This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 14 September 2018

Penjajahan Bangsa Spanyol di Indonesia

Penjajahan Bangsa Spanyol di Indonesia

Seperti halnya penjajahan bangsa Portugis di Indonesia, Spanyol juga pernah menduduki wilayah Indonesia. Ekspedisi kerajaan Spanyol untuk menemukan sumber rempah - rempah mendapat dukungan dari kerajaannya untuk menyaingi Portugis yang sama - sama memiliki ambisi menemukan daerah - daerah baru penghasil rempah - rempah. Kedatangan bangsa Spanyol ke Indonesia juga memiliki tujuan yang sama dengan bangsa Portugis diantaranya, mencari daerah baru untuk dikuasai, menyebarkan agama, serta mencari daerah perdagangan rempah - rempah. Berikut ini merupakan pelayaran - pelayaran yang dilakukan bangsa Spanyol untuk mencapai Nusantara.

1. Pelayaran Cristhoper Columbus
Cristhoper Colombus atau terkadang ditulis Cristoforus Columbus lahir di Genoa, Italia pada tahun 1451. Ia merupakan nahkoda yang handal serta dikenal sebagai seorang penjelajah dan pedagang. Ketika gencar - gencarnya bangsa Eropa mencari jalan menuju Asia Timur, ia meyakini bahwa untuk menemukan daratan Asia Timur akan lebih cepat apabila berlayar ke arah barat melintasi Samudra Atlantik. Rencana ini terkendala dana, maka ia membujuk Ratu Isabella I untuk mendanai ekspedisi ini. Akhirnya disetujui dan Columbus berangkat pada 3 Agustus 1492 di Pelabuhan Paulus Spanyol. Ekspedisi ini berlabuh pertama kali di Kepulauan Canary, lepas pantai Afrika. Selanjutnya pada 6 September pelayaran dilanjutkan ke arah barat. Pelayaran ini beresiko sangat tinggi karena banyak awak kapal yang merasa ingin membatalkan keikutsertaan dalam ekspedisi ini. Namun, Columbus bersikukuh untuk melanjutkan ekspedisi ini. Dengan 120 pelaut dan tiga kapal selama 30 hari, akhirnya Columbus menemukan sebuah daratan yang mereka anggap sebagai India. Daerah tersebut adalah Kepulauan Salvador yang berada di Benua Amerika.

Perjalanan Pertama Chritoper Columbus
Ekspedisi pertama Columbus, ia membawa tiga kapal yaitu dua kapal kecil Nina dengan kapten Vicente Pinzon Yanez, Pinta dengan kapten Martin Alonzo Pinzon, serta satu kapal besar Santa Maria yang dikapteni oleh Columbus sendiri. Mereka berlayar dari Palos, Spanyol pada 3 Agustus 1492. Kemudian pada tanggal 11 Oktober 1492 mereka melihat pulau - pulau Karibia di tenggara Amerika Utara. Mereka kemudian singgah di Guanahani, dan kemudian Columbus menyebutnya sebagai San Salvador. Kedatangan awak kapal Columbus disambut baik oleh orang Indian Taino lokal, namun Columbus menangkap sebagian dari suku Indian untuk dijual sebagai budak. Columbus mengira bahwa ia sudah sampai di Asia dan kemudian mengeksplorasi pulau - pulau sekitar untuk menjarah emas, Columbus melanjutkan perjalanannya ke pulau - pulau Hispaniola yang kemudian menjadi Haiti, Kuba, serta pulau - pulau kecil lainnya. Ketika perjalanan kembali ke Spanyol, kapal Santa Maria rusak dan kapal Pinta berlayar sendiri untuk mencoba menyaingi Columbus. Akhirnya Cristhoper Columbus sampai di Spanyol pada 15 maret 1493.

Perjalanan Kedua Columbus
Perjalanan kedua Columbus yang dilakukan pada 25 September 1493 sampai 11 Juni 1496, Columbus berlayar bersama 17 kapal serta 1.200 hingga 1.500 orang awak kapal untuk menemukan emas dan menangkap orang - orang Indian sebagai budak. Columbus kemudian membuat pangkalan di Hispaniola serta melakukan pelayaran di sekitar Hispaniola dan sepanjang selatan Kuba. Selain itu ia juga menamai pulau Dominika pada 3 November 1493

Perjalanan Ketiga Columbus
Perjalanan ketiga diawali pada 30 Mei 1498 hingga Oktober 1500, Cristhoper Columbus meluaskan wilayah jelajahnya hingga ke daerah selatan benua Amerika yaitu Trinidad dan Venezuela. Tercatat Columbus merupakan orang Eropa pertama yang menginjakkan kaki di benua Amerika semenjak Viking Leif Ericsson.

Perjalanan Keempat Columbus
Ekspedisi terakhir Columbus dimulai pada 9 Mei 1502 hingga 7 November 1504, Columbus melakukan pelayaran hingga ke Meksiko, Honduras dan Panama (Amerika Tengah) serta Santiago (Jamaica).

2. Pelayaran Ferdinan Magelhaens
Magelhaens atau Magellan merupakan seorang keturunan Portugis yang telah lama bekerja di pemerintahan Spanyol. Ia memiliki ambisi untuk mencapai daerah penghasil rempah - rempah di Maluku. Pada 10 Agustus 1519, ia bersama lima kapal dan 165 orang berangkat dari Spanyol, kapal yang ditumpanginya dipimpin oleh Kapten Juan Sebastian del Cano. Di dalam kapal Magellhaens terdapat seorang penulis yang bernama Pigafetta dari Italia.

Perjalanan ini di tulis oleh Pigafetta yang kemudian menjadi acuan kisah perjalanan Magelhaens. Ekspedisi Magelhaens melanjutkan rute ekspedisi Columbus dengan melalui Samudera Atlantik dilanjutkan ke barat hingga ke pantai timur Amerika Selatan diteruskan ke ujung Benua Amerika.. Mereka melewati selat itu kemudian menamakannya dengan selat Magelhaens.

Tahun 1521, Magelhaens menyebrangi Samudera Pasifik hingga sampai di Kepulauan Massava. Kepulauan tersebut kemudian dikenal dengan nama Filipina yang diambil dari nama Raja Spanyol Philips III. Di Filipina, Magelhaens membuat tugu peringatan bahwa kepulauan tersebut merupakan wilayah Spanyol. Sama dengan Portugis, Spanyol juga menyebarkan agama di wilayah - wilayah persinggahannya. Penyebaran agama ini di sebagian daerah menimbulkan perlawanan - perlawanan, seperti perlawanan orang - orang Mactan yang mengakibatkan Magelhaens terbunuh. Pada akhirnya orang - orang Spanyol harus meninggalkan Filipina untuk pergi ke daerah selatan. Awak kapal yang tersisa akhirnya mendarat di Maluku, di tempat ini mereka menemukan rempah - rempah dan kapal yang tersisa hanya dua saja yaitu Victoria dan Trinidad.

Pada 1521 bangsa Spanyol sampai di Tidore (Maluku) yang kemudian singgah di Bacan dan Jailolo. Ekspedisi ini dilanjutkan oleh Kapten Del Cano yang memimpin ekspedisi Magelhaens dan kemudian disebut ekspedisi Magelhaens Del Cano berasal dari nama dua orang yang berbeda. Kedatangan bangsa Spanyol disambut baik oleh orang - orang Maluku karena pada saat itu orang - orang Maluku sedang melakukan perlawanan terhadap Portugis.

Kedatangan bangsa Spanyol di Maluku merupakan impian yang menjadi nyata bagi bangsa Spanyol yaitu sampai di daerah penghasil rempah - rempah. Orang - orang Spanyol kemudian melakukan perdagangan dengan orang - orang Maluku. Kedatangan dan perdagangan bangsa Spanyol di Maluku menimbulkan pertentangan oleh bangsa Portugis yang menganggap bahwa Spanyol melanggar hak monopoli Portugis.Selanjutnya terjadi persaingan dagang antara Portugis dan Spanyol. Persaingan ini juga sejalan dngan dua kerajaan yang sedang bersekutu di Maluku yaitu Kerajaan Ternate dan Tidore. Penyelesaian dari konflik ini yaitu dilakukannya perjanjian Saragoza (Spanyol) pada 1529. Perjanjian ini berisi :
  • Spanyol meninggalkan Maluku dan melakukan perdagangan di Filipina
  • Portugis tetap melakukan kegiatan perdagangan di Kepulauan Maluku. 
Setelah adanya perjanjian ini, Spanyol kemudian kembali ke negaranya melalui jalur barat hingga sampai di Tanjung Harapan dan sampai di Spanyol pada 1522. Ekspedisi ini memakan waktu 3 tahun dari 1519 sampai 1522 dan tersisa 17 orang. Ekspedisi ini dianggap sangat penting bagi sejarah manusia dan ilmu pengetahuan. Hal ini membuktikan bahwa dunia itu bulat, Magellan sebagai pelaut besar yang dikenal dalam sejarah pelayaran. Kemudian raja Spanyol memberikan penghormatan besar kepada pelayaran Magellan Del Cano dan memberikan tiruan bola bumi. Pada bola bumi ini terdapat lilitan tulisan dengan arti "Engkaulah yang pertama kali mengitari diriku".

Proses masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia

Proses masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia

PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYAPENGARUH HINDU-BUDDHADI INDONESIA
A.Proses Masuk dan Berkembangnya Hindu-Budha di Indonesia
Pada permulaan tarikh masehi, di Benua Asiaterdapat dua negeri besar yang tingkat peradabannyadianggap sudah tinggi, yaitu India dan Cina. Keduanegeri ini menjalin hubungan ekonomi danperdagangan yang baik. Arus lalu lintas perdagangandan pelayaran berlangsung melalui jalan darat danlaut. Salah satu jalur lalu lintas laut yang dilewatiIndia-Cina adalah Selat Malaka. Indonesia yangterletak di jalur posisi silang dua benua dan duasamudera, serta berada di dekat Selat Malakamemiliki keuntungan, yaitu:1.Sering dikunjungi bangsa-bangsa asing, sepertiIndia, Cina, Arab, dan Persia,2.Kesempatan melakukan hubungan perdaganganinternasional terbuka lebar,3.Pergaulan dengan bangsa-bangsa lain semakinluas, dan4.Pengaruh asing masuk ke Indonesia, sepertiHindu-Budha.Keterlibatan bangsa Indonesia dalam kegiatanperdagangan dan pelayaran internasionalmenyebabkan timbulnya percampuran budaya. Indiamerupakan negara pertama yang memberikanpengaruh kepada Indonesia, yaitu dalam bentukbudaya Hindu. Ada beberapa hipotesis yangdikemukakan para ahli tentang proses masuknyabudaya Hindu-Buddha ke Indonesia.1. Hipotesis BrahmanaHipotesis ini mengungkapkan bahwa kaumbrahmana amat berperan dalam upaya penyebaranbudaya Hindu di Indonesia. Para brahmana
mendapat undangan dari penguasa Indonesia untukmenobatkan raja dan memimpin upacara-upacarakeagamaan. Pendukung hipotesis ini adalah VanLeur.2.Hipotesis KsatriaPada hipotesis ksatria, peranan penyebaranagama dan budaya Hindu dilakukan oleh kaumksatria. Menurut hipotesis ini, di masa lampau diIndia sering terjadi peperangan antargolongan didalam masyarakat. Para prajurit yang kalah atau jenuh menghadapi perang, lantas meninggalkanIndia. Rupanya, diantara mereka ada pula yangsampai ke wilayah Indonesia. Mereka inilah yangkemudian berusaha mendirikan koloni-koloni barusebagai tempat tinggalnya. Di tempat itu pulaterjadi proses penyebaran agama dan budayaHindu. F.D.K. Bosch adalah salah seorangpendukung hipotesis ksatria.3. Hipotesis WaisyaMenurut para pendukung hipotesis waisya, kaumwaisya yang berasal dari kelompok pedagang telahberperan dalam menyebarkan budaya Hindu keNusantara. Para pedagang banyak berhubungandengan para penguasa beserta rakyatnya. Jalinanhubungan itu telah membuka peluang bagiterjadinya proses penyebaran budaya Hindu. N.J.Krom adalah salah satu pendukung dari hipotesiswaisya4. Hipotesis SudraVon van Faber mengungkapkan bahwapeperangan yang tejadi di India telah menyebabkangolongan sudra menjadi orang buangan. Merekakemudian meninggalkan India dengan mengikutikaum waisya. Dengan jumlah yang besar, didugagolongan sudralah yang memberi andil dalampenyebaran budaya Hindu ke Nusantara.
Selain pendapat di atas, para ahli mendugabanyak pemuda di wilayah Indonesia yang belajaragama Hindu dan Buddha ke India. Di perantauanmereka mendirikan organisasi yang disebutSanggha. Setelah memperoleh ilmu yang banyak,mereka kembali untuk menyebarkannya. Pendapatsemacam ini disebut Teori Arus Balik.
AGAMA HINDU
Agama Hindu berkembang di India pada ± tahun 1500SM. Sumber ajaran Hindu terdapat dalam kitabsucinya yaitu Weda. Kitab Weda terdiri atas 4 Samhitaatau “himpunan” yaitu:1.Reg Weda, berisi syair puji-pujian kepada paradewa.2.Sama Weda, berisi nyanyian-nyanyian suci.3.Yajur Weda, berisi mantera-mantera untukupacara keselamatan.4.Atharwa Weda, berisi doa-doa untukpenyembuhan penyakit.Di samping kitab Weda, umat Hindu juga memilikikitab suci lainnya yaitu:1.Kitab Brahmana, berisi ajaran tentang hal-halsesaji.2.Kitab Upanishad, berisi ajaran ketuhanan danmakna hidup.Agama Hindu menganut polytheisme (menyembahbanyak dewa), diantaranya Trimurti atau “Kesatuan Tiga Dewa Tertinggi” yaitu:1.Dewa Brahmana, sebagai dewa pencipta.2.Dewa Wisnu, sebagai dewa pemelihara danpelindung.3.Dewa Siwa, sebagai dewa perusak.
Selain Dewa Trimurti, ada pula dewa yang banyakdipuja yaitu Dewa Indra pembawa hujan yang sangatpenting untuk pertanian, serta Dewa Agni (api) yangberguna untuk memasak dan upacara-upacarakeagamaan. Menurut agama Hindu masyarakatdibedakan menjadi 4 tingkatan atau kasta yangdisebut Caturwarna yaitu:1.Kasta Brahmana, terdiri dari para pendeta.2.Kasta Ksatria, terdiri dari raja, keluarga raja, danbangsawan.3.Kasta Waisya, terdiri dari para pedagang, danburuh menengah.4.Kasta Sudra, terdiri dari para petani, buruh kecil,dan budak.Selain 4 kasta tersebut terdapat pula golongan phariaatau candala, yaitu orang di luar kasta yang telahmelanggar aturan-aturan kasta.Orang-orang Hindu memilih tempat yang dianggapsuci misalnya, Benares sebagai tempatbersemayamnya Dewa Siwa serta Sungai Ganggayang airnya dapat mensucikan dosa umat Hindu,sehingga bisa mencapai puncak nirwana.
AGAMA BUDDHA
Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta Gautama diIndia pada tahun ± 531 SM. Ayahnya seorang rajabernama Sudhodana dan ibunya Dewi Maya. Buddhaartinya orang yang telah sadar dan ingin melepaskandiri dari samsara.Kitab suci agama Buddha yaitu Tripittaka artinya “TigaKeranjang” yang ditulis dengan bahasa Poli. Adapunyang dimaksud dengan Tiga Keranjang adalah:1.Winayapittaka : Berisi peraturan-peraturan danhukum yang harus dijalankan oleh umat Buddha.2.Sutrantapittaka : Berisi wejangan-wejangan atauajaran dari sang Buddha.3.Abhidarmapittaka : Berisi penjelasan tentangsoal-soal keagamaan.Pemeluk Buddha wajib melaksanakan Tri Dharma atau“Tiga Kebaktian” yaitu:
1.Buddha yaitu berbakti kepada Buddha.2.Dharma yaitu berbakti kepada ajaran-ajaranBuddha.3.Sangga yaitu berbakti kepada pemeluk-pemelukBuddha.Disamping itu agar orang dapat mencapai nirwanaharus mengikuti 8 (delapan) jalan kebenaran atauAstavidha yaitu:1.Pandangan yang benar.2.Niat yang benar.3.Perkataan yang benar.4.Perbuatan yang benar.5.Penghidupan yang benar.6.Usaha yang benar.7.Perhatian yang benar.8.Bersemedi yang benar.Karena munculnya berbagai penafsiran dari ajaranBuddha, akhirnya menumbuhkan dua aliran dalamagama Buddha yaitu:1.Buddha Hinayana, yaitu setiap orang dapatmencapai nirwana atas usahanya sendiri.2.Buddha Mahayana, yaitu orang dapat mencapainirwana dengan usaha bersama dan salingmembantu.Pemeluk Buddha juga memiliki tempat-tempat yangdianggap suci dan keramat yaitu :1.Kapilawastu, yaitu tempat lahirnya Sang Buddha.2.Bodh Gaya, yaitu tempat Sang Buddha bersemedidan memperoleh Bodhi.3.Sarnath/ Benares, yaitu tempat Sang Buddhamengajarkan ajarannya pertama kali.4.Kusinagara, yaitu tempat wafatnya Sang Buddha.
B.Pengaruh Hindu Budha Di Indonesia
Masuknya pengaruh unsur kebudayaan Hindu-Buddha dari India telah mengubah dan menambahkhasanah budaya Indonesia dalam beberapa aspekkehidupan.
Tersebarnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia berpengaruh luas dalamkehidupan masyarakat Indonesia, diantaranyadalam bidang berikut ini :
1.Kepercayaan
Bangsa Indonesia mulai menganut agama Hindudan Budha walaupun tidak meninggalkankepercayaan aslinya, seperti pemujaan terhadaproh nenek moyang.
2.Sosial
Dalam bidang sosial, terjadi bentuk perubahandalam tata kehidupan sosial masyarakat. Misalnyadalam masyarakat Hindu diperkenalkan adanyasistem kasta.
3.Ekonomi
Dalam bidang ekonomi, tidak begitu besarpengaruh dan perubahannya, karena masyarakatIndonesia telah mengenal aktifitas perekonomianmelalui pelayaran dan perdagangan jauh sebelummasuknya pengaruh Hindu-Budha.
4.Kebudayaan
Pengaruh kebudayaan Hindu-budha terlihat darihasil-hasil kebudayaan seperti bangunan candi, senisastra, berupa cerita-cerita epos diantaranya EposMahabharata dan Epos Ramayana. Pengaruhlainnya adalah sistem tulisan. Kebudayaan Hindu-Budha amat berperan memperkenalkan sistemtulisan di masyarakat Indonesia.
5. Agama
Ketika memasuki zaman sejarah, masyarakat diIndonesia telah menganut kepercayaan animismedan dinamisme. Masyarakat mulai menerima sistemkepercayaan baru, yaitu agama Hindu-Buddha sejakberinteraksi dengan orang-orang India. Budaya barutersebut membawa perubahan pada kehidupankeagamaan, misalnya dalam hal tata krama,
upacara-upacara pemujaan, dan bentuk tempatperibadatan.
6. Pemerintahan
Sistem pemerintahan kerajaan dikenalkan olehorang-orang India. Dalam sistem ini kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengankepemilikan wilayah yang luas. Kepala suku yangterbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaankerajaan. Oleh karena itu, lahir kerajaan-kerajaan,seperti Kutai, Tarumanegara, dan Sriwijaya.
7. Arsitektur
Salah satu tradisi megalitikum adalah bangunanpunden berundak-undak. Tradisi tersebut berpadudengan budaya India yang mengilhami pembuatanbangunan candi. Jika kita memperhatikan CandiBorobudur, akan terlihat bahwa bangunannyaberbentuk limas yang berundak-undak. Hal inimenjadi bukti adanya paduan budaya India-Indonesia.
8. Bahasa
Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesiameninggalkan beberapa prasasti yang sebagianbesar berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta.Dalam perkembangan selanjutnya bahkan hinggasaat ini, bahasa Indonesia memperkaya diri denganbahasa Sanskerta itu. Kalimat atau kata-katabahasa Indonesia yang merupakan hasil serapandari bahasa Sanskerta, yaitu Pancasila, DasaDharma, Kartika Eka Paksi, Parasamya PurnakaryaNugraha, dan sebagainya.
9. Sastra
Berkembangnya pengaruh India di Indonesiamembawa kemajuan besar dalam bidang sastra.Karya sastra terkenal yang mereka bawa adalahkitab Ramayana dan Mahabharata. Adanya kitab-kitab itu memacu para pujangga Indonesia untuk
menghasilkan karya sendiri. Karya-karya sastrayang muncul di Indonesia adalah :1.Arjunawiwaha, karya Mpu Kanwa,2.Sutasoma, karya Mpu Tantular, dan3.Negarakertagama, karya Mpu Prapanca.
C.Kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia
a.Kerajaan Hindu/Buddha di Kalimantan

Kerajaan Kutaib.Kerajaan Hindu/Buddha di Jawa

Kerajaan Salakanagara (150-362)

Kerajaan Tarumanegara (358-669)

Kerajaan Sunda Galuh (669-1482)

Kerajaan Kalingga

Kerajaan Mataram Hindu

Kerajaan Kadiri (1042 – 1222)

Kerajaan Singasari (1222-1292)

Kerajaan Majapahit (1292-1527)c.Kerajaan Hindu/Buddha di Sumatra

Kerajaan Malayu Dharmasraya

Kerajaan Sriwijaya
D.Teori Masuknya Agama Hindu Budha1. Teori Brahmana
Di kemukakan oleh J.C Van Leur. Menurutnyapara Brahmana sangat berperan dalampenyebaran agaman Hindu di Indonesia. ParaBrahmana diundang oleh penguasa nusantarauntuk menobatkan raja, memimpin upacara-upacara keagamaan, dan mengajarkan ilmupengetahuan.
2. Teori Ksatria
Dikemukakan oleh C.C Berg. Menurutnyaagama Hindu disebarkan oleh para prajuritperang yang kalah dan melakukan migrasi kenusantara.
3. Teori Waisya
Dikemukakan oleh N.J Krom. Menurutnyaagama Hindu disebarkan oleh para pedagangyang datang ke nusantara.
4. Teori Arus Balik
Dikemukakan oleh F.D.K Bosch. Menurutnyaagama Hindu Budha dibawa oleh para pemudayang khusus belajar agama di India
E.Peninggalan Hindu-Buddha di Indonesia
Peninggalan sejarah kerajaan-kerajaan yangbercorak Hindu-Budha di daerah-daerah Indonesiaumumnya berupa seni bangunan (candi,petirtaan/pemandian, benteng, gapura), seni rupa(relief, dan patung), serta karya sastra.
1. SENI BANGUNANa. Candi1) Candi Peninggalan Kerajaan MataramLama

Candi yang bersifat Hindu

Candi Gunung Wukir, terletak di sebelahselatan Muntilan

Kelompok Candi Dieng, terletak diKabupaten Wonosobo. Dikelompok candi initrdapat beberapa candi yang oleh penduduksetempat diberi nama tokoh wayang,misalnya : Bima, Gatotkaca, Puntadewa,Arjuna, Semar, dan lain-lain

Candi Selogriyo, terletak di kaki GunungSumbing

Candi Pringapus, terletak di timur GunungSundoro

Kelompok Candi Gedong Songo, terletak dilereng Gunung Ungaran

Candi Perot, terletak di lereng GunungSumbing

Candi Argopuro, terletak di lereng GunungSumbing

Candi Ijo, terletak di dekat Prambanan

Candi Gebang, terletak di dekat Yogyakarta

Candi Sambisari, terletak di dekat Yogyakarta

Kelompok Candi Lorojonggrang ( Prambanan), terletak di perbatasan Yogyakarta-Klaten.Di
kelompok ini ada 3 candi induk, Candi Syiwa,Candi Brahma, dan Candi Wisnu.

Candi yang bersifat Budha, bercorak budha,bermitologi budha, bernuansa arsitektur budhadan ajaran budha :

Candi Borobudur, terletak di KabupatenMagelang

Candi Kalasan, terletak di kabupatensleman. Dibangun oleh Raja Panangkaran.

Candi Sari, terletak di dekat Candi Kalasan.

Candi Banyunibo, terletak di dekatPrambanan.

Candi Sajiwan, terletak didekat Prambanan.Candi ini untuk menghormat Awalokiteswara.

Candi Plaosan, terletak di dekat prambanan.Dibangun pada masa Raja Pikatan

Candi Sewu, terletak didekat Prambanan

Candi Bubrah, terletak didekat Prambanan

Candi Lumbung, terletak didekat Prambanan

Candi Asu, terletak didekat Candi Sewu

Candi Ngawen, terletak di dekat Muntilan.Candi ini dibuat oleh raja yang beragamaHindu, dan diperuntukan untuk umat yangberagama Budha

Candi Mendut, terletak di kabupatenMagelang. Di dalamnya terdapat PAtungPadmapani dan Wajrapani

Candi Pawon (Bajranalan), terletak dikabupaten Magelang. Di bangun olehPramodhawardhani.
2) Candi Peninggalan Kerajaan Medang(Dinasti Isyana)

Candi Lor (Anjuk Ladang),terletak di Brebek,Nganjuk.

Candi Gunung Gangsir, terletak di di Bangil.

Candi Songgoroti, terletak di Batu Malang

Candi Sumber Nanas, terletak di Blitar

Candi Belahan, dibangun oleh Raja Airlingga

Pertapaan Pucangan, terletak di GunungPenanggungan
3) Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Kelompok Candi Muara Takus, terletak diBangkinang, Tampar, Riau

Kelompok CAndi Gunung Tua, terletak dipadang sidempuan, Tapanuli, Sumatra Utara.

Di kelompok ini ada 1 candi yang bentuknyakhas, yaitu Candi Biaro Bahal
4) Candi Peninggalan Kerajaan Singasari

Candi Kidal, terletak di Malang

Candi Jawi, terletak di dekat Pringen

Candi Singasari, terletak di Malang

Candi Jago, terletak di Malang
5) Candi Peninggalan kerajaan Majapahit

Candi Simping

Candi Rimbi, terletak di Mojokerto

Candi Panggih

Candi Surawana, terletak di Kediri

Candi Tigawangi, terletak di Pare

Candi Kalicilik, terletak di Blitar

Candi Jabung, terletak di Kraksaan,Probolinggo

Candi Pari, terletak di Porong

Candi Tikus, terletak di Mojokerto

Candi Brahu, terletak di Mojokerto

Candi Panataran, terletak di Blitar

Candi Sukuh, terletak di Karanganyar. Candiini menunjukan unsure Jawa asli

Candi Samentar, terletak di Blitar
6) Candi Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan

Candi Badut, terletak di Malang
7) Candi Peninggalan Kerajaan Bali

Kompleks Candi Gunung Kawi, terletak di Tampaksiring
b. Berupa Prasasti
– Yupa (batu bertulis) Peniggalan Kerajaan Kutai- Prasasti Canggal (732 M), Prasasti Kalasa (778M), Prasasti Karang Tengah (824 M), Prasasti
Argapura (963 M), Merupakan SumberSejarah yang mengungkapkan KeberadaanKerajaan Mataram Kuno.- Tujuh Prasasti Peninggalan Kerajan TarumaNegara, 5 ditemukan di Bogor, 1 di Cilincing,dan 1 di Lebak Banten, yaitu Prasasti Ciaterun,Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Cianten, danPrasasti Lebak.-Prasasti Anjuk Ladang beramngka tahun 937 MsumberSejarah yang mengungkapkn kebetradaan MpuSindok (rajapertama Medang dan pendiriDinasti Isyana )Prasasti-prasasti sebagai sumber sejarahKerajaan Sriwijaya di Sumatra , Berangka padatahun 684-775 M , Antara lain P. KedudukanBulat , P. Talang Tuwo , P. Telayu Batu Kecil , P.Kota , P.Karang Berahi .
c. Pertirtaan
Pertirtaan merupakan pemandian suci untuk rajadan para bangsawan.Contoh petirtaan yang penting adalah :

Petirtaan Jalatunda, terletak di lereng baratGunung Pananggungan. Dibangun pada masapemerintahan Raja Airlangga

Pertirtaan Belahan, terletak di lereng timurGunung Pananggungan. Dibangun pada masapemerintahan Raja Airlangga

Pertirtaan di Candi Tikus, terletak di Trowulan, Mojokerto

Petirtaan Gua Gajah, terletak di Gianyar, Bali

Petirtaan Tirta Empul. Terletak di desaManukaya, Tampaksiring, Bali.
d. Benteng
Istana kerajaan umumnya dibangun di balikbenteng yang kuatBenteng ada 2 macam, yaitu :

Benteng Buatan, dibangun dengan sengajaberwujud tembok, parit yang dalam dan ebar

Benteng alam, yamg berwujud sungai ataupegunungan. Contoh benteng alam adalah
benteng yang terdapat di Bukit Ratu Boko yangdikenal dengan nama Candi Ratu Boko. Candiini dibangun oleh Balaputradewa.
e. Gapura
Ada 2 macam bentuk gapura :

Kori Agung, yaitu berupa bangunan seperticandi yang di tengahnya terdapat pintu untukkeluar masuk. Contoh Kori Agung, antara lain :Candi Jedong, Candi Plumbangan, dan CandiBajang Ratu
2.SENI RUPA
Berupa Relief. Relief adalah hasil seni pahatsebagai pengisi bidang pada dinding candi
1.Relief Candi Borobudur
a.karmawibbhangga, padakaki candi, sebabakibat perbuatan baik / buruk manusiab.jatakamala-awadana, dinding lorong 1,2perbuatan sang budha, bodhisatvac.gandawyudha-badhracari, dinding 2-4,usaha sudana mencara ilmu yang tinggisampai ia bersumpah mengikuti bodhisatva,samantharbhadra
2.Relief Candi Lorojonggrang
a.Cerita ramayana, pada dinding serambi atascandi sywa dan candi brahmana.b.Carita kresnayana, pada pagar candi wisnu.c.Relief candi jajaghu, mamuat ceritakresnayana, partayajna, kunjarakarna. 1 kalikita jumpai punokawan.d.Relief candi surowono, memuat cerita arjunawiwaha, adegan sritanjung yang dibunuholehsidapaksa.e.Relief candi panataran, memuat ceritaramayana, kresnayana.
3.SENI PATUNG
1.Peninggalan Bercorak Hindu.a.Patung Dewa-Dewi : trimurti (dalam wujudmaha guru, mahakala, mahabirawa), durga
b.Patung Airlangga, dalam wujud dewa wisnumenunggang garudac.Patung Kendedes, wujud dewiprajnaparamitad.Patung Kertanegara, wujud joko dolok danamonghapasae.Patung Kertajasa, wujud dewa sywaf.Patung Dwarapala, wujud raksasamenggenggam gada2.Peninggalan Patung Budha1.Arca Aksobhya, sikap bumi sparcamudra /tangan sentuh bumi sebagai saksi, hadaptimur2.Arca Ratnasambhawa, sikapwaramudra/memberi anugerah, selatan.3.Arca Amitaba, sikap dayana mudra /bersemedi, barat.4.Arca Amogasidhi, sikap abaya mudra /tangan menentramkan,utara.5.Arca Wairicana, sikap darmacakara mudra /tangan memutar roda darma,di dalam stup
4.SENI SASTRA
1.Masa Kerajaan Kediria.kitab kakawin baratayudha : mpusedah,panuluhb.kitab kakawin hariwangsa,gatotkacasraya :mpu panuluhc.kitab smaradhana : mpu dharmajad.kitab lubdaka,wratasancaya : mpu tanakunge.kitab kresnayana : mpu triguna2.Masa Kerajaan Majapahita.kitab negara kertagama : mpu prapancab.kitab sutasoma : mpu tantularc.kitab pararaton : riwayat raja-rajasinghasari,majapahitd.kitab sundayana : peristiwa bubate.kitab ranggalawe,pemberontakanranggalawaf.kitab sorandoka : pemberontakan sorag.kitab usana jawa : penakhlukan bali olehgajahmada dan arya dama
PENUTUP
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan YangMaha Esa, kami dapat menyelesaikan makalahSejarah yang bertemakan “
Perkembangan danPengaruh Agama Hindu-Budha di Indonesia
” ini dapatdiselesaikan dengan baik dan tepat waktu.Semoga makalah yang saya buat ini dapatbermanfaat di kalangan pelajar lainnya. Apabila adasalah kata mohon dimaafkan, karena semua orangpasti ada kekurangannya. Sekian yang kamisampaikan. Terima kasih.
SEJARAH  PERKEMBANGAN  HINDU – BUDHA  DI  INDONESIA
Penyebaran Agama Hindu – Budha di Nusantara
Perspektif masuknya agama Hindu di Indonesia ada 4 teori:
1. Teori Sudra (golongan orang biasa)
Sesuai dengan namanya, teori ini menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu ke nusantara dibawa oleh orang-orang India berkasta Sudra.
2. Teori Waisya (golongan pedagang)
Menurut teori ini, kelompok yang berperan besar dalam penyebaran agama Hindu adalah golongan Waisya. Teori ini dikemukakan oleh Prof. N.J. Krom.
3. Teori Ksatria (golongan raja)
Menurut teori ini, kelompok yang berperan besar dalam penyebaran agama Hindu di nusantara adalah golongan ksatria. Proses penyebaran agama tersebut dilakukan dengan cara pendudukan (kolonisasi). Teori yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Ir. J.L. Mouens.
4. Teori Brahmana (golongan ulama / tokoh agama)
Menurut teori ini, faktor utama penyebaran agama Hindu di nusantara adalah dari kaum Brahmana. Teori yang dikemukakan oleh J.C. Ban Leur.
Penyebaran Agama Budha
Melihat bukti-bukti antropologi yang ada, agama Budha diperkirakan masuk ke nusantara sejak abad ke-2 Masehi. Hal tersebut dapat dinyatakan dengan penemuan patung Budha dari perunggu di Jember dan Sulawesi Selatan. Patung-patung itu menunjukkan gaya seni Amarawati.
Agama Budha di nusantara berasal dari laporan seorang pengelana Cina bernama Fa Hien pada awal abad ke-5 Masehi. Dalam laporan tersebut, Fa Hien menceritakan bahwa selama bermukim di Jawa, ia mencatat adanya komunitas Budha yang tidak begitu besar di antara penduduk pribumi.
Seorang Biksu Budha bernama Gunawarman, putera dari seorang raja Kashmir di India, yang datang ke negeri Cho-Po untuk menyebarkan agama Budha Hinayana. Negeri Cho-Po mungkin terletak di Jawa atau Sumatera.
B. Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha
1. Kutai
Di daerah Kutai, Kalimantan Timur, bukti itu berupa tujuh buah prasasti berbentuk yupa. Yupa ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Prasasti itu dibuat kira-kira pada abad ke-5 Masehi.
Kerajaan Kutai di Hulu sungai Mahakam. Pendiri kerajaan itu bernama Kudungga, dipastikan bukanlah sebuah nama Hindu, namun asli nusantara.
Prasasti-prasasti itu sendiri dibuat untuk memuliakan Raja Kutai yang ketiga, Mulawarman. Prasasti yang menyebutkan bahwa raja tersebut telah memberikan sumbangan berupa 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana.
2. Tarumanegara
Kerajaan Hindu pertama di Jawa Barat dan kedua di nusantara ialah Tarumanegara. Kerajaan ini terletak di antara sungai Cisadane dan sungai Citarum pada abad ke-5 Masehi. Catatan para pengelana Cina yang singgah di Jawa seperti kisah Fa-Shien mengenai sebuah kerajaan yang bernama To-lo-mo (Tarumanegara). Tang dan Sung menyebutkan bahwa kerajaan tersebut beberapa kali mengirimkan utusannnya ke Cina.
3. Kalingga
Dalam sebuah berita Cina yang berasal dari seorang biksu Budha bernama I-Tsing, pada pertengahan abad ke-7 terdapat sebuah kerajaan bernama Holing atau Kalingga di daerah Jawa Tengah. Kerajaan Kalingga diperintah oleh seorang ratu bernama Sima. Pemerintahannya sangat keras, namun adil dan bijaksana.
4. Melayu
Melayu merupakan salah satu kerajaan terkuat di nusantara. Banyak ahli sejarah yang memperkirakan bahwa kerajaan tersebut terletak di daerah Sungai Batanghari, Jambi. Banyaknya peninggalan kuno seperti candi dan arca yang ditemukan di sana.
Pada masa pemerintahan dinasti Tang, dilaporkan bahwa pada tahun 644 dan 645 utusan dari negeri Moloyeu (Melayu) membawa hasil bumi. Pengelana Cina I-Tsing kemudian melaporkan bahwa pada abad ke-7 kerajaan tersebut ditaklukkan oleh Sriwijaya.
Nama Melayu baru muncul kembali pada abad ke-12 ketika kerajaan Singasari melancarkan ekspedisi. Pemelayu. Melayu mengalami masa kejayaan pada pemerintahan raja Adityawarman. Menurut catatan pada arca Manjusti di Candi Jago, Jawa Timur, bahwa Adityawarman membantu Gajah Mada menaklukkan pulau Bali.
5. Sriwijaya
Sriwijaya pertama kali dijumpai di dalam Prasasti Kota Kapur dari pulau Bangka. Sriwijaya merupakan sebuah kerajaan di Sumatera Selatan yang berpusat di Palembang. Pada tahun 671, seorang biksu Budha bernama I-Tsing menceritakan bahwa ketika ia pergi dari Kanton ke India, ia singgah terlebih dahulu di Sriwijaya selama enam bulan untuk belajar tata bahasa Sansekerta.
Kerajaan Sriwijaya juga diperkuat oleh penemuan beberapa prasasti yang semuanya ditulis dengan Pallawa dalam bahasa Melayu Kuno. Prasasti Kedukan Bukit, Talang Tuo, Telaga Batu, Kota Kapur, dan Karang Berahi.
6. Mataram Kuno
Kerajaan Mataram berada di wilayah Sungai Bogowonto, Progo, Elo, dan Bengawan Solo di Jawa Tengah. Kerajaan ini dapat diketahui dari prasasti Canggal. Prasasti Belangka tahun 732 M menyebutkan bahwa kerajaan itu pada awalnya dipimpin oleh Sana, diteruskan oleh keponakannya, Sanjaya.
Kerajaan Mataram Kuno terkenal keunggulannya dalam pembangunan candi Agama Budha dan Hindu. Candi yang diperuntukkan bagi Agama Budha antara lain candi Borobudur yang dibangun oleh Samaratungga dari dinasti Syailendra. Candi Hindu yang dibangun antara lain candi Roro Jongrang di Prambanan yang dibangun oleh Raja Pikatan.
7. Wangsa Warmadewa di Bali
Keluarga Raja Warmadewa muncul pertama kali pada tahun 914. Hal itu diketahui dalam prasasti dari Sanur yang dikeluarkan oleh Sri Kesariwarmedewa.
8. Medang Kamulan
Kerajaan Medang Kamulan terletak di muara Sungai Brantas di Jawa Timur. Kerajaan ini dibangun oleh Mpu Sendok yang sebelumnya memerintah kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah. Di tempat barunya ini Mpu Sendok mendirikan sebuah dinasti yang bernama Isyana.
9. Kediri
Keputusan Airlangga untuk membagi dua kerajaannya menghasilkan pembentukan dua kerajaan, Jenggala dan Panjalu (Kediri). Panjalu berhasil mendesak Jenggala.
Sebagai gantinya, 60 tahun kemudian muncullah kerajaan Kediri. Pada tahun 1116, Kediri diperintah oleh Sri Kameswara (1116-1135). Kemudian ia digantikan oleh Jayabaya. Jayabaya memerintah antara tahun 1135 hingga 1157, ia memakai lambang Garudamukha untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah keturunan sah Airlangga.
10. Singasari
Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok setelah dia berhasil mengalahkan Kediri. Riwayat Ken Arok sendiri tidak banyak diketahui karena namanya tidak dikenal dalam prasasti. Dalam kitab Pararaton dan Negarakertagama, ia dikatakan berasal dari sebuah keluarga biasa dari desa Pungkur. Melalui bantuan pendeta bernama Danghyang Lohgawe, ia kemudian berhasil bekerja pada Akuwu Tumapel bernama Tunggul Ametung.
Tertarik oleh isteri sang akuwu yang cantik bernama Ken Dedes, Ken Arok kemudian membunuh Tunggul Ametung dengan sebilah keris buatan Mpu Gandring. Setelah itu ia menikahi Ken Dedes yang saat itu sedang mengandung.
Kisah tragedi Anusapati, anak yang dikandung Ken Dedes dari Tunggul Ametung, mengetahui tragedi yang menimpa ayahnya. Ia kemudian membunuh ayah tirinya itu dengan keris yang telah membunuh ayah kandungnya dan mengambil alih tahta kerajaan.
Pemerintahan Anusapati berlangsung selama 21 tahun (1227 – 1248). Masa pemerintahannya tidak banyak diketahui selain dia gemar mengabung ayam, dia dibunuh oleh Tohjaya, seorang anak Ken Arok dari istri lainnya yang bernama Ken Umang. Pada gilirannya, Tohjaya kemudian dibunuh oleh anak Anusapati yang bernama Ranggawuni. Ranggawuni naik tahta pada tahun 1248 dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardana. Ia merupakan raja Singasari pertama yang namanya diabadikan dalam prasasti Narasingharmuti.
Perluasan pengaruh Kemaharajaan Cina – Mongol di bawah Khubilai Khan menimbulkan tantangan terhadap kekuasaan Kertanegara. Ketika sang kaisar mengirimkan utusan yang menuntut agar Singasari tunduk kepada Cina. Kertanegara melukai wajah sang utusan yang bernama Mengki Khubilai Khan murka dan mengirimkan pasukan untuk menyerang Jawa pada tahun 1292.
Akan tetapi, keruntuhan Kertanegara ternyata datang dari jurusan lain. Seorang keturunan raja-raja Kediri bernama Jayakatwang memberontak terhadap kekuasaan Singasari untuk memulihkan kembali kejayaan Kediri yang diruntuhkan oleh leluhur Kertanegara. Jayakatwang berhasil membunuh Kertanegara meskipun menantunya yang bernama Raden Wijaya berhasil lolos.
11. Majapahit
Pendiri Majapahit ialah Raden Wijaya. Raden Wijaya merupakan menantu Kertanegara yang berhasil meloloskan diri ke Madura setelah kematian mertuanya. Dengan bantuan penguasa Madura bernama Arya Wirajaya, ia menawarkan diri untuk bekerjasama dengan Jayakatwang di Kediri. Jayakatwang kemudian memberikan daerah Hutan Tarik (sekarang Trowulan) kepada Raden Wijaya.
Raden Wijaya diam-diam memperkuat diri sambil menunggu saat yang tepat untuk membalas dendam. Pada awal tahun 1293 tentara Cina – Mongol yang dikirim untuk menghukum Kertanegara tiba di Pulau Jawa. Raden Wijaya berhasil membunuh Jayakatwang.
Setelah berhasil mengalahkan Kediri, Raden Wijaya berbalik menyerang tentara Mongol dan memaksa mereka lari meninggalkan pulau Jawa. Ia dinobatkan menjadi Raja Majapahit dengan gelar Sri Kertarajasa Jaya Wardhana pada 12 November 1293.
Para pengikut Kertarajasa yang berjasa dalam mendirikan Majapahit kemudian diangkat menjadi pejabat tinggi kerajaan. Di antara mereka terdapat tokoh-tokoh, yaitu Arya Wiraraja. Pu Tambi (Nambi), dan Ronggo Lawe. Pengangkatan tersebut menimbulkan rasa tidak puas bagi jabatan yang lebih tinggi.
Timbullah serangkaian pemberontakan seperti yang dilakukan Ronggo Lawe pada tahun 1295 serta Pu Sora dan Juru Demung antara tahun 1298 – 1300. Di tengah-tengah kekacauan ini, Raden Wijaya wafat pada tahun 1309.
Pengganti Raden Wijaya adalah Jayanegara yang bergelar Sri Jayanegara. Pemberontakan Nambi tahun 1316 dapat dipadamkan oleh Mahapati. Kemudian menyusul pemberontakan Semi pada tahun 1318 dan Kuti 1319. Setelah peristiwa itu, raja Jayanegara sadar kalau Mahapati ternyata tukang fitnah. Akhirnya, ia ditangkap dan di hukum mati.
Ketika terjadi pemberontakan Kuti inilah muncul nama Gajah Mada.
Pada tahun 1328, Jayanegara tewas dibunuh oleh Tanca. Tahta kerajaan kemudian diwakilkan kepada puterinya, Tribhuwanatunggadewi (Bhre Kahuripan). Selama pemerintahan ratu tersebut, kemelut politik masih muncul. Hal tersebut terlihat dengan adanya pemberontakan Sadeng pada tahun 1331. Pemberontakan tersebut berhasil dipadamkan oleh Gajah Mada. Sebagai balasan atas jasanya, Gajah Mada diangkat menjadi Mangkubumi (Perdana Menteri).
Pada saat dilantik, Gajah Mada mengucapkan suatu sumpah terkenal yang disebut sebagai Sumpah Palapa. Dalam sumpahnya itu, Gajah Mada bertekad untuk tidak berhenti beristirahat sampai seluruh nusantara dipersatukan di bawah panji Majapahit. Tribhuwanatunggadewi menduduki tahta selama 22 tahun dan kemudian menyerahkan tahta Majapahit kepada puteranya Hayam Wuruk. Hayam Wuruk menjadi raja dengan gelar Sri Rajasanegara. Pemerintahannya berlangsung selama 39 tahun, ia didampingi oleh Gajah Mada sebagai patihnya.
Di bawah duet Sri Rajasanegara dan Gajah Mada, persatuan nusantara perlahan-lahan dapat diwujudkan meskipun sempat diwarnai keributan dengan adanya peristiwa Bubat. Peristiwa yang menewaskan Maharaja Sunda Padjajaran yang bernama Sri Bhaduga dan Dyah Pitaloka, puterinya yang menjadi calon permaisuri Hayam Wuruk. Peristiwa ini meretakkan Hayam Wuruk dan Gajah Mada.
Hayam Wuruk sangat memperhatikan kehidupan agama. Ia berusaha mempersatukan tiga aliran agama, yaitu Budha, Siswa dan Wisnu. Kerukunan hidup beragama di Majapahit dilukiskan oleh Mpu Tantular dalam bukunya Sutasoma dengan kalimat “Bhineka Tunggal Eka”. Beberapa pujangga besar yang hidup pada masa tersebut adalah Mpu Prapanca dengan karyanya kitab Negarakertagama dan Mpu Tantular dengan karyanya Arjuna Wiwaha.
Kematian Gajah Mada pada tahun 1364, yang disusul oleh wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389 menyebabkan kemunduran besar bagi Majapahit.
C. Pengaruh dan Warisan Kebudayaan Hindu – Budha
1. Pengaruh Kebudayaan Hindu – Budha
Perkembangan Hindu – Budha di nusantara tidak sekedar membawa perubahan dalam bidang keagamaan saja melainkan juga berpengaruh pada kehidupan politik, sosial dan budaya.
2. Perubahan dalam bidang politik
Di bidang politik yang paling nyata adalah diperkenalkannya sistem kerajaan. Sebelumnya, kedudukan pemimpin dalam masyarakat nusantara ialah orang yang dituakan oleh sesamanya.
3. Perubahan dalam bidang sosial
Masyarakat nusantara terbagi menjadi beberapa golongan sesuai dengan aturan kasta. Akan tetapi, sistem kasta yang berlaku di nusantara tidaklah seketat di negara asalnya.
4. Perubahan dalam bidang kebudayaan
Pengaruh di bidang kebudayaan terutama berkaitan dengan penyelenggaraan upacara keagamaan, seperti upacara sesajen, pembuatan relief, candi serta penggunaan bahasa sansekerta.
5. Warisan kebudayaan Hindu – Budha
– Arsitektur
Arsitektur warisan kebudayaan Hindu – Budha dapat dilihat dari stupa dan candi. Awalnya stupa dikenal sebagai kuburan kubah atau bukit makam yang sederhana, kemudian bentuk arsitektur ini menjadi sebagai bangunan suci bagi umat Budha.
Gerbangnya terdapat di empat penjuru mata angin, biasanya dihiasi dengan gambar-gambar timbul (relief).
Adapun candi merupakan bangunan peninggalan masa lalu yang digunakan untuk memuliakan orang yang telah meninggal, khusus bagi para raja dan orang-orang terkemuka.
– Seni sastra
Seni sastra peninggalan kerajaan-kerajaan Hindu – Budha ialah tampak dalam penulisan prasasti, kitab dan kakawin. Prasasti biasanya ditulis untuk memberikan informasi sehubungan dengan adanya peringatan, perintah, atau keberadaan suatu kerajaan. Pada masa kerajaan Kutai, informasi itu dipahatkan pada Yupa (tugu batu).
Kitab adalah sebuah karangan tentang kisah, catatan atau laporan suatu peristiwa. Kitab ditulis dalam lembaran daun lontar. Isi kitab berupa rangkaian puisi yang terdiri atas beberapa bait, ditulis dalam bahasa yang indah. Ungkapan dalam puisi itu disebut kakawin. Beberapa kitab yang ditulis misalnya, Mahabharata, Arjuna Wiwaha, Negarakertagama, dan Sutasoma.
– Seni rupa / ukir
Karya seni rupa banyak dijumpai dalam bentuk relief yang dipahatkan pada dinding candi, biasanya berupa gambar dan hiasan serta ada yang merupakan rangkaian cerita atau kisah orang-orang tertentu. Relief-relief itu antara lain dapat ditemui dalam berbagai candi seperti Borobudur, Prambanan dan Panataran.

kerajaan mataram islam

Kerajaan Mataram Islam – Sejarah Kerajaan Mataram Islam dilatar belakangi oleh Kerajaan Demak. Sepeninggal Sultan Trenggono, Kerajaan Demak mengalami perang saudara antara Pangeran Sekar Sedo Lepen (adik Trenggono) dengan Pangeran Prawoto (anak Trengono) yang kemudian dimenangkan oleh Prawoto.
Putra Pangeran Sedo Lepen, Arya Penangsang tidak bisa menerima begitu saja kematian ayahnya. Arya Penangsang lalu membunuh Pangeran Prawoto beserta keluarganya. Pangeran Prawoto memiliki seorang putra bernama Arya Pangiri. Dibantu oleh Joko Toingkir,yang merupakan adik ipar Trenggono, Arya Pingiri lalu membalas kematian ayahnya.
Setelah itu Joko Tingkir naik tahta kemudian pada tahun 1552 pusat pemerintahan dipindahkan ke Pajang. Joko Tingkir adalah raja pertama Kerajaan Pajang yang bergelar Sultan Adiwijaya. Pengangkatan Joko Tingkir menjadi raja Pajang disahkan oleh Sunan Giri yang kemudian diakui oleh semua adipati di daerah Jawa. Ketika itu Demak hanyalah sebuah daerah kecil yang dikuasai oleh Arya pangiri.
Salah satu di antara pendukung Adiwijaya yang dianggap paling berjasa adalah Kyai Gede Pemanahan. Karena hal tersebut, Kyai Gede Pemanahan diberikan hadiah berupa tanah pemukiman di daerah Mataram (Kota Gede, Yogyakarta). Kyai Gede Pemanahan disebut sebagai perintis berdirinya Kerajaan Mataram Islam. Beliau kemudian wafat pada tahun 1575, kekuasaannya kemudian dilanjutkan oileh bernama Sutawijaya.
Joko Tingkir meninggal dunia pada tahun 1582 dan pemerintahan diteruskan oleh putranya Pangeran Benowo. Tetapi tidak lama setelah itu Pangeran Benowo dikudeta Arya Pangiri (putra Prawoto dari Demak). Kerajaan Pajang setelah itu dibawa kekuasaan Arya Pangiri, namun ia tidak disenangi rakyat sehingga menimbulkan banyak perlawanan, salah satunya adalah dipimpin oleh Pangeran Bewono yang dibantu Sutawijaya.
Perlawanan yang dilakukan oleh Pangeran Bewono ini berhasil berkat bantuan Sutawijaya, kemudian Sutawijaya diangkat menjadi raja, ia lalu memindahkan pusat pemerintahan ke Mataram. Sutawijaya menjadi raja pertama Kerajaan Mataram Islam.

Silsilah Kerajaan Mataram Islam

Sultan Agung
Sultan Agung ©oleholehmaktratap.blogspot.co.id
Raja pertama Kerajaan Mataram Islam adalah Sutawijaya (1586 – 1601) sebagai anak pemanahan dan anak angkat Sultan Hadiwijaya. Sebagai sultan di Mataram, ia bergelar Penembahan Senopati Ing Alaga Sayidim Panatagama. Pusat Kerajaan Islam awalnya ada di Kota Gede, sebelah tenggara Kota Yogyakarta saat ini.
Pada masa pemerintahan Penembangan Senopati, Kerajaan Mataram Islam berhasil menundukkan para bupati yang membangkang dan berusaha melepaskan diri dari kekuasaan Mataram. Bupati Ponorogo, Kediri, Madium, Surabaya, Pasuruan, serta Demak berhasil ditaklukkan pada tahun 1595.
Penembangan Senopati wafat pada tahun 1601 dan dimakamkan di Kota Gede.
Setelah Penembangan Senopati mangkat, putranya yang bernama mas Jolang naik tahta yang bergelar Sultan Anyakrawati (1601 – 1631). Mas Jolang dengan susah payah harus menghadapi pemberontakan para bupati. Tetapi sebelum dapat membasmi pemberontakan ia meninggal dunia tahun 1613. Karena meninggalnya di Krapyak, maka Mas Jolang lebih dikenal dengan sebutan Penembangan Seda Kerapyak.
Mas Rangsang yang merupakan putra Penembangan Seda Krapyak menggantikan bapaknya dan lebih terkenal dengan nama Sultan Agung (1613 – 1645). pusat pemerintahan Sultan Agung awalnya berada di Kerta, lalu pindah ke Plered.
Setelah tampil sebagai Raja Mataram Islam, Sultan Agung harus menghadapi musuh lama Mataram, yakni Surabaya. Surabaya sulit dikalahkan Mataram karena dibantu oleh Kediri, Pasuruan, dan Tuban.
Pada tahun 1615, pasukan gabungan dari Surabaya dapat dipukul mundur dan dikalahkan di daerah Wirasaba (Majakerta). Setelah Wirasaba dikuasai, disusul Lasem, Pasuruan (1617), dan Tuban (1620). Pada tahun 1622, Sultan Agung menundukkan Sukadana yang menjadi sekutu Surabaya dan pada tahun 1624, serangan Kerajaan Mataram Islam mampu menundukkan Madura. Sultan Agung kemudian meninggal tahun 1645 dan dimakamkan di Bukit Imogiri.
Raja selanjutnya adalah putra Sultan Agung yang bergelar Amangkurat I. Sayangnya, Amangkurat I kurang disenangi rakyat dan para ulama, dikarenakan raja ini kurang mencerminkan sifat dan sikap yang baik. Karena hal tersebut, maka bupati pesisir mulai melepaskan diri dan mendorong Amangkurat I untuk bersekutu dengan VOC.

Kehidupan Politik

Kehidupan Politik Kerajaan Mataram Islam
©gurusejarah.com
Persekutuan dengan VOC pada akhirnya mendorong berbagai reaksi dan perlawanan terhadap Amangkurat I. VOC berusaha mengadu domba dengan memberikan bantuan kekuatan kepada Amangkurat I.
Pada masa pemerintahan Amangkurat I terjadi pemberontakan Trunojoyo dari Madura. Pemberontakan ini mendapat bantuan dari orang-orang Makassar/Bugis. Trunojoyo berhasil menguasai keraton dan menyebabkan Amangkurat I melarikan diri meminta bantuan VOC.
Namun sebelum mencapai persetujuannya, Amangkurat I meninggal di Tegalwangi. Sunan Amangkurat I merupakansatu-satunya Raja Kerajaan Mataram Islam yang dimakamkan jauh dari wilayah kekuasaannya.
Amangkurat II (1677 – 1703) merupakan putra dari Amangkurat I. Pada masa pemerintahannya, terjadi persetujuan dengan VOC, yakni VOC bersedia membantu raja untuk melawan musuh-musuh Kerajaan Mataram Islam dengan syarat raja harus mengganti rugi biaya perang dan memberikan konsesi ekonomi bagi VOC.
Atas dasar persetujuan tersebut, Amangkurat II meminta bantuan VOC untuk merebut kembali daerah-daerah yang sebelumnya telah melepaskan diri. Kesempatan ini digunakan VOC guna mengambil alih daerah timur Karawang sampai Sungai Pamanukan. Pada masa itu juga terjadi pemindahan kedhaton dari Pleret ke Kertasura.
Campur tangan VOC menyebabkan situasi semakin kacau. Saudara Amangkurat I, yaitu P. puger di Pleret juga melakukan perlawanan karena tidak mengakui kedudukan Amangkurat II di Kartasura. Dengan bantuan Belanda, akhirnya P. Puger berhasil dilumpuhkan dan tinggal di Kartasura. Pada sisi lain, terdapat pemberontakan yang dipimpin oleh Untung Surapati yang menyebabkan terbunuhnya Kapten Tack.
Keadaan Kerajaan Mataram Islam yang semakin tidak menentu dan mencapai puncaknya pada perjanjian Giyanti. Pada perjanjian tersebut mengakibatkan wilayah Mataram harus dibagi dua menjadi Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta pada tahun 1755. Perjanjian Giyanti sendiri merupakan bentuk politik adu domba VOC dengan memanfaatkan perselisihan antara Pangeran Mangkubumi dengan Pakubuwono III. Setelah itu, VOC terus saja memecah belah kekuasaan Mataram melalui Perjanjian Salatiga (1757) yang membagi Kesunanan Surakarta dengan Puro Mangkunegara.
Pada tahun 1813, Kesultanan Yogyakarta dibagi juga dengan Puro Paku Alam. jadi, hingga tahun 1813, daerah Mataram terbagi menjadi empat wilayah kekuasaan, yaitu:
  1. Kesunanan Surakarta
  2. Kesultanan Yogyakarta
  3. Puro Mangkunegara, dan
  4. Puro Paku Alaman.

Lokasi Kerajaan Mataram Islam

Lokasi Kerajaan Mataram Islam
©wikipedia.org
Gunung Merapi adalah salah satu pusat kesuburan Kerajaan Mataram Islam. Di sekitar lokasi tersebut juga terdapat gunung berapi penting, yakni Merbabu (yang saat ini sudah tidak aktif), Sindoro, Sumbing, yang semuanya mendukung perkembangan ekonomi Kerajaan Mataram yang berbasis agraris.
Dampak dari kondisi alam tersebut adalah berkembangnya ekonomi pertanian yang maju, dimana daerah-daerah persawahan yang luas di Kerajaan Mataram dengan hasil utama beras. Keomuditas yang lain adlah kayu, gula, kelapa, kapas dan hasil palawija.
Sebagai negara agraris, kehidupan ekonomi Kerajaan Mataram Islam sangat menonjol. Mataram mengembangkan daerah-daerah persawahan yang luas terutama di Jawa Tengah. Dalam bidang perdagangan, beras merupakan komoditi utama, bahkan menjadi barang ekspor. Bahkan Kerajaan Mataram menjadi mengekspor beras paling beras ketika itu.

Perkembangan Kerajaan Mataram Islam 

Perkembangan Kerajaan Mataram Islam 
©duutchman.blogspot.co.id
Pada abad ke-17, Jepara menjadi bandar terpenting dalam bidang aktivitas ekspor beras. Selain itu juga, ada bandar-bandar lain, seperti Tegal, Tuban, Pekalongan, dan Gresik. Sementara untuk mengangkut barang-barang dagangan dari pedalaman ke pelabuhan, digunakan gerobak yang ditarik kerbau. Jika jaraknya dekat biasa digunakan pikulan, digendong atau melalui saluran air.
Sebelum abad ke-16 Masehi, ekonomi Kerajaan Mataram Islam masih didominasi ekonomi pertanian. Jarang ditemukan berita perdagangan Mataram dengan negara-negara tetangga. Baru pada abad ke-16, setelah daerah pesisir dikuasai Mataram, kegiatan perdagangan Kerajaan Mataram semakin tampak.
Wilayah pesisir utara tersebut kemudian dibagi menjadi dua, yakni tlatah pesisiran kulon (bagian barat) dan tlatah  pesisiran wetab (bagian timur). Pada masa pemerintahan Sultan Agung dan Amangkurat I, Kota Jepara menjadi pusat pesisiran wetan yang mempunyai pejabat wedana bupati.

Kehidupan Ekonomi

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Mataram Islam
©bukalapak.com
Untuk memperkokoh kedudukan ekonominya, Kerajaan Mataram Islam sangat berambisi menguasai daerah pesisir utara Pulau Jawa sebagai penopang ekonomi dan politik Jawa. Hal itu dibuktikan dengan serangan ke Gresik pada tahun 1623 dan Surabaya pada tahun 1625. Praktis Mataram merupakan kerajaan utama di Jawa pada masa itu.
Selain sebagai pintu ekspor impor, pelabuhan juga merupakan salah satu penghasil devisa karena menjadi tempat transaksi perdagangan dengan pedagang dari Indonesia Timur. Dari kegiatan itulah Kerajaan Mataram Islam mendapatkan cukai. Pada masa VOC, Belanda pernah mendapat pembebasan cukai oleh Sultan Agung pada tahun 1614 (sebelum Mataram menyerang VOC).
Bagaimana dengan ekonomi pelayaran Kerajaan Mataram? Nelayan merupakan pekerjaan sebagian kecil rakyat Mataram, terutama masyarakat di daerah Laut Jawa. Samudra Indonesia atau Laut Selatan di pesisir selatan Kerajaan Mataram Islam kurang mendukung untuk berkembangnya pelayaran dan perdagangan pada masa tersebut. Hal ini disebabkan kondisi alam Samudra Indonesia yang tidak mudah dilayari karena ombaknya yang sangat besar.
Namun demikian bukan berarti pelayaran tidak berkembang di daerah pesisir selatan Mataram. Hingga saat ini, masih dapat dijumpai perahu-perahu tradisional yang terdapat di beberapa pantai selatan Yogyakarta, seperti Samas dan Sadeng. Berbeda dengan perkembangan pelabuhan di wilayah utara Pulau Jawa, wilayah selatan Mataram memang tidak berkembang menjadi pelabuhan penting.

Kehidupan Sosial Budaya

Kehidupan Sosial Budaya Kerajaan Mataram Islam
©seruni.id
Salah satu ciri masyarakat agraris adalah pentingnya nilai tanah bagi kehidupan mereka. Demikian halnya dengan Kerajaan Mataram. Sebagian masyarakat sangat tergantung pada kondisi alam tanah dan luas kepemilikan tanah. Begitu pentingnya arti penguasaan tanah, maka simbol kekuasaan kerajaan pun salah satunya adalah tanah.
Hal inilah yang mencirikan bahwa Kerajaan Mataram Islam adalah kerajaan yang bersifat feodal. Sifat feodal tersebut juga tampak pada gelar sultan sebagai panatagama, yaitu pengatur kehidupan keagamaan. Oleh karena itu, sultan memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Rakyat sangat hormat dan patuh, serta siap hidup mati mengabdi kepada sultan.
Di Mataram dikenal beberapa kelompok masyarakat. Dibedakan menjadi golongan raja beserta keturunannya, golongan bangsawan serta rakyat sebagai kawula kerajaan. Secara hukum dan ketentuan tradisional saat itu, yang menjadi tanah kerajaan dan segala isinya adalah raja. Dalam menjalankan pemerintahan, raja dibantu oleh seperangkat keluarga istana dan pegawai. Mereka digaji dengan tanah lungguh, yakni tanah yang hasil buminya bisa diambil oleh yang diberikan kuasa.
Raja dan para pejabat dan pemegang tanah lungguh tidak mengerjakan tanah. Pengolahan tanah diserahkan kepada bekel atau kepala desa. Sedangkan yang mengerjakan tanah adalah rakyat atau para petani penggarap. Selain ketentuan di atas, rakyat juga berkewajiban membayar pajak.

Peninggalan Kerajaan Mataram Islam

Peninggalan Kerajaan Mataram Islam
©gulalives.com
Kebudayaan Mataram mengalami kemajuan yang pesat. Seni lukis, ukir, patung dan seni hias mengalami perkembangan. Salah satu hasil dari hal tersebut adalah gapura Candi Bentar di makam Sunan Tembayar (Klaten) yang diperkirakan dibuat pada zaman Sultan Agung.
Pada bidang seni budaya, Sultan Agung memadukan unsur-unsur budaya Islam dengan budaya Hindu-Jawa. Karya-karya Sultan Agung yang terkenal misalnya kalender Jawa yang berdasarkan pada perputaran bulan, buku Sastragending yang merupakan karya filsafat, serta kitab undang-undang yang disebut Surya Alam.
Kerajaan Mataram Islam juga mengembangkan perayaan sekaten untuk mempenringati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Puncak acara sekaten adalah mengarak gunungan dari keraton ke depan Masjid Agung. Gunungan ada beberapa macam, antara lain; gunungan alanang, gunungan wadon, gunungan dharat, gunungan gepak, dan gunungan pawuhan.
Dinamai gunungan karena gunungan ini biasanya dibuat dari berbagai makanan, kue, dan hasil bumi yang bentuknya lancip menyerupai gunung. Upacara grebeg merupakan sedekah sebagai rasa syukur dari raja kepada Tuhan Yang Maha Esa. Upacara ini juga menjadi sarana dakwah dan untuk melihat kesetiaan para bupati dan punggawa kerajaan kepada rajanya.
Dalam kepercayaan masyarakat Kerajaan Mataram Islam, Gunung Berapi dan Laut Selatan (Samudra Indonesia) memiliki arti secara filosofis. Gunung Merapi dan Laut Selatan dipercaya sebagai keseimbangan kehidupan. khususnya Kerajaan Mataram Islam. Sebagian masyarakat percaya bahwa salah satu istri sultan (Raja Mataram) adalah Nyi Roro Kidul menunjuk pada makhluk halus yang berkuasa di pantai selatan Yogyakarta.

kerajaan kutai

Kerajaan Kutai – Pengaruh Hindu-Budha masuk ke Nusantara bersamaan dengan hubungan dagang antara India dan Indonesia pada awal abad pertama Masehi. Hubungan tersebut kemudian berkembang menjadi sarana penyebaran agama Hindu-Budha dalam kerajaan-kerajaan di Nusantara.
Berdasarkan penemuan-penemuan peninggalan salah satu kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia adalah Kerajaan Kutai, bahkan banyak kalangan yang menganggapnya sebagai kerajaan pertama di Indonesia.
Meskipun Kerajaan Kutai wilayahnya tidak terletak di jalur perdagangan internasional, namun hubungan dagang dengan India telah berkembang sejak lama. Dari hal tersebut kemudian terjadi penyebaran pengaruh agama Hindu-Budha.
Kerajaan Kutai berlokasi di wilayah Muarakaman tepatnya di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, yakni di sekitar pertemuan Sungai Mahakam dengan anak sungainya. Sungai Mahakam yang bisa dilayari dari pantai sampai masuk ke Muarakaman memudahkan aktivitas perdagangan yang kemudian memperlancar ekonomi dan kemajuan Kerajaan Kutai.

Bukti Sejarah Kerajaan Kutai

Prasasti Yupa, Salah Satu Bukti Sejarah Kerajaan Kutai
©wikipedia.org
Salah satu bukti adanya pengaruh Hindu-Budha di Kutai adalah prasasti Yupa yang menerangkan Kerajaan Kutai. Yupa diidentifikasi merupakan peninggalan Hindu Budha karena bahasa yang digunakan adalah bahasa Sansekerta.
Bahasa Sansekerta adalah bahasa Hindu asli. Tulisan dan bentuk hurufnya dinamakan huruf Pallawa, yakni tulisan yang dipakai di tanah Hindu Selatan kira-kira pada tahun 400 Masehi. Dengan melihat bentuk huruf pada prasasti yupa yang ditemukan, para ahli berpendapat bahwa Yupa tersebut dibuat sekitar abad ke-5. Jadi dapat disimpulkan bahwa Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu pertama di Indonesia.
Bukti selanjutnya berdasarkan prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Mulawarman yang menyebutkan tiga penguasa daerah tersebut. Mulawarman adalah cucu Kudungga yang menurut ahli merupakan nama asli Indonesia. Hal itu terjadi karena nama Kudungga mirip dengan nama Bugis Kadungga.
Yang menarik dari prasasti ini adalah berita yang menyebutkan bahwa pendiri kerajaan (vamsakarta) adalah Aswawarman, bukan Kudungga yang dianggap sebagai raja pertama. Kudungga kemungkinan merupakan kepala suku yang setelah ia bersentuhan dengan kebudayaan Hindu Budha mengubah struktur pemerintahan menjadi kerajaan dan menurunkan kekuasaannya pada keturunannya.
Kata warman pada nama seseorang tampaknya menjadi salah satu ciri bahwa seseorang tersebut adalah penganut Hindu secara penuh. Dari jenis nama yang dipakai oleh Aswawarman tersebut, maka bisa diambil kesimpulan bahwa Aswawarman merupakan pendiri Kerajaan Kutai.

Raja-Raja yang Memerintah

Raja-Raja yang Memerintah Kerajaan Kutai
©dosenpendidikan.com
Penguasa Kerajaan Kutai yang pertama adalah Kudungga, kemudian digantikan oleh Aswawarman. Aswawarman digantikan oleh putranya yang bernama Mulawarman. Raja Mulawarman dikatakan sebagai raja terbesar di Kerajaan Kutai dan memeluk agama Hindu Siwa yang setia.
Juga diterangkan sebagai raja yang sangat dekat dengan kaum brahmana dan rakyat. hal ini dibuktikan dengan sang raja yang pernah memberikan hadiah kurban emas dan 20.000 ekor sapi/lembu untuk para Brahmana sebagai ungkapan rasa terima kasih. Sementara sebagai peringatan mengenai upacara kurban tersebut, para Brahmana membgangun sebuah Yupa.
Kerajaan Kutai terletak di tepi Sungai, mendorong masyarakatnya mengembangkan pertanian. Selain pertanian, mereka banyak melakukan kegiatan perdagangan. bahkan diperkirakan sudah terjadi hubungan dagang dengan wilayah dari luar.
Jalur perdagangan internasional waktu itu dari India melewati Selat Makassar, terus ke Filipina dan sampai ke China. Dalam pelayarannya dimungkinkan para pedagang itu singgah dahulu di Kerajaan Kutai untuk menjual dan membeli barang dagangan sekaligus menyiapkan perbekalan pelayaran. Dengan demikian Kerajaan Kutai semakin ramai dan rakyat hidup makmur.
Pada masa pemerintahan  Raja Mulawarman, Kerajaan Kutai mencapai puncak kejayaan. Raja Mulawarman meluaskan wilayah kekuasaannya ke daerah sekitarnya. Beliau memerintah dengan bijaksana sehingga sangat dicintai oleh rakyatnya

Kehidupan Sosial

Kehidupan Sosial Kerajaan Kutai
©satujam.com
Kehidupan sosial di Kerajaan Kutai ditandai dengan adanya pembagian golongan masyarakat, yaitu golongan Brahmana dan Ksatria. Golongan Brahmana menduduki status paling tinggi, menguasai bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa, serta mejadi pemimpin dalam upacara ritual keagamaan.
Golongan Ksatria terdiri atas kaum bangsawan atau para kerabat kerajaan. Adapun di luar kedua golongan tersebut terdapat rakyat biasa yang masih memegang teguh tradisi nenek moyang.

Kehidupan Ekonomi

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kutai
©histori.id
Kehidupan ekonomi Kerajaan Kutai tidak diketahui secara pasti, kecuali telah disebutkan dalam salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan telah menghadiahkan 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana.
Tidak diketahui dengan pasti dari mana emas-emas itu berasal, apakah didatangkan dari India atau ditambang dari wilayah Kerajaan Kutai. Begitu juga dengan sapi dan kuda, apakah merupakan hasil ternak rakyat atau didatangkan dari tempat lain. (Baca juga: Kerajaan Islam di Indonesia)

Kehidupan Keagamaan

Kehidupan Keagamaan Kerajaan Kutai
©jokowarino.id
Kehidupan masyarakat Kerajaan Kutai mendapat pengaruh agama Hindu. Hal ini dibuktikan dengan adanya hubungan erat antara Raja Mulawarman dan para Brahmana serta adanya pembangunan tempat suci bernama wapakeswara untuk menghormati dewa-dewa dalam agama Hindu.

kerajaan singasari

KERAJAAN SINGASARI – Sejarah kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri di Nusantara ini memang selalu menarik untuk dipelajari dan diteliti. Melalui sejarah tersebut, kita bisa belajar dari masa lalu dan dijadikan pembelajaran untuk masa depan.
Salah satu kerajaan besar yang pernah menguasai sebagian wilayah di Indonesia adalah kerajaan Singasari. Kerajaan yang dulunya berpusat di Malang ini merupakan salah satu kerajaan Hindu Budha. Tertarik untuk mengetahui seluk beluk kerajaan Singasari? Berikut ini artikel yang membahas terkait Kerajaan Singasari.

Sejarah Lengkap Kerajaan Singasari

kerajan singasari
zultravel.wordpress.com
Kerajaan Singasari adalah salah satu kerajaan Hindu Budha yang pernah berdiri di Malang. Kerajaan ini pernah mencapai puncak kejayaannya hingga tidak ada yang mampu menandinginya. Berikut ini ulasan lengkap mengenai Kerajaan Singasari :

Sumber Sejarah Kerajaan Singasari

Sebagai salah satu kerajaan besar yang pernah berdiri di Indonesia, Kerajaan Singasari tentu memiliki beberapa sumber sejarah yang bisa digali informasinya. Berikut ini beberapa sumber sejarah dari Kerajaan Singasari :

1. Kitab Negarakartagama

Kitab Negarakartagama merupakan peninggalan kerajaan Majapahit karangan dari Mpu Prapanca. Dalam kitab ini berisi tentang raja Majapahit yang berteman dengan raja Singasari. Selain itu, terdapat pula penjelasan lengkap mengenai raja-raja yang pernah berkuasa di Singasari hingga raja Hayam Wuruk.

2. Kitab Pararaton

Sumber sejarah kerajaan Singasari yang kedua adalah Kitab Pararaton. Kitab ini berisikan dongeng dan mitos. Namun dari kitab ini, kita bisa mengetahui awal mula Ken Arok mendirikan kerajaan Singasari. Sebelumnya menjadi raja, ken Arok pernah menjadi bupati Tumapel menggantikan Tunggul Ametung yang dibunuhnya.
Hal ini dilakukannya karena dia menginginkan istri Tunggul Ametung yaitu Ken Dedes. Kemudian  dia melepaskan Kabupaten Tumapel dari kekuasaan kerajaan Kediri yang diperintah oleh raja Kertajaya. Pada akhirnya, Ken Arok menyerang Kerajaan Kediri, membunuh raja Kertajaya dan mendirikan kerajaan Singasari.

3. Bangunan Candi

Keberadaan kerajaan Singasari juga bisa dibuktikan melalui candi-candi yang ditemukan di sekitar Singasari Malang dan Surabaya. Candi-candi tersebut antara lain candi Singasari, candi Kidal, candi Jago, dan patung Joko Dolok.

Runtuhnya Kerajaan Singasari

kerajaan singasari
sejarahbudayanusantara.weebly.com
Ada dua sebab runtuhnya Kerajaan Singasari yaitu tekanan dari luar dan pemberontakan dalam negeri. Tekanan dari luar datang dari Dinasti Yuan di Cina dan Khubilai Khan. Khubilai Khan mengehendaki Kerajaan Singasari berada di bawah kekuasaan Cina.
Kertanagara menolak hal ini dengan menghina utusan Khubilai Khan yang bernama Meng Chi. Sejak itu, Kartanegara lebih fokus terhadap pertahanan laut. Sehingga tidak terlalu memperhatikan pertahanan di dalam kerajaan.
Pada tahun 1292,  Jayakatwang penguasa Kediri memanfaatkan hal ini untuk melakukan pemberontakan. Dia berhasil menyerbu ibukota Singasari dan membunuh Kertanegara. Mulai saat itu, runtuhlah kerajaan Singasari.

Sejarah Kerajaan Singasari

Kerajaan Majapahit
Berikut ini ulasan sejarah kerajaan Singasari dimulai dari awal berdiri, kehidupan politik, perekonomian, sosial budaya dan masa kejayaan Singasari.

A. Awal Berdirinya Kerajaan Singasari

Pendiri kerajaan Singasari adalah Ken Arok. Asal-usul Ken Arok sendiri masih belum jelas. Menurut kitab Pararaton, Ken Arok adalah anak seorang petani dari gunung Kawi. Namun dia diasuh oleh Lembong seorang pencuri. Dia dididik agar menjadi penjahat.
Pada mulanya, Ken Arok menginginkan istri dari Tunggul Ametung Bupati Tumapel yang bernama Ken Dedes. Karena ambisinya itu, dia membunuh Tunggul Ametung. Setelah Tunggul Ametung meninggal, dia memperistri Ken Dedes dan diangkat menjadi Bupati Tumapel.
Pada waktu itu, Tumapel berada di bawah kekuasaan Kerajaan Kediri yang dipimpin oleh Raja Kertajaya. Namun kemudian dia melepaskan Kabupaten Tumapel dari kekuasaan Kerajaan Kediri. Tidak sampai disitu saja, dia menyusun strategi untuk menyerang Kerajaan Kediri.
Pada Tahun 1222 para pendeta dari Kerajaan Kediri meminta perlindungan dari perbuatan sewenang-wenang Kertajaya kepada Ken Arok. Ken Arok memanfaatkan kesempatan ini, menyusun barisan, melatih prajurit dan membuat rakyat memberontak Kerajaan Kediri.
Setelah semua siap, berangkatlah prajurit Tumapel untuk menyerang Kerajaan Kediri. Akhirnya, perang dasyatpun pecah di Daerah Ganter. Raja Kertajaya beserta prajurit-prajuritnya binasa. Kemudian Ken Arok diangkat menjadi raja dan menyatukan Tumapel dengan bekas Kerajaan Kediri yang kemudian disebut Kerajaan Singasari.

B. Kehidupan Politik

Sejarah Kehidupan Politik Kerajaan Singasari dapat dilihat dari kisah perebutan kekuasaan dari raja sebelumnya dengan raja setelahnya. Berikut ini penjelasannya:
1) Ken Arok
Ken Arok menjadi raja Singasari pertama dengan masa pemerintahan tahun 1222 sampai 1227.  Dialah yang mendirikan Kerajaan Singasari. Selain itu, dia memiliki gelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi. Dari sini munculah dinasti baru yakni Dinasti Rajasa atau Girinda. Ken Arok dibunuh oleh suruhan anak tirinya bernama Anusapati pada tahun 1227 dan dimakamkan di Kagenengan.
2) Anusapati
Setelah ken Arok meninggal, takhta kerajaan jatuh ke tangan anak tirinya Anusapati. Pemerintahannya cukup lama yaitu tahun 1227 sampai 1248. Namun dia tidak banyak melakukan pembaharuan karena terlalu berfokus pada kegemarannya menyambung ayam. Penyebab kematian Ken Arok akhirnya diketahui oleh putra Ken Arok dengan Ken Umang yaitu Tohjaya.
Tohjaya kemudian mengundang Anusapati ke tempat kediamannya bermama Gedong Jiwa untuk mengadakan pesta sambung ayam. Ketika Anusapati asyik menyaksikan aduan ayam, Tohjaya langsung menusuk Anusapati dengan keris buatan Empu Gandring. Akhirnya Anusapati meninggal dan dimakamkan di Candi Kidal.
3) Tohjaya
Raja Singasari yang ke tiga yaitu Tohjaya. Tohjaya tidak lama dalam memerintah Kerajaan Singasari. Ranggawuni anak dari Anusapati membalas kematian ayahnya. Ranggawuni dibantu Mahesa Cempaka dan para pengikutnya meminta hak takhta kerajaan.
Kemudian Tohjaya memerintah pasukan untuk menangkap Ranggawuni dan Mahesa Cempaka. Namun rencana itu telah diketahui keduanya dan mereka berhasil melarikan diri. Pada akhirnya mereka berhasil menggulingkan tahkta Tohjaya dan menduduki singgasana.
4) Ranggawuni
Raja Ranggawuni memerintah Kerajaan Singasari pada tahun 1248 sampai tahun 1268. Dia memiliki gelar Sri Jaya Wisnuwardana. Ranggawuni memerintah bersama Mahesa Cempaka sebagai ratu angabhaya dengan gelar Narasinghamurti. Pada tahun 1254, Ranggawuni mengangkat putranya Kartanegara menjadi raja muda.
Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan Kartanegara menjadi raja besar selanjutnya di Singasari. Pada tahun 1268, Ranggawuni meninggal dunia dan dimakamkan di Candi Jago sebagai Budha dan di Candi Waleri sebagai Siwa.
5) Kartanegara
Setelah ayahnya Ranggawuni meninggal, takhta kerajaan jatuh ke tangan Kartanegara. Dia adalah raja terakhir dan terbesar selama masa kerajaan Singasari. Pemerintahan pada masa raja Kartanegara ini sangat baik, banyak yang diperbaiki dan disempurnakan.
Hingga Raja Kartanegara berani melangkah keluar wilayah Jawa Timur untuk mewujudkan cita-citanya yaitu menyatukan Nusanatara. Dia memerintah kerajaan Singasari pada tahun 1268 hingga 1292.

C. Kehidupan Ekonomi Kerajaan Singasari

Pusat Kerajaan Singasari berada di sekitar lembah sungai Brantas. Dari situ, maka sektor pertanianlah yang dijadikan masyarakat Singasari untuk menggantungkan kehidupannya. Hasil bumi yang melimpah membuat Raja Kartanegara mampu memperluas wilayah strategis untuk perdagangan.
Selain itu, perdagangan juga menjadi sektor perekonomian masyarakat Singasari. Melalui sungai Brantas ini, maka memudahkan lalu lintas perdagangan antar wilayah pedalaman dengan wilayah luar.

D. Kehidupan Sosial Budaya Kerajaan Singasari

Kehidupan masyarakat Singasari mengalami pasang surut dari pemerintahan Ken Arok hingga Wisnuwardana. Pada masa Ken Arok, kemakmuran masyarakat terjamin. Hal ini terbukti dengan adanya para pendeta yang meminta perlindungan kepada Ken Arok dari perilaku Raja Kertajaya.
Pada masa pemerintahan Anusapati, kehidupan masyarakat Singasari terabaikan. Raja Anusapati lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menyambung ayam bukan mengurusi rakyatnya dan membangun kerajaannya.
Setelah Wisnuwardana diangkat menjadi raja, kehidupan masyarakat mulai membaik kembali. Kemakmuran masyarakat semakin meningkat setelah Kertanegara naik takhta.
Masyarakat bisa hidup aman, tenteram dan sejahtera. Berkat usaha dari Raja Kertanegara, Singasari dapat memperluas wilayah kekuasaannya hingga Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Melayu, Semenanjung Malaka, kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

E. Masa Kejayaan Kerajaan Singasari

Raja Kartanegara mampu membawa Singasari mencapai puncak kejayaan. Pada masa pemerintahannya, Raja Kartanegara mengutus tiga maha menteri yaitu mahamenteri I hino, mahamenteri I halu dan mahamenteri I sirikan. Raja menempatkan pejabat sesuai bidang kemampuannya.
Dia juga tidak ragu untuk mengganti pejabat yang tidak berkualitas. Raja Kartanegara juga menjalin persahabatan dengan kerajaan-kerajaan besar. Berkat pemerintahannya, Singasari menjadi salah satu kerajaan terkuat dalam bidang militer dan perdagangan.

Letak Kerajaan Singasari

kerajaan singasari
hamzahzein.deviantart.com
Ken Arok mendirikan kerajaan Singasari pada tahun 1222 yang diperkirakan berlokasi di  Singasari Malang. Tepatnya di kawasan yang bernama Kutaraja dan beribukota di Tumapel.

Silsilah Kerajaan Singasari

kerajaan singasari
sejarah-negara.com
Ken Arok mendirikan keluarga kerajaan bernama Wangsa Rajasa yang menjadi penguasa Singasari. Jika dilihat dari dua sumber yaitu kitab Pararaton dan kitab Negarakertagama, terdapat perbedaan silsilah. Silsilah yang disebutkan dalam kitab Pararaton, kesuksesan raja-raja Singasari diperoleh melalui pertumpahan darah dan balas dendam.
Sedangkan dalam kitab Negarakertagama tidak menyebutkan adanya pertumpahan darah antara raja pengganti dengan raja sebelumnya. Karena kitab ini merupakan kitab pujian untuk Hayam Wuruk sehingga menutupi aib leluhurnya. Berikut ini silsilah kerajaan Singasari dari generasi ke generasi berikutnya:

a. Generasi Pertama

Pada generasi pertama ini terjadi pembunuhan Ken Arok terhadap Tunggul Ametung dan memperistri Ken Dedes (mantan istri Tunggu Ametung). Dari pernikahannya dengan Ken Dedes, Ken Arok mempunyai empat orang anak yaitu Mahisa Wongga Teleng, Panji Saprang, Agnibaya dan Dewi Rimba.
Ken Arok memiliki anak tiri dari pernikahan Ken Dedes dengan Tunggul Ametung bernama Anusapati (Raja ke dua Singasari). Kemudian ken Arok menikah lagi dengan Ken Umang dan memiliki 4 keturunan yaitu Panji Tohjaya (Raja ke tiga Singasari), Sudhatu, wregda dan Dewi Rambi.

b. Generasi Kedua

Generasi kedua diwarnai dengan bergabungnya Anusapati yaitu anak tiri Ken Arok dengan Mahisa Wongga Teleng anak kandung ken Arok dengan Ken Dedes. Mereka bekerjasama memimpin Singasari. Anusapati memiliki anak bernama Ranggawuni yang kelak membunuh Tohjaya dan menjadi Raja ke 4 Singasari.
Sedangkan Mahisa Wongga Teleng mempunyai dua anak bernama Mahisa Cempaka dan Waning Hyung yang kelak menjadi permaisuri ke 4 Singasari.

c. Generasi Ketiga

Generasi ketiga ini terjadi persatuan darah Ken Arok dengan darah Tunggul Ametung dalam diri Raja terbesar Singasari yaitu Kartanegara. Kartanegara merupakan anak pertama dari hasil pernikahan Ranggawuni dengan Waning Hyung.
Dari generasi ini pula cikal bakal Raja Majapahit. Sedangkan mahisa Cempaka memiliki keturunan bernama Dyah lembu Tal yang bekerja sama dengan Kertanagara membangun Singasari.

d. Generasi Keempat

Dyah lembu Tal menikah dengan putra mahkota kerajaan Padjajaran yaitu Rakeyan Jayadarma. Dari pernikahan mereka, kelak lahirlah pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Majapahit yang bernama Sangrama Wijaya.

Peninggalan Kerajaan Singasari

kerajaan singasari
slideplayer.info
Ada beberapa peninggalan Kerajaan  Singasari, antara lain:

a. Candi Singasari

Candi ini terletak di Kecamatan Singasari Kabupaten Malang. Tepatnya di di lembah antara pengunungan Tengger dan Gunung Arjuna. Menurut Kitab negarakertagama dan Prasasti Gajah Mada, candi ini dulunya digunakan sebagai tempat pendharmaan Raja Kertanegara.

b. Candi Jago

Candi jago berbentuk sperti teras punden berundak. Bagian atasnya tersisa sebagian karena tersambar petir. Terdapat relief Kunjarakarna dan Pancatantra di candi ini. Bahan candi ini keseluruhan berasal dari batu andesit.

c. Candi Sumberawan

Candi Sumberawan terletak 6 km dari Candi Singasari. Berada di dekat telaga yang sangat bening airnya sehingga diberi nama Candi rawan. Dulunya, candi ini digunakan oleh umat Budha dan berbentuk stupa.

d. Arca Dwarapala

Archa Dwarapala memiliki  bentuk menyerupai monster dan memiliki ukuran sangat besar. Dulunya, peninggalan kerajaan Singasari ini merupakan pertanda masuk wilayah Kotaraja.. Hingga saat ini sayangnya belum ditemukan dimana letak Kotaraja Singasari.

e. Prasasti Manjusri

Peninggalan Singasari yang satu ini dulunya ditempatkan di Candi Jago. Namun sekarang sudah disimpan di Museum Nasional Jakarta. Berbentuk manuskrip yang dipahatkan pada bagian belakang Archa Manjusri dan bertuliskan tahun 1343.

f. Prasasti Mula Malurung

Pada tahun 1975 ditemukan sepuluh lempeng prasasti Mula Malurung di dekat Kota Kediri. Kemudian pada Mei 2001 ditemukan kembali tiga lempeng di penjualan barang loak. Saat ini, semua lempeng disimpan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Prasasti ini adalah pigam pengesahan penganugrahan dua Desa yaitu Desa Mula dan Desa Malurung. Tokoh dari dua desa ini yaitu Pranaraja. Diterbitkan oleh Raja Muda Kartanegara pada tahun 1255 atas perintah ayahnya Wisnuwardana.

g. Prasasti Singasari

Prasasti ini bertuliskan aksara Jawa dan bertarikh tahun 1351. Ditemukan di Singasari Malang dan sekarang disimpan di Museum Gajah. Prasasti ini dulunya dibuat untuk mengenang pembangunan candi pemakaman yang dilaksanakan oleh Gajah Mada.

h. Candi Jawi

Berlokasi di pertengahan jalan raya Kecamatan Pandaan, Prigen dan Pringebukan, candi ini dulunya merupakan tempat penyimpanan abu Raja Kartanegara. Sebagian abu juga disimpan di Candi Singasari.

i. Prasasti Wurare

Prasasti Wurare digunakan sebagai bentuk penghormatan dan perlambang Raja Kertanagara yang dianggap telah mencapai derajat Jina atau Buddha Agung.  Tulisan prasastinya melingkar pada bagian bawahnya dan berbahasa Sansekerta. Bertarikh 1211 Saka atau 21 November 1289, prasasti ini isinya memperingati penobatan arca Mahaksbya di tempat yang bernama Wurare.

j. Candi Kidal

Candi ini merupakan salah satu candi peninggalan Singasari yang dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Anusapati. Raja kedua dari Singasari ini telah memerintah selama 20 tahun dan meninggal karena dibunuh oleh Tohjaya.

k. Candi Songgoriti

Nama candi ini sebenarnya Candi Supo karena dibangun oleh Mpu Supo. Candi ini merupakan tempat pertemuan Ken Arok dengan Ken Dedes. Berlokasi di sebelah utara lereng Gunung Kawi dan bagian selatan Gunung Arjuna.