agama mulai dijadikan
salah satu sumber membangun aturan dan syariat tidak lagi hanya sekadar
ibadah saja.
Adat basandi syarak dan syarak basandi Kitabullah, syarak mangato adat mamakai. Ini
adalah puncak pengintegrasian syariat Islam dengan nilai adat. Hal ini
sebagaimana kesepakatan yang dilakukan di Bukit Marapalam. Dengan ini,
adat Minang melebur pada syariat Islam.
Adat Matrilineal
Meskipun sudah menjadikan Islam sebagai landasan adat. Namun adat
matrilineal masih sangat dipegang teguh oleh suku Minang. Adat
matrilineal ini menyandarkan segala garis keturunan pada ibu (pihak
perempuan). Hal ini tentu berbeda dengan Islam yang lebih menyandarkan
garis keturunannya pada sang ayah (pihak laki-laki). Akibat dari adat
matrilinel ini sistem pewarisan dan pengaturan kerumahtanggaan pun juga
kemudian lebih berat pada sisi perempuan dibandingkan laki-laki.
Beberapa konsekuensi dari budaya matrilineal ini diantaranya :
Keturunan didasarkan pada garis keturunan ibu, sehingga seorang anak
akan dimasukkan kedalam suku yang sama dengan suku ibunya berasal
Seorang laki-laki Minang tidak dapat mewarisi sukunya, sehingga bila
terdapat suku yang tidak memiliki anak perempuan dalam sukunya maka
suku tersebut sudah dianggap sama dengan punah.
Setiap orang harus menikah dengan orang diluar sukunya, bila tidak maka ia akan dikenai sanksi dengan dikucilkan.
Perempuan merupakan pemegang seluruh kekayaan keluarga dan seluruh
harta pusaka keluarga, namun dalam hal penentuan keputusan, laki-laki
masih memiliki hak mengambil putusan.
Dalam hal perkawinan menganut sistem matrilokal yakni suami mengunjungi rumah istrinya
Hak-hak pusaka diwariskan kepada anak perempuan.
Budaya Merantau
Merantau merupakan kebiasaan yang selalu dijalankan oleh laki-laki dari suku Minang. Kebudayaan suku Minangkabau
untuk merantau adalah akibat dari adanya adat matrilineal, maka pada
dasarnya laki-laki suku Minang tidak memiliki modal harta sama sekali.
Oleh sebab itu, kebanyakan laki-laki Minang ketika sudah dewasa selalu
pergi dari kampungnya untuk pergi merantau. Tujuannya adalah untuk
bekerja dan mencari harta kekayaan.
Merantau juga merupakan bagian konsekuensi dari tuntutan laki-laki
Minang untuk mencari pasangan yang diluar dari sukunya. Dengan merantau
ini maka laki-laki Minang bisa berpotensi untuk mengenal perempuan dari
suku lain. Pada awal mulanya makna merantau sendiri adalah pergi keluar
dari suku dan bergaul sosial dengan suku lain yang masih dalam etnis
Minang. Namun dalam perkembangannya merantau kemudian menjadi kebiasaan
untuk keluar dari tanah kelahiran dan bermata pencaharian di tanah lain.
Oleh sebab itu, bila kita melihat pada kehidupan hari ini, banyak
sekali orang-orang Minang yang mendiami kota-kota besar di tanah Jawa.
Biasanya mereka membuka berbagai macam bentuk usaha sebagai mata
pencaharian. Dan usaha yang paling banyak biasanya adalah dengan membuka
restaurant atau rumah makan Padang.
Adat Pernikahan
Dalam melangsungkan pernikahan, orang suku Minang harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu :
Kedua calon harus sama-sama beragama Islam
Kedua calon tidak berasal dari suku yang sama
Kedua calon dapat saling menghormati dan menghargai orang tua dan keluarga besar kedua belah pihak
Calon suami telah memiliki sumber penghasilan untuk menghidupi keluarga
Setelah itu, bila semua syarat sudah terpenuhi maka terdapat beberapa tradisi yang dilakukan oleh suku Minang, diantaranya :
Maresek
Pada tahap ini pihak keluarga wanita akan mendatangi pihak keluarga
pria dengan membawa sejumlah buah tangan. Tujuan dari Maresek adalah
pihak keluarga wanita akan mencari tahu kecocokan calon mempelai pria
dengan calon mempelai wanita.
Maminang/ Batimbang Tando
Pada tahap ini keluarga wanita akan mendatangi calon keluarga pria
untuk meminang. Bila dalam proses peminangan ini pihak pria menerima,
maka akan diteruskan dengan tahap Batimbang Tando sebagai simbol
perjanjian dan kesepakatan antar kedua belah pihak. Kedua keluarga akan
saling menukarkan benda-benda pusaka yang dimilikinya, seperti keris,
kain adat atau barang-barang lain yang dianggap berharga oleh keluarga.
Mahanta Siriah
Calon mempelai pria dan calon mempelai wanita akan mengabarkan kabar pernikahan kepada para mamak
(sebutan untuk laki-laki tertua dalam keluarga) dan seluruh kerabat
keluarga. Proses mahanta Siriah ini biasanya dilakukan dengan tradisi
membawa tembakau untuk calon mempelai pria dan sementara untuk calon
mempelai wanita dengan membawa sirih lengkap. Biasanya keluarga yang
didatangi akan ikut membantu pembiayaan pernikahan.
Babako-babaki
Bako adalah sebutan bagi pihak keluarga ayah dari calon mempelai
wanita. Tradisi ini biasa dilangsungkan beberapa hari sebelum akad
nikah. Calon mempelai wanita akan dijemput oleh keluarga ayah dan dibawa
kerumah. Kemudian para tetua dan sesepuh akan memberikan nasihat.
Keesokan harinya, calon wanita akan diantarkan pulang kembali dengan
membawa beberapa barang pemberian seperti seperangkat busana, perhiasan
emas, maupun beberapa bahan pangan baik yang sudah matang atau masih
mentah.
Malam Bainai
Kegiatan ini dilakukan pada malam akad nikah berlangsung. Tradisi ini
berupa memandikan calon mempelai wanita dengan air kembang sebagai
simbol membersihkan diri. Setelah itu, calon mempelai wanita akan dihias
kuku dan tangannya dengan daun pacar sebagai simbol keindahan.
Manjapuik Marapulai
Prosesi ini merupakan puncak tradisi dimana calon mempelai pria akan
dijemput untuk diantar ke rumah calon mempelai wanita. Akad nikah akan
dilangsungkan di rumah calon mempelai wanita. Keluarga calon mempelai
wanita yang datang menjemput membawa perlengkapan lengkap seperti
pakaian pengantin pria lengkap, sirih, nasi dan lauk dan beberapa
hantaran lain. Setelah menyampaikan maksud kedatangan, maka mempelai
pria akan langsung diarak menuju rumah calon mempelai wanita.
Penyambutan di rumah anak Daro
Sesampainya calon mempelai pria dirumah calon mempelai wanita, maka
calon mempelai pria akan disambut dengan meriah. Terdapat beberapa
pemuda berpakaian silat (baca juga : silat harimau minangkabau dan asal usul pencak silat)
yang akan menyambut dengan tari gelombang adat timbal balik yang
diiringi musik khas Minang. Tari gelombang adat timbal balik ini adalah
khas untuk menyambut mempelai pria (baca juga : tarian tradisional Indonesia dan tarian tradisional sumatera barat).
Selanjutnya terdapat para dara yang akan menyambut dengan
perlengkapan sirih. Para sesepuh wanita kemudian menaburi calon mempelai
pria dengan beras kuning. Kemudian kaki calon mempelai pria akan
dibasuh dengan air sebagai simbol pensucian sebelum menuju ke tempat
akan nikah.
Prosesi akad Nikah
Akad nikah dilakukan sesuai dengan syariat Islam dengan didahului
pembacaan ayat Al Quran. Setelah itu dilakukan ijab qabul yang
disaksikan oleh para saksi. Kemudian ditutup dengan do’a dan nasihat
dari para tetua.
Basandiang di Pelaminan
Kedua mempelai akan bersanding di rumah anak Daro (mempelai wanita).
Kedua mempelai kemudian duduk bersandingan untuk menerima para tamu yang
hadir dan biasanya terdapat hiburan musik di halaman rumah untuk
memeriahkan acara.
Tradisi Pasca Akad Nikah
Setelah akad nikah selesai, terdapat beberapa tradisi yang dilakukan oleh Suku Minang, diantaranya :
Mamulangkan Tando, mengembalikan tanda yang dipertukarkan pada tahap Maminang.
Malewakan Gala Marapulai, yakni memberikan nama dan gelar baru bagi pengantin pria sebagai simbol kedewasaan.
Balantuang Kaniang, menyentuhkan kening kedua pengantin pria dan wanita.
Mangaruak Nasi Kuniang, tradisi berebut daging ayam yang
disembunyikan di dalam nasi kuning. Dilakukan oleh kedua pengantin
sebagai simbol kerjasama antara suami dan istri.
Bamain Coki, melakukan permainan tradisional Minang semacam catur sebagai simbol mempererat kekeluargaan.
Harta Pusaka Tinggi
Yang dimaksud harta pusaka tinggi adalah harta pusaka yang dimiliki
oleh satu kaum atau suku. Bukan harta yang bersifat personal atau
pribadi. Biasanya berupa tanah atau barang yang memiliki nilai jual
tinggi. Harta pusaka tinggi hanya bisa dimanfaatkan dan tidak boleh
diperjual belikan. Harta ini diturunkan secara turun temurun (waris)
kepada anak perempuan dalam suatu suku atau keluarga besar. Kaum
laki-laki tidak memiliki hak terhadap harta pusaka ini.
Meskipun demikian, terdapat beberapa kondisi dimana dalam hukum adat
Minang, harta pusaka tinggi boleh untuk digadaikan. Penggadaian harta
pusaka tinggi harus disebabkan oleh salah satu dari beberapa alasan yang
diperbolehkan untuk penggadaian, yaitu :
Maik Tabuju Ateh Rumah (mayat terbujur diatas rumah), tidak adanya biaya untuk mengurus jenazah keluarga yang meninggal.
Gadih atau Rando indak balaki (gadis atau janda tidak bersuami),
seorang wanita yang tidak memiliki seorang suami bagi suku Minang adalah
sebuah aib. Oleh karenanya, apabila terdapat seorang gadis yang sudah
berumur namun belum bersuami atau seorang janda yang tidak bersuami,
maka diperbolehkan menggunakan harta pusaka yang tergadai untuk membayar
laki-laki yang mau menikahinya.
Rumah Gadang katirisan (Rumah Gadang mengalami kerusakan). Apabila
rumah gadang yang ditempati mengalami rusak berat, maka diperbolehkan
menggadaikan untuk melakukan perbaikan rumah agar rumah tidak
runtuh/roboh.
Mambangkik batang tarandam, apabila sebuah suku tidak memiliki
penghulu adat, maka diwajibkan untuk melakukan upacara pengangkatan
penghulu adat yang pembiayaannya dari penggadaian harta pusaka.
Itulah beberapa kebudayaan suku Minangkabau yang
merupakan hasil integrasi antara adat dan syariat. Untuk mempelajari
tentang kesenian, masakan dan lain sebagainya bisa dibaca artikel
tentang kebudayaan Minangkabau.
Mengenal Budaya Jawa – Aset Penting Negeri Nusantara
Keberagaman Indonesia akan suku dan
budayanya mengingatkan saya akan kekayaan negara kita yang begitu
menakjubkan. Ada lebih dari 250 suku tersebar di seluruh Indonesia.
Salah satu suku dan budaya terbesar adalah Jawa. Jawa merupakan tempat
saya dilahirkan dan dibesarkan.
Jawa mendiami mendiami wilayah Tengah
dan Timur Jawa. Pada bagian barat, didiami suku Sunda. Menjadi salah
satu suku terbesar di Indonesia, tentu saja Jawa juga memiliki
kebudayaan yang beragam, dan sebagian budaya itu masih ada hingga
sekarang.
Mengenal Budaya Jawa
Menurut kamus KBBI, Budaya diartikan
sebagai pikiran, akal budi, atau adat istiadat. Menurut Koentjaraningrat
sebagaimana dikutip Budiono K, menegaskan
bahwa, “menurut antropologi, kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan
dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan
bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar”.
Budaya Jawa adalah budaya yang berasal
dari Jawa dan dianut oleh masyarakat Jawa, khususnya di Jawa Tengah,
DIY, dan Jawa Timur. Budaya secara garis besar dapat dibagi menjadi 3
yaitu budaya Banyumasan, Budaya Jawa Tengah – DIY, dan Budaya Jawa
Timur.
Selain suku bangsa, terdapat juga sub
sukunya dari Jawa. Yaitu suku osing dan suku tengger. Budaya Jawa
memiliki nilai-nilai sarat dengan nilai etika dan estetika. Budaya Jawa
mengutamakan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian dalam kehidupan
sehari-hari. Juga sangat menjunjung tinggi kesopanan dan kesederhanaan.
7 Kebudayaan dari Suku Jawa yang diwariskan hingga sekarang
Bahasa Jawa
Orang Jawa menggunakan bahasa Jawa dalam
bertutur kata sehari-hari. Bahasa Jawa memiliki aturan perbedaan kosa
kata dan intonasi berdasarkan hubungan antara pembicara dan lawan
bicara, yang dikenal dengan unggah – ungguh. Aspek kebahasaan ini
memiliki pengaruh sosial yang kuat dalam budaya Jawa, dan secara tidak
langsung membentuk kesadaran yang kuat akan status sosialnya di
masyarakat.
Bahasa Jawa dibagi dalam 3 golongan berdasarkan unggah-ungguh nya. 3 golongan itu adalah
Bahasa Jawa Ngoko, bahasa jawa ngoko dibagi menjadi 2 yaitu ngoko lugu dan ngoko Andhap
Bahasa Jawa Madya, bahasa jawa madya dibagi menjadi 3 macam yaitu Madya Ngoko, Madyantara, dan Madya Krama
Basa Jawa Krama, dibagi menjadi 6 macam yaitu Krama Lugu, Mudha Krama, Wredha Krama, Krama Inggil, Krama Desa, dan Basa Kedathon
Meski keseluruhan menggunakan bahasa Jawa, tapi dialek setiap daerah di Jawa berbeda – beda.
Filosofi
Orang Jawa sangat lekat dengan filosofi kehidupan, terutama dari para tokoh besar Jawa seperti Sunan Kalijaga.
Sunan Kalijogo meninggalkan sebuah filosofi hidup yang hingga kini
masih melekat di masyarakat Jawa. Filosofi tersebut termuat dalam Dasa
Pitutur.
Kepercayaan
Masyarakat Jawa dulu menganut agama
hindu, budha, dan Kejawen sebagai piandel/pegangan. Meski sekarang
sebagian besar orang Jawa beragama Islam, namun kepercayaan mereka
terhadap Kejawen tetaplah menjadi sebuah pegangan mereka. Hal ini
disebabkan karena penyebaran agama islam dilakukan oleh para Wali Songo
dengan metode pendekatan tradisi Jawa.
Dan Kejawen itu sendiri juga tidak
menyimpang dari agama islam. Kepercayaan Kejawen berisikan tentang seni,
budaya, tradisi, ritual, sikap, dan juga filosofi – filosofi orang
Jawa.
Kesenian
Kesenian Tradisional Jawa sangatlah
beragam, secara umum kesenian Jawa dibagi menjadi 3 kelompok besar
yaitu, Banyumasan (Ebeg), Jawa Tengah, dan Jawa Timur (Ludruk atau
Reog).
Adapula kesenian musik Jawa dan Tarian
Jawa. Seni tari Jawa juga sangat beragam macamnya, antara lain. Dari
Jawa Timur ada Tari Reog, Tari Gandrung (Banyuwangi) dan Tari Remo. Dari
Jawa Tengah ada Tari Brambang Cakil, Tari Emprak, Tari Kridhajati
(Jepara), Tari Sintren, Tari Kuda Lumping dan Tari Ebeg (Banyumas). Dari
DIY ada Tari Angguk dan Tari Golek Menak.
Seni musik jawa meliputi Langgam Jawa
yang merupakan bentuk adaptasi musik keroncong kedalam musik tradisional
Jawa, khusunya gamelan.
Kalender Jawa
Kalender Jawa adalah sebuah kalender
yang merupakan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa, dan Budaya
Eropa. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua
yaitu siklus mingguan terdiri dari 7 hari (Senin – Minggu), dan siklus
pekan Pancawara (pasaran) yang terdiri dari 5 hari (Pahing, Pon, Wage,
Kliwon dan Legi).
Dalam hitungan bulan, kalender Jawa
memiliki 12 bulan yaitu Sura, Supar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadil awal,
Jumadilakir, Rajab, Ruwah, Pasa, Sawal, Sela, dan Besar.
Hitungan Jawa
Hitungan Jawa merupakan sistem
perhitungan masyarakat Jawa dalam membuat keputusan-keputusan penting,
dimana diyakini bila kita sembarangan memilih waktu bisa jadi itu akan
menimbulkan keburukan.
Sistem perhitungan ini biasa disebut
Neptu yang terdiri dari angka perhitungan hari, hari pasaran
(pancawara), bulan, dan tahun Jawa. Hari, pasaran, bulan dan Tahun
memiliki nilai yang berbeda-beda. Dari nilai perhitungan totalnya itulah
nantinya akan diketahui baik buruknya keputusan yang akan diambil.
Rumah Joglo
Rumah Joglo juga merupakan salah satu
budaya jawa yang memiliki nilai sarat dan estetika. Sruktur bangunan
tradisional Jawa mencerminkan komposisi ruang bangunan khas seperti : pendhapa, pringgitan, dalem, dapur, atau gandri ghandok.
Hubungan antara struktur ini sangat
dipengaruhi oleh mitologi proses manifestasi dan kosmologi Jawa. Ini
berarti bahwa rumah jawa tidak hanya sebuah tempat berlindung, tetapi
juga dipahami sebagai manifestasi dari cita-cita dan pandangan hidup
atau fungsi simbolis.
Salah satu nilai kearifan lokal
ditemukan dalam rumah tradisional Jawa. Jawa memiliki berbagai keindahan
budaya dan seni yang terintegrasi dengan kehidupan masyarakatnya.
Berbagai seni tradisi dan budaya tertuang dalam karya karya pusaka
masyarakat Jawa, seperti batik, rumah joglo, keris, dan gamelan. Joglo
sebenarnya hanya merupakan salah satu bentuk rumah tradisional Jawa,
tetapi joglo merupakan tipe rumah Jawa yang paling lengkap susunannya
sehingga nilai kearifan yang terkandung dalam rumah ini pun juga tidak
habis diuraikan hingga sekarang.
Ilmu Spiritual
Masyarakat Indonesia khususnya Jawa
sangat kental dengan hal – hal spiritual. Masyarakat jawa mengenal
banyak sekali ilmu spiritual yang dirangkum dalam ilmu kejawen.
Kepercayaan kejawen menciptakan sebuah filosofi, budaya dan
ritual-ritual jawa yang ditujukan kepada Sang pencipta dengan tujuan
untuk mendapatkan berbagai solusi dalam menyelesaikan suatu permasalahan
serta menjadi sarat tertentu untuk kegiatan-kegiatan penting Dari
kepercayan kejawen itulah sekarang disebut sebagai ilmu kejawen.
Sebagai orang jawa yang ahli spiritual,
ilmu kejawen telah diturunkan oleh mbah saya kepada saya. Setelah sukses
membimbing ilmu kejawen kepada klien-klien saya, menjadikan saya
seorang pakar kejawen.
Ada 5 ilmu Kejawen yang saya ajarkan, antara lain;
Jika Anda ingin lebih memahami tentang ilmu kejawen, silahkan kunjungi situsnya disini.
Penjelasan diatas merupakan kumpulan
budaya hanya dari satu Suku yang Ada di Nusantara kita. Tidak bisa
terbayangkan berapa jumlah semua budaya yang ada di negara kita tercinta
ini. Sungguh besar dan kaya negara kita ini, karena itulah tercipta
Bhineka Tunggal Ika sebagai pemersatu bangsa kita.
Jangan lupa untuk bagikan artikel ini ke media sosial favorit Anda
Betawi? pasti kalian sudah tidak asing
lagi dengan kata Betawi, baik dari daerahnya, keseniannya ataupun
makanan khasnya. Seperti yang kalian ketahui bahwa suku Betawi adalah
penduduk Indonesia yang bertempat tinggal di Jakarta, tapi apakah kalian
tau bahwa suku Betawi mendapatkan banyak pengaruh dari suku lain baik
dari bahasa yang digunakan, pakaian adat dan lain lainnya? Yuk kita
bahas kebudayaan Betawi lebih dalam lagi.
Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia.
Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain
yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Melayu,
Jawa, Bali, Bugis, Makassar dan Ambon, serta suku-suku pendatang,
seperti Arab, India, Tionghoa dan Eropa.
Jika kalian mendengar kata Betawi pasti
kalian teringat dengan ‘Ondel-Ondel’ yang telah menjadi ikon kota
Jakarta. Ondel-ondel adalah bentuk pertunjukan rakyat Betawi yang sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat. Ondel-ondel yang berupa boneka besar itu tingginya sekitar 2,5 meter dengan diameter ± 80 cm, dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan sedemikian rupa sehingga mudah dipikul dari dalamnya. Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya dicat dengan warna merah dan menggunakan kostum berwarna gelap, sedangkan yang perempuan dicat dengan warna putih dan menggunakan kostum berwarna terang.
BAHASA
Bahasa Betawi adalah anak dari bahasa melayu yang ditambah dengan unsur-unsur bahasa Sunda, Bali, Cina Selatan (terutama bahasa Hokkian), Arab, serta bahasa dari Eropa, terutama Belanda dan Portugis.
Karena berkembang secara alami, tidak ada struktur baku yang jelas dari
bahasa ini yang membedakannya dengan bahasa Melayu, meskipun ada
beberapa unsur linguistik penciri yang dapat dipakai, misalnya dari
peluruhan awalan me-, penggunaan akhiran –in (pengaruh
bahasa Bali), serta peralihan bunyi /a/ terbuka di akhir kata menjadi
/e/ atau /ɛ/ pada beberapa dialek lokal. Seperti contohnya: gimane
(bagaimana), siape/sape (siapa), engkong (kakek), Nyai (nenek), bupet
(laci), ponten (nilai).
PAKAIAN ADAT
Dalam adat Betawi dikenal beberapa jenis
model pakaian adat yang banyak mendapatkan pengaruh dari kebudayaan atau
adat lainnya seperti budaya Arab, China dan Melayu. Berbagai pengaruh
tersebut dapat dijumpai pada pakaian pengantin dan pakaian keseharian
masyarakat Betawi.
1. Pakaian Keseharian
Pakaian adat yang digunakan oleh pria
Betawi dalam kegiatan sehari-hari yaitu berupa baju koko berwarna polos
atau disebut juga sadariah yang dipadukan dengan celana kolor panjang
bermotif batik dan sebagai pelengkap ditambahkan pula penggunaan kain
pelekat berupa sarung atau selendang yang diselempangkan di pundak,
serta peci warna hitam dari bahan beludru.
Sedangkan wanita Betawi menggunakan
baju kurung dengan warna mencolok yang dipadukan kain sarung batik
bercorak geometri dengan warna-warna yang cerah. Sebagai pelengkap
ditambahkan pula penggunaan tutup kepala berupa kerudung atau selendang
dengan warna senada sesuai baju yang dikenakan.
2. Pakaian Pengantin
Pakaian pengantin adat Betawi sangat
kental pembauran budaya Tionghoa, Arab dan Barat. Busana yang dikenakan
oleh pengantin pria dalam adat Betawi disebut dengan ‘Dandanan Care
Haji’. Busana ini terdiri dari jubah berwarna cerah yang terbuat dari
bahan beludru dengan bagian dalam berupa kain berwarna putih yang halus.
Sebagai pelengkap ditambahkan penggunaan tutup kepala dari sorban yang
disebut dengan nama Alpie, selendang bermotif benang emas atau
manik-manik yang berwarna cerah, serta alas kaki berupa sepatu pantofel
agar tampak lebih serasi.
Sedangkan busana yang dikenakan oleh
pengantin wanita dalam adat Betawi disebut ‘Dandanan Care None Pengantin
Cine’. Busana ini terdiri dari blus bergaya Cina yang terbuat dari
bahan satin berwarna cerah yang dipadukan dengan bawahan berupa rok
model putri duyung berwarna gelap (hitam atau merah hati) atau disebut
dengan nama Kun. Sebagai pelengkap kepala ditambahkan penggunaan sanggul
palsu yang dihiasi dengan kembang goyang motif burung hong, bunga
melati yang dibentuk roonje dan sisir, serta pemakaian cadar di bagian
wajah. Perhiasan lain yang dipergunakan diantaranya berupa kalung lebar,
gelang listring, dan hiasan teratai manik-manik yang dikalungkan di
bagian dada, serta alas kaki berupa selop dengan model perahu.
TARI TRADISIONAL
Betawi memiliki cukup banyak tarian
tradisional. Tarian Betawi terbentuk dari proses asimilasi berbagai
kebudayaan. Tarian Betawi juga mempunyai ciri khas sendiri, yaitu
penggunaan suara musik pengiring yang riang serta gerakan-gerakan tari
yang dinamis. Dibawah ini adalah jenis tarian Betawi:
Tari Topeng Betawi
Tari Topeng Betawi merupakan paduan aspek
tari, musik dan teater. Penggunaan topeng dalam tarian ini didasarkan
atas kepercayaan dahulu masyarakat Betawi bahwa topeng mempunyai
kekuatan magis yang dapat menolak bala, bahkan menghilangkan rasa duka.
Oleh karenanya, Tari Topeng biasanya dipentaskan untuk memeriahkan
pesta-pesta penting, misalnya pada acara pernikahan dan khitan. Tari
Topeng Betawi lebih bersifat teatrikal dan komunikatif lewat gerakan.
2. Tari Yapong
Tari Yapong pertama kali diperkenalkan
pada tahun 1977 dalam rangka mempersiapkan acara ulang tahun kota
Jakarta ke-450. Tari Yapong telah diciptakan oleh Bagong Kussudiarjo.
Tari ini merupakan tari yang gembira dengan gerakan yang dinamis dan
eksotis. Dalam gerakan tari Yapong diperlihatkan suasana yang gembira
sehingga sering dipentaskan dalam acara-a
cara sambutan. Nama tari ini berasal dari bunyi nyanyian lagunya “ya ya
ya ya” dan alunan musik yang berbunyi “pong pong pong”. Sehingga
lahirlah nama Yapong.
3. Tari Cokek
Tari Cokek adalah salah satu tarian
klasik masyarakat Betawi di Jakarta. Tarian khas Betawi ini ditarikan
berpasangan dan sangat kental dengan budaya etnik Cina. Kata cokek sendiri berasal dari bahasa Cina (cukin) yang
berarti selendang, yang dipakai para penari wanitanya guna menarik
pasangannya. Tarian Cokek ini diiringi oleh musik Gambang Kromong dan
ciri khasnya adalah goyangan pinggul yang dinamis.
4. Tari Lenggang Nyai
Tari Lenggang Nyai juga sering disebut
sebagai tari Lenggang Betawi. Tarian ini telah diciptakan oleh Wiwik
Widiastuti pada tahun 1998 hingga tarian ini bisa dianggap masih baru.
Tarian ini didasarkan pada cerita rakyat setempat, yakni tentang Nyai
Dasimah yang telah berhasil keluar dari perkawinan yang merenggut
kebebasannya. Seperti Tari Cekok, Tari Lenggang Nyai juga banyak
dipengaruhi oleh budaya Cina. Sekelompok gadis belia berjumlah 4 atau
sampai 6 orang biasanya yang membawakan tarian ini dan sering
dipentaskan pada acara-acara resmi penyambutan tamu penting atau
pernikahan.
5. Tari Japin
Tarian ini merupakan adaptasi dari Tari
Zapin yang dipengaruhi oleh budaya Arab dan Melayu. Konon, pengubahan
kata zapin menjadi japin dikarenakan kebiasaan masyarakat Betawi
menyebut kata Z dengan huruf J. Tari Japin diiringi oleh musik dan lagu
Betawi, yang terdiri dari alat musik gambus dan marwas. Keunikan Tari
Japin Betawi ini dilihat dari kelincahan para penarinya yang
melompat-lompat dan biasanya ditarikan secara berpasangan.
ALAT MUSIK
Masyarakat Betawi sangat mencintai seni
musik, hal ini dapat dilhat dari keberagaman musik yang berkembang di
daerah ini seperti musik tanjidor, marawis, keroncong dan gambus.
Tanjidor
Tanjidor merupakan salah satu musik
Betawi yang mendapat pengaruh kuat dari musik Eropa. Tanjidor bisa
dikatakan sejenis orkes rakyat Betawi karena selain menggunakan
alat-alat berat, alat-alatnyapun dibuat dari barang bekas yang sudah
usang. Alat musik yang dimainkan dalam tanjidor kebanyakan adalah alat
musik tiup diantaranya adalah clarinet, piston, trombone, terompet dan
lain sebagainya.
2. Marawis
Marawis adalah salah satu jenis band
tepok dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Nama Marawis diambil
dari nama alat yang dipergunakan dalam kesenian ini. Lagu-lagu dalam
musik marawis biasanya berirama gambus dan padang pasir. Lagu yang
dinyanyikan diiringi oleh jenis pukulan tertentu seperti zapin, sarah
dan zahefah. Pukulan Zapin untuk mengiringi lagu-lagu gembira. Pukulan
Sarah dipakai untuk mengarak penganten dan Zahefah mengiringi lagu-lagu
di Majelis. Pemain musik ini biasanya terdiri dari 10 orang.
3. Keroncong
Kesenian musik keroncong pada awalnya
diperkenalkan oleh bangsa Portugis. Masyarakat Betawi memiliki keroncong
Tugu dan keroncong Kemayoran. Musik Keroncong Kemayoran dimainkan untuk
memeriahkan pesta. Alat musik Keroncong Kemayoran berupa biola,
keroncong, melodi, ukulele, gitar, bass, rebana, seruling dan cello.
4. Gambus
Gambus merupakan seni musik yang bercorak
Islami. Musik Gambus biasa ditampilkan dalam berbagai acara, dari pesta
perkawinan hingga acara adat.Peralatan musik Gambus bervariasi, namun
yang baku pada umumnya terdiri dari gambus, biola, dumbuk, suling,
organ, accordion dan marawis. Selain sebagai musik mandiri, musik Gambus
dipergunakan pula untuk mengiringi tarian Japin yang biasa ditarikan
oleh pria berpasang-pasangan.
MAKANAN & MINUMAN KHAS BETAWI
-Makanan
Makanan Khas Betawi dipengaruhi oleh
budaya Cina, Eropa, dan Arab. Citarasa gurih dan sedap merupakan ciri
khas makanan Betawi. Sebenarnya, Betawi memiliki banyak makanan khas
yang lezat. Namun, seiring perkembangan pesat kota Metropolitan Jakarta
yang sekaligus ibukota negara Indonesia ini, Makanan Khas Betawi sudah
banyak yang langka bahkan nyaris punah. Dibawah ini adalah beberapa
makanan khas Betawi:
Asinan Betawi
Soto Betawi
Ayam sampyok
Hidangan mewah asal betawi dengan sentuhan cita rasa cina yang menyelimuti daging ayam.
Sayur babanci
Salah satu kuliner ikonik khas Betawi yang kini mulai langka. Kelangkaan ini disebabkan karena bahan dan rempah-rempah untuk membuat sayur ini sudah sulit ditemukan di Jakarta,
sehingga masyarakat Betawi hanya menyajikan sayur ini saat hari-hari
besar keagamaan seperti Idul Adha dan Idul Fitri. Dinamakan Sayur
Babanci karena sayur ini tidak jelas jenisnya, bahkan tidak bisa
dikategorikan sebagai sayur karena tidak ada campuran sayur.
Soto tangkar
Makanan khas yang satu ini lahir pada masa penjajahan Belanda. Pada saat
itu, orang Betawi hanya mampu membeli iga sapi yang sedikit dagingnya
(tangkar). Kemudian, orang Betawi menyulapnya menjadi soto yang enak.
Kini, soto tangkar ditambah dengan daging dan jeroan. Soto tangkar
berkuah santan tetapi rasanya tidak terlalu ‘berat’.
Bandeng pesmol
Nasi ulam
Nasi ulam merupakan makanan khas Betawi yang mendapat pengaruh dari
budaya kuliner Cina. Nasi ulam biasanya memakai nasi pera yang disiram
dengan semur kentang/ semur tahu/ semur telur. Nasi ulam juga ditambah
dengan cumi asin goreng, bihun goreng, telur dadar iris, dan perkedel
kentang. Nasi ulam bertambah nikmat dengan tambahan daun kemangi,
sambal, bawang goreng, dan taburan kacang tanah tumbuk.
Nasi Kebuli
-Minuman
Bir Pletok
Minuman penyegar yang dibuat dari campuran beberapa rempah, yaitu jahe, daunpandan wangi, dan serai. Agar warnanya lebih menarik, orang Betawi biasanya menggunakan tambahan kayusecang, yang akan memberikan warna merah bila diseduh dengan air panas. Walaupun mengandung kata bir, bir pletok tidak mengandung alkohol.
Minuman ini berkhasiat untuk memperlancar edaran darah. Masyarakat
Betawi banyak mengonsumsinya pada malam hari sebagai penghangat.
Es goyang
Es selendang mayang
Minuman ini sekarang jarang ditemukan karena dikalangan masyarakat Betawi sendiri minuman ini dianggap minuman kuno. Di acara-acara tertentu seperti Lebaran Betawi,
minuman ini disajikan dan sering disertai dengan label “minuman Betawi
jadul”. Selain menyegarkan, minuman ini dapat mengurangi rasa lapar
karena dibuat dengan bahan dasar tepung beras. Beberapa penjual di kota tua membuat minuman ini dengan bahan dasar tepung hunkwe dengan alasan lebih mudah dan efisien.
-Kue/Makan ringan
Kue cucur
Di daerah Jakarta (Betawi)
makanan ini termasuk makanan adat, artinya pada upacara-upacara adat
budaya Betawi, cucur wajib dihidangkan. Rasanya manis, gurih, empuk di
tengah dan renyah di bagian pinggirnya. Cara membuat kue ini cukup di
goreng.
Kue talam
Kerak telor
Kerak telor merupakan makanan khas Betawi yang sangat terkenal terutama
pada saat acara Pekan Raya Jakarta. Kerak telor hampir mirip dengan
martabak, perbedaanya terletak pada isi dan cara memuatnya. Isi kerak
telor adalah ketan dan ubi. Cara memasak kerak telor, yaitu dengan
dipanaskan di atas tungku arang.
Kue kembang goyang
Nama kembang goyang berasal dari bentuknya yang menyerupai kelopak bunga
atau kembang dan proses membuatnya digoyang-goyang hingga adonan
terlepas dari cetakan.
Putu Mayang
kue tradisional Betawi yang dibuat dari tepung kanji atau tepung beras,
santan kelapa, dan gula merah. Memakan kue ini dapat dilakukan dengan
menyiram gula merah dan santan, atau memberi tambahan sedikit taburan
kelapa pada gula putu mayang tersebut.
Sagon
Kue ape
Kue dongkal
Dongkal terbuat dari beras yang ditumbuk halus hingga menghasilkan tepung. Kemudian tepung beras yang telah halus diisikan gula aren dan dikukus. Dongkal biasanya disajikan diatas daun pisang dan ditaburi parutan kelapa diatasnya.
Dodol Betawi
Roti buaya
Hidangan Betawi berupa roti manis berbentuk buaya. Roti buaya senantiasa hadir dalam upacara pernikahan dan kenduri tradisional Betawi.
Sengkulun
Kue mirip kue keranjang dengan permukaan berbintil kasar, tekstur lunak,
kenyal, dan lembut. Kue ini dibuat dengan bahan baku utama tepung
ketan. Penggunaan gula merah membuatnya berwarna coklat, walaupun ada
juga variasi pewarna lain di berbagai daerah. Santan kental menambahkan
rasa gurih.
Dengan semakin besarnya jumlah orang
yang masuk Indonesia sejak kemerdekaan, masyarakat asli Betawipun
terdorong ke area terpencil, kebanyakan ke Jakarta Barat dan Selatan.
Di atas lahan seluas 289 hektar di Setu
Babakan dibangun perkampungan Budaya Betawi, dimana masyarakat dapat
berkunjung dan berjalan-jalan di tempat yang mempertahankan gaya Betawi,
baik dari arsitekturnya maupun tata letaknya.
Setiap bulan Juli, Festival Budaya Betawi
berlangsung di tempat ini, yaitu seperti upacara perkawinan, pesta
sunatan, ritual nujuh bulanan kehamilan dan lainnya. Para pengunjung
juga dapat memancing ikan dan menikmati berbagai makanan khas setempat
di pondok-pondok yang menjual makanan maupun restoran.